Malam Panas, Hati yang Membeku
Seperti biasanya, aku meraba-raba menaiki tangga, lalu menekan nomor yang sudah lama tak pernah kuhubungi.
"Yuvan, aku setuju jadi pengganti cinta pertamamu."
"Tapi kamu harus membantuku satu hal."
Di seberang telepon, suara rendah pria itu tidak ada sedikit pun keraguan.
"Baik."
Aku menutup telepon, lalu dengan perlahan berjalan turun lagi.
Sebenarnya kalau didengarkan dengan saksama, di tengah musik berisik itu, terdengar beberapa jeritan perempuan yang terhanyut dalam gairah.
ตอนยอดนิยม