Pembalasan Sang Dokter Jenius
“Lihat, dia bawa pasukan! Cepat, buatkan kopi andalanmu itu. Enam gelas, jangan sampai beda rasanya. Ini pertaruhan nama baik warung kita!”
Joko sedikit terkejut sekaligus tersanjung. Ia tidak menyangka secangkir kopi sederhana yang ia buat kemarin bisa meninggalkan kesan sedalam itu. Dengan anggukan mantap, ia menjawab, “Baik, Pak.”