Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta

Dari Terpaksa Perlahan Jadi Cinta

Tenda panjang biru dipasang dari ujung kanan blok dan halaman depan rumah Syuja, sampai ke ujung halaman rumah Hisyam serta batas gerbang blok F. Rumah Hisyam berderet dengan kediaman Jauhari, Yusuf, Aditya, Dimas, dan Syuja. Mereka sepakat untuk tidak membangun tembok pembatas di halaman masing-masing, supaya seluruh pekarangan 6 rumah itu bisa disatukan, dan digunakan untuk acara siraman serta pengajian.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai list tembok depan rumah
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta Kakakku

Gairah Cinta Kakakku

* * * Dengan gerakan perlahan namun penuh kebanggaan, Juna membuka pintu sebuah rumah yang memancarkan aura minimalis modern. Cat tembok putihnya berkilauan diterpa cahaya matahari, dan bangunannya tampak begitu segar, seolah baru saja selesai dibangun. Sentuhan taman kecil di halaman depan, dengan rumput hijau yang terawat rapi dan beberapa tanaman hias yang berwarna-warni, semakin menambah kesan hangat dan mengundang.
1035.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai list tembok depan rumah
Baca
+Pustaka
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

> “Kita gak butuh korban lagi kalau kamu duduk, Zak.” “Rumah ini cuma ingin dikenang. Diingat. Diterima.” Zaki berjalan pelan, duduk. Segera setelah itu, suara ribut terdengar dari seluruh penjuru rumah. Tembok bergetar. Lantai retak. Foto-foto di dinding bergerak sendiri, lalu jatuh satu per satu. Pak Pratama berdiri, wajahnya penuh luka yang dulu pernah ditutupi.
10846 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai list tembok depan rumah
Baca
+Pustaka
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

"Rumah kamu yang mana?" ["Rumah saya yang berpagar putih banyak tanaman merambat. Cari saja rumah yang paling banyak tanaman di depan rumahnya. Nomor dua ratus empat. Itu rumah saya, pintu rumah saya terbuka lebar, ada jemuran selimut bermotif bunga warna-warni dan saya sedang duduk di kursi teras depan rumah. Rumah saya yang paling kecil di antara rumah yang lainnya."]
11.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai list tembok depan rumah
Baca
+Pustaka
Berangkat Miskin Pulang Kaya

Berangkat Miskin Pulang Kaya

“Yo, bagus, toh, Ragil. Orang-orang di sini semua kagum lihat rumah Mamak sekarang. Dulu tidak seperti ini,” Mamak melihat Vivian. “Suroto bagaimana?” Mamak terkekeh. “Jangan ngurusi dia.” Vivian dan Mamak masuk, aku mengambil barang-barang dari bagasi, lalu mengikuti mereka. Rumah ini sangat nyaman dan segar. Ventilasinya cukup baik. Aku langsung melihat-lihat sekeliling. Ubinnya yang kinclong dan terang, kulkas dan mesin cuci baru. Bagian depan rumah berdinding kayu. Tapi di bagian belakang, samping kanan kiri dindingnya tembok bercat abu.
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai list tembok depan rumah
Baca
+Pustaka
Menikah Tapi Tak Serumah

Menikah Tapi Tak Serumah

Tembok rumah itu berwarna cream nyaris putih tulang senada dengan lantai keramiknya dengan pintu dan jendela yang berbahankan kayu jati bercatkan warna cokelat tua. Sofa yang ada di ruang tamu berwarna putih gading dengan beberapa kaligrafi indah yang menghiasi dinding, juga sabuah gambar Ka'bah berukuran besar di salah satu sisinya. Karpet dan permadani yang tak kalah bagusnya juga menyelimuti lantai pada sebagian besar ruangan berukuran 5 x 6 meter itu. "Assalamu'alaikum."
1047.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai list tembok depan rumah
Baca
+Pustaka
Masih Tentangmu (Setelah Kita Berpisah)

Masih Tentangmu (Setelah Kita Berpisah)

Salah satu kendaraan kesayangan milik Pak Benowo mundur ke belakang. Tembok rumah orang tua Gama menjulang tinggi. Sekitar 2-3 meter. Tidak ada celah yang bisa digunakan untuk mengintai ke dalam. Pagar beton dengan pintu gerbang berupa plat utuh bercat hitam. Di sebelah kiri pintu pagar, ada pos satpam. Lelaki yang sudah mengabdi cukup lama pada keluarga Pak Benowo, mengangguk hormat pada putra majikannya.
10139.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai list tembok depan rumah
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
nana
kisah ttg orang² yg berjiwa besar . bagaimanapun memaafkan itu leh indah drpd mendendam.. sangat menginspirasi dlm menyikapi mslh dlm rumahtangga.. salut dgn nadia yg begitu penuh perhitungan dlm menyikapi suaminy yg melakukan kesalahan
Ummu Syarifah
Jatuh cinta dengan karya kak Lis yang satu ini, part awal sudah dibuat up and down. Alur, twist, plot tertata dengan bagus membawa pembaca masuk ke dunia cerita. Seperti cerita Bara dan Delia serta karya kak Lis yang lain, banyak pesan moral yang disampaikan kepada pembaca. Sehat&sukses selalu kak
Baca Semua Ulasan
Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami

Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami

“Mereka lagi ngapain, Pram?“ tanya Bapak yang sudah berdiri di sebelahku. Aku bergeming. Aku juga tidak tahu, sepertinya rumah juga sudah pas sesuai keinginanku, hanya garasi saja yang perlu dirubah. Tapi ini Kenapa tembok depan dibobol begitu? Kenapa Sherly tidak koordinasi sama sekali sebelum menyuruh para tukang ini? “Pram, rumahnya mau diapain, Pram?“ Kini ibu yang ikut menanyaiku.
1062.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai list tembok depan rumah
Baca
+Pustaka
King Of Universe

King Of Universe

[Baiklah, kuncinya ada di inventaris ya] "Oke." jawab Bima lalu pergi hilang begitu saja. Bima muncul di depan sebuah rumah mewah yang lumayan besar, halaman depan yang luas, garasi luas, halaman belakang terdapat taman kecil, dan sebuah kolam ikan di dekat pohon mangga yang rimbun. "Bagus nih." ucap Bima puas. Bima berjalan ke halaman belakang, dia mencari tempat yang kosong untuk di buat gazebo yang sudah lengkap dengan bar kecil. Bima membeli bangunan itu dari sistem karena sedang malas menggunakan elemen kayunya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai list tembok depan rumah
Baca
+Pustaka
Pulang Kampung Bawa Sultan

Pulang Kampung Bawa Sultan

Menggosok tembok. "Abang sedang apa?" Aku membuka helm dan mendekatinya. "Apa di Indonesia ini tak boleh ada tembok yang bersih?" Dia mengomel. Samping kiri rumah ini adalah jalan gang. Saat anak-anak berangkat sekolah biasanya suka ada yang iseng coret-coret tembok. Kadang dengan pulpen, kapur, atau batu dan genteng pun bisa. "Itu anak-anak biasanya suka iseng, Bang."
9.781.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai list tembok depan rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status