Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My Light

My Light

Lalu mengeluarkan pisau lipat, dari saku. Arsen masih tidak berniat untuk menyelamatkan diri ataupun melakukan perlawanan, tetapi entah disadari oleh orang lain atau tidak. Sorot matanya yang amat kosong, kini tertuju pada pisau lipat yang dikeluarkan oleh orang itu. "Atau jangan-jangan, kau belum pernah diceritakan atau diperlihatkan seperti apa kekejaman amat tidak manusiawi yang dilakukan oleh ayahmu itu?" Pisau lipat mulai dimainkannya.
106.9K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as lampu void
Read
+Library
Yuk, Nikah!

Yuk, Nikah!

“Gam, lampu mati. Gue lagi bikin kue di dapur. Ini, nih lampu LED yang bisa nyala tampa listrik. Gantiin, dong biar dapur bisa terang lagi. Takut kue gur gosong.” Nyak Marni menyodorkan lampu dengan ukuran lumayan besar padaku. Sekejap kucermati, lalu mengangguk. “Aku juga bisa Nyak,” putus Fadlan sok iye. Dia merebut lampu itu dari tanganku. Maju keluar kamar. Aku ternganga di tempat. Ingin sekali berteriak, ‘Stop Fadlan, nggak usah caper!’
1013.2K viewsCompletedAdded to Library 502 Times as lampu void
Read
+Library
Tiga Mayat Satu Takdir

Tiga Mayat Satu Takdir

gumamnya, suaranya penuh ketegangan. Sarah menatap lampu itu, matanya ungu menyala saat ia mengaktifkan **Mata Sihir**. "Tunggu—aku lihat aliran energi sihir masuk ke dalamnya," katanya, suaranya penuh kejutan. "Ini... mengecas kembali, tapi lambat. Lampu ini alat untuk bawa kita ke sini—tapi sekarang tak bisa dipakai lagi." Murphy mendengus, tangannya mengepal di gagang pedang. "Jadi kita stuck di sini tanpa peta? Lorong ini kayak akar pohon—arah mana yang benar?"
102.7K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as lampu void
Read
+Library
Sang Penguasa Elemental

Sang Penguasa Elemental

memadamkan cahaya. Axel menatapnya dengan kening berdarah. “Itu... dia?” Vania berdiri di belakangnya, gemetar. “Itulah... makhluk tanpa gema. Dalam legenda para pelindung dimensi... dia adalah akhir dari simfoni.” ... Void General mengangkat tangannya. "Planet ini... berisik," gumamnya. "Fusion... cinta... emosi... semua itu hanyalah celoteh murahan yang mengganggu kehampaan abadi."
102.6K viewsCompletedAdded to Library 100 Times as lampu void
Read
+Library
Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Bangunan-bangunan koral yang seharusnya bersinar terang dengan mana laut kini meredup, diselimuti oleh lumut ungu kehitaman yang berdenyut lambat—tanda kontaminasi Void yang mulai mengakar. "Keheningan ini... tidak alami," bisik Liam. Tangannya tidak pernah lepas dari gagang tombaknya. Matanya waspada menyisir setiap sudut jendela bangunan kerang yang tertutup rapat. "Rasanya seperti ribuan mata sedang menatap kita, tapi tidak ada satu pun yang bernapas."
626 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as lampu void
Read
+Library
Pembalasan Manis untuk Para Pengkhianat

Pembalasan Manis untuk Para Pengkhianat

mama . *** Tungkai melemah saat memasuki ruangan yang sedikit temaram. Temaram karena lampu yang diperuntukan sebagai pencahayaan hanya hidup di beberapa titik saja. Di sudut lain, dua buah lampu seperti enggan untuk dipergunakan lagi, terkadang menyala sesaat kemudian mati lalu menyala dan mati kembali. Itu terjadi secara berulang. Meskipun begitu, netraku masih dapat memindai seluruh isi di dalamnya.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as lampu void
Read
+Library
VALYZARYON Pedang Naga Hitam

VALYZARYON Pedang Naga Hitam

Lemari obat berguncang hebat, hingga membuat isinya berantakan dan terpental kesembarang arah. “Itu—” Yuzi menatap cahaya hitam yang mulai menggulung tubuh Genta. “Itu Void. Bagaimana mungkin Virmort bisa membuat Void?" Yuzi menarik tubuhku untuk lebih jauh dari posisi Genta. “Kae tolong…sakit ba-nget,” lirih Genta dengan suara yang berat. Suara itu seolah dipaksa untuk melewati kerongkongannya.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 40 Times as lampu void
Read
+Library
Pernikahan Paksa Sang Mafia

Pernikahan Paksa Sang Mafia

“Tentu. Bagian mana yang harus diberikan lampu??” “Paling bawah,” jawab Alea. “Yang belum kita rangkai sepenuhnya kemarin.” Damian mengangguk, dan mulai merakit lampu di bawahnya, ia merangkai dengan gerakan yang cekatan lalu menutupnya dengan sebuah kayu khusus. “Seperti ini?” tanyanya dengan menghidupkan saklar yang ada pada lampu. “Cantik,” guman Alea. “Seperti langit yang memancarkan bintang-bintang di malam hari.”
103.6K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as lampu void
Read
+Library
Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Xaverius mengepalkan tangannya yang terbalut sarung tangan besi retak. "...kita ledakkan dia dari dalam. Kau alirkan cahaya suci milikmu itu ke pedangku. Kita gabungkan serangan." Julian tertegun. "Menggabungkan Holy Light dengan Dark Void? Itu gila. Itu akan menciptakan ledakan yang bisa membunuh kita berdua." "Lebih baik mati meledak daripada mati dihapus jadi kertas putih," jawab Xaverius datar.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 37 Times as lampu void
Read
+Library
City Light

City Light

Cahaya lampu didominasi warna biru safir dan putih, membuatku merasa tenggelam di dasar laut. Pertama-tama, aku mengambil satu gelas minuman yang ditawarkan oleh seorang pelayan. Aku berdiri tak jauh dari pintu masuk, menunggu kedatangan seseorang dari RenZ. Sialnya aku tidak tahu seperti apa wajah orang dari RenZ itu — karena RenZ terkenal dengan kemisteriusannya. Sang CEO tidak pernah datang sendiri untuk menemui rekan bisnis. Identitasnya sangat tertutup tapi dia mampu menjadi yang nomor satu di bidang industri hiburan. Mungkin aku bisa bertanya pada orang-orang yang pernah bekerja sama dengan RenZ, mungkin di antara mereka bisa memberiku petunjuk. "Permisi, Nona M-Maria?" Tiba-tiba seora
103.7K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as lampu void
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status