Mutiara Sang Rahwana
Ternyata manisnya madu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan bulan madu.
"Tiara, aku sudah siap berangkat. Aku ingin pulang membawa senyummu, lebih-lebih bisa memasuki ruang hatimu. Aku Bima, Bima Sena Dwijaya mencintaimu, Tiara. Terima kasih sudah menerimaku walau terpaksa. Terima kasih telah menyerahkan hidