Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PERSETAN!

PERSETAN!

jawabku berdalih. Kami lalu menuju warung Bejo, tidak jauh dari kampus. Warung Bejo cukup populer di antara kami karena sering dipakai nongkrong bersahaja sambil menunggu waktu kuliah berikutnya. Warung Bejo sendiri sebenarnya julukan, bukan nama aslinya, karena di depan warung ada spanduk iklan sebuah produk herbal dengan tulisan “Bejo” yang besar. Kami lalu menyebutnya warung “Bejo”. Di warung bejo aku memesan kopi, dan ini membuat Fien heran lagi. “Sejak kapan kamu minum kopi?” tanyanya.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai kopi warung tinggi
Baca
+Pustaka
Suamiku Jadul

Suamiku Jadul

Enak, buah nenas membuat daging kerang mudah dimakan dan tentu saja enak. Ternyata Suami Cut Ana punya hobby minum kopi, kami diajak minum kopi di salah satu warung. Kopi pancung namanya. Aneh, kukira kopi pancung ini kopi dengan makanan kue pancung, ternyata kopi dengan aroma yang sangat khas. Yang unik menyajikan kopinya ini hanya setengah gelas, entah apa gunanya biar setengah gelas aku tak tahu. Begitu kopi diminum, penjaga warung datang menawarkan tambah air panas. Begitu selalu, kuhitung sampai tiga kali suami Cut Ana tambah air panas.
9.8582.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.9K kali sebagai kopi warung tinggi
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
Kiki Sulandari
Semoga sajq kakaknya Nia bisa lebih mengendalikan kata katanya.... Waaah,bang Parlin sudah jngin berikan adik pada si butet Sari Sabar ya bang Parlin,tunggu sampai butet Sari berusia 1,5 tahun.........
Larose
suka sama ceritanya,ttg kehidupan sehari² yg bisa diambil pelajarannya dgn segala kelebihan dan kekurangan mereka,walaupun g yakin jg didunia nyata akan ada orang sepositif keluarga ParliNia,komennya jg bikin ngakak krn terbagi menjadi 2 kubu hahaha,good job Thor buat ceritanya ......🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Kopi dan Lemon:  Wanted Husband Series

Kopi dan Lemon: Wanted Husband Series

"Adanya apa? Toppingnya maksud gua?" "Nggak ada topping, bang. Kalo kopi ada cream nya," sahut Mario. Ia sudah pernah menyarankan kepada Alya untuk mengikuti tren pasar tetapi Alya dengan tegas menolak. Ia hanya menyajikan makanan dan minuman kesukaannya. Terlebih lagi ia ingin mempromosikan minuman sehat yang berbahan dasar buah dan yogurt. "Ya udah, deh. Itu aja nggak papa."
1017.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai kopi warung tinggi
Baca
+Pustaka
Pelet Kopi Darah Haid

Pelet Kopi Darah Haid

Tidak ada yang curiga akan pembuatan kopi yang sedang Sumi lakukan namun, tak sedikit juga model wanita yang melirik kemana arah Sumi melangkah jauh bahkan hanya untuk membuat kopi. Sumi meyeduhkan air panas kedalam kopi yang ia buat, tak lupa pula ritual yang selalu ia gunakan untuk membuat kopi yang begitu enak untuk kekasihnya tersebut. Ia mulai membuka celana dalamnya dengan mata yang melirik ke segala arah, untuk memastikan tidak ada satupun orang yang mengetahui perbuatannya. “Ada apa dengan, Sumi, mengapa ia membuat kopi dengan cara mengendap dari semua orang bahkan sampai membuka celana dalamnya?” Sophia tak sengaja melihat dari balik pintu kamar mandi.
10597 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai kopi warung tinggi
Baca
+Pustaka
ASMARA RUSUN SIMPANG TIGA

