SENDIAKALA
Ia menjulurkan payung yang digunakannya untuk melindungiku dari deraian hujan dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya ia gunakan menahan payung yang digunakan untuk melindungi dirinya sendiri.
“Azahra, ayok! Hujan semakin lebat.” Suaranya terdengar menggertakku sebab aku hanya diam tanpa memberikan jawaban. Banyak pertanyaan dariku hingga membuatku tak bisa berbicara ataupun berpikir dengan jernih kala ini. Aku hanya terdiam, menuruti dengan mudah apa kata mas Risam, mengikutinya berjalan menelusuri jalanan yang diciptakan di antara gundukan tanah.
ตอนยอดนิยม