Hanya Rumahku Yang Selalu Dilewati
Belum lama berlalu, Citra sudah nongol lagi di ambang pintu.
“Nanti sore Kakak ke rumahku ya. Bantuin aku menyambut Uwak yang mau datang berkunjung ke rumahku. Sebenarnya aku tuh kewalahan juga ya, banyak sekali keluargaku yang mau mengunjungi rumahku. Bukannya gimana-gimana sih, Cuma ya beginilah resikonya punya rumah bagus. Keluarga jadi pada pengen datang deh, akhirnya aku juga yang kerepotan melayani mereka. Haduh… . Nanti Kakak datang ya, bantuin aku,” katanya.
Ya Alloh Ya Robbi, belum juga hilang kekesalanku yang tadi karena dibohongi, sekarang kata-katanya itu menyebalkan sekali.
Hot Chapters