Hasrat Liar Adik Ipar
“Makasih, Arsya. Maaf, Kakak selalu ngerepotin.”
“Asal Kakak bahagia.” Arsya menatap kedua netra Falisha lekat-lekat.
Falisha mengangguk-angguk. “Kakak bahagia, Arsya.”
“Tapi bohong. Kakak enggak lupa, kan, kalau aku bisa baca pikiran seseorang?”
“Tapi bohong?” Falisha sengaja menirukan sebagian kalimat yang barusan dilontarkan Arsya, sehingga laki-laki di depannya itu mengukir senyum.