ASMARA RUSUN SIMPANG TIGA

Dewi langsung bergerak ke dapur dan kembali beberapa menit kemudian membawa piring kue dan cangkir kopi hangat yang masih mengeluarkan asap tipis. “Ini kopi arabika yang aku beli dari teman di Toraja, rasanya kuat tapi tidak pahit,” ucap Dewi sambil menaruh piring di atas meja. “Coba deh dicoba, kalau kurang manis aku kasih gula aja ya.” Rio mengambil sendok kue dan memakannya dengan lahap. “Enak banget, Mbak! Bikin sendiri ya?”
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai kopi warung tinggi
Baca
+Pustaka
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Naomi sendiri bahkan sempat salah paham karena giringan opini orang. "Kamu tidak bisa meminum kopi?" Tanya Mareeq. "Kopi dengan kadar kafein tinggi tidak bisa. Itu membuat kepalaku pusing," jelas Naomi. "Aku malah suka kopi hitam. Aku membutuhkannya untuk bekerja." "Aku tahu. Lokasi favoritmu di rooftop di bawah pohon." "Ah, kamu mengamatiku selama ini." "Ku rasa setiap orang mengamatimu. Kamu terlalu mencolok untuk pemimpin yang duduk sendirian," Naomi sedikit terkekeh.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai kopi warung tinggi
Baca
+Pustaka
Mencintai Seorang Climber

Mencintai Seorang Climber

tanya Seno. “Iya, katanya di warung ini. Dia juga sudah hampir sampai katanya.” jawab Wardoyo. “kita pesan kopi sama gorengan, atau roti, atau makanan apa ajalah. Nggak enak nih, kalau nunggu di warung tapi nggak beli apa-apa.” Mereka minta dibuatkan kopi. Pelayan warung lantas menyuguhkan dua gelas kopi hitam yang masih mengepul. Wardoyo mengambil roti, memakan roti itu dengan cara mencelupkan ke kopi.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai kopi warung tinggi
Baca
+Pustaka
Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Kami sama-sama tertawa kecil. Angin sore lewat membawa aroma kopi dari arah kedai sebelah. Aku menoleh. Kedai kecil itu baru buka, papan menunya nempel di kaca dengan tulisan “Kopi Baper - Bawa Pergi, Jangan Baperin Barista”. Sumpah, lucu banget. “Pak, saya pesen kopi dulu ya, biar nunggu Pak Sopir nggak bosan.”
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 549 kali sebagai kopi warung tinggi
Baca
+Pustaka
Mahligai Skandal

Mahligai Skandal

"Oiya.. aku lupa. Kamu kan, orang Aceh ya? pastilah penikmat kopi. Secara di sana kan penghasil kopi terbaik. Dan, Aceh sekarang terkenal dengan kota seribu warung kopi. Ya gak sih?" Lagi-lagi Aini menyungging senyum tipis. Tapi cukup manis di mata Elang. Gadis itu susah ditebak. Bahkan Victor sendiri. "Kata siapa? sekarang kan semua daerah punya warung kopi?" Aini menempel badan di dingding kursi balas menatap Elang. Bola mata bak bola pimpong itu menyorotnya begitu tajam hingga menghujam tepat di jantung Elang yang kian mengaduh
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai kopi warung tinggi
Baca
+Pustaka
Suami Preman Ternyata Sultan

Suami Preman Ternyata Sultan

Warung itu merupakan kedai kopi yang menjual berbagai macam menu sarapan, menyatu dengan warung sembako dan berbagai jenis sayur mayur mentah. Biasanya kedai kopi tutup jam tiga sore. Hanya warung sembako yang buka sampai malam. Beberapa orang pria sudah lebih dulu duduk di mengelilingi salah satu meja. Kelihatannya mereka adalah para suami takut istri, yang pergi meninggalkan rumah dengan alasan bekerja, tapi malah ngopi di warung. “Kopi satu!” pinta Qasam pada pak Senen, pemilik warung.
1043.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kopi warung tinggi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status