Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hati Untuk Presdir

Hati Untuk Presdir

Alya tersenyum. Alya mulai memanaskan air, memasukkan bubuk kopi murni ke dalam presso, menuang sedikit air panas ke dalam presso agar memperoleh tekstur kopi yang kental, lalu menuangnya ke dalam gelas saji setelah di-press. Selanjutnya memanaskan susu dan membuat foamnya, terakhir menuangkan susu dengan perlahan ke atas gelas yang sudah berisi kopi press, membentuk pola love yang unik. Dan terakhir sekali, menaburkan bubuk coklat dan kayu manis untuk menyempurnakan aroma, rasa, dan penampilan tentu saja. Ia tersenyum melihat hasil kreasinya . "Semoga pria kejam itu menyukainya," gumamnya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai kopi 101
Baca
+Pustaka
MR. CINDERELLA (INDONESIA)

MR. CINDERELLA (INDONESIA)

Cinta terdengar hendak menjeda. Namun Pram lebih dulu melanjutkan kalimatnya. “Tolong, jangan dugem lagi, ya. Banyak unfaedahnya. Jangan minum alkohol lagi. Lebih baik minum kopi. Bu Cin hapal, kan takaran kopi yang selalu saya buatkan untuk Bu Cin? Kopinya satu sendok makan, gulanya satu setengah sendok teh. Terus, airnya benar-benar mendidih. Aduknya dua puluh kali putaran. Jangan kurang, jangan lebih.”
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 566 kali sebagai kopi 101
Baca
+Pustaka
Gara-gara Selembar 50 Ribu

Gara-gara Selembar 50 Ribu

Ina yang menanyakan pesanan para pemancing itu. "Pesen apa, Bang?" "Biasa. Kopi hitam jangan diaduk." Rima mencatat setiap pesanan dengan tulisan lengkap. "Jangan gitu, Rima. Kalau kopi hitam tulis kopi, kalau kopi luwak tulis luwak, begitu juga dengan yang lain. Kopi hitam nggak diaduk berarti kopi pahit. Tulis aja kopi P. Nggak usah panjang - panjang." Rima mengangguk mengerti.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai kopi 101
Baca
+Pustaka
Istri Rahasia Kepala Sekolah

Istri Rahasia Kepala Sekolah

Ia lalu mengikutinya step by step langkahnya. Aldino menggiling kopi dengan coffee grinder. Lalu ia memasukkan kopi yang sudah digiling ke dalam portafilter lalu diratakan dan dipadatkan menggunakan metal tamper. Selanjutnya ia memasangkan kembali portafilter ke grouphead lalu brewing kopi tersebut. (Menyeduh kopi) “Wah, mantap Mas!” sahut sang barista melihat hasil kerja keras Aldino. Aldino membuat dua cangkir espresso single shot untuknya dan Yuda.
1041.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kopi 101
Baca
+Pustaka
Mertua Pilih Kasih, Kubuat Gigit Jari!

Mertua Pilih Kasih, Kubuat Gigit Jari!

sahut Deni. "Iya Dek, tolong buatkan kopi untuk kami," pinta Bang Jo. Aku mengangguk dan segera menuju ke dapur. Sambil menunggu air mendidih, aku menyiapkan makanan ringan, sebagai teman minum kopi. Aku selalu membuat kopi dengan air yang mendidih, bukan air dari termos atau air panas dari dispenser. Karena kalau airnya mendidih, kopi gampang sekali larut dalam air. Tapi kalau menggunakan air termos atau dispenser, rasa kopinya kurang nikmat. Seperti ada bubuk kopi yang masih menggumpal atau belum larut dalam air.
1058.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kopi 101
Baca
+Pustaka
Masih Gadis Menyusui

Masih Gadis Menyusui

Untuk sejenak, pria itu mengalihkan pandangan pada orang –orang di sekeliling dan memperhatikan bagaimana seorang barista membuat kopinya dengan begitu teliti. Senyumnya mengembang ketika melihat air mendidih, yang didiamkan setidaknya selama 1 menit oleh barista tersebut. Setelah itu, siram air panas ke dalam cangkir yang sudah diberi kopi bubuk. Pria yang memakai celemek dengan lambang Kafe itu mengaduk-aduk dan kembali mendiamkan beberapa saat sampai ampas kopi turun. Ketika ampas kopi sudah dipastikan turun semua, barulah pindahkan air kopi ke gelas lainnya.
1029.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kopi 101
Baca
+Pustaka
Menjebak Cucu Presdir

Menjebak Cucu Presdir

Cleona sudah menyiapkan kopi dengan hati-hati—satu sendok teh gula, dua sendok makan bubuk kopi, dan sedikit susu cair creamy agar rasanya tidak terlalu pahit. Berbekal pengalamannya sebagai barista, ia tahu persis bagaimana membuat kopi yang seimbang: tidak terlalu kuat, tapi tetap hangat dengan rasa manis yang pas di lidah. Ia meniupnya pelan sebelum menuangkannya ke dalam cangkir putih berlogo perusahaan, aroma kopi hangat itu perlahan memenuhi udara di sekitar pantry kecil.
498 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai kopi 101
Baca
+Pustaka
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Asapnya menari pelan di udara, membingkai dua wajah yang duduk saling berhadapan. Zayyan duduk tenang, tangannya cekatan saat menuangkan kopi hitam ke dalam cangkir Mahesa. Gerakannya halus, nyaris meditatif, seperti barista profesional yang tahu persis bagaimana memperlakukan kopi dengan respek. “Ini dari biji kopi luwak produksi kami sendiri,” ujarnya sambil tersenyum kecil. “Pak Pradana, mau coba dan lihat apakah cocok di lidah Anda?”
1023.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 605 kali sebagai kopi 101
Baca
+Pustaka
Makin Tua Makin Cinta

Makin Tua Makin Cinta

“A-Ada yang bisa saya bantu lagi, Pak?” Setelah beberapa detik menunggu, sang bos akhirnya menoleh. “Buatkan saya secangkir kopi. Kopi hitamnya dua sendok kecil rata. Gulanya satu sendok kecil rata. Diaduk 3 menit setelah air panas masuk searah jarum jam sebanyak 20 kali. Tidak boleh kurang, tidak boleh lebih. Paham?” Di tempatnya berdiri Hana cuma bisa melongo. “Kopi? Eh gue kan bukan OB!! Kenapa jadi gue yang disuruh bikin kopi?” dengusnya kesal dalam hati.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai kopi 101
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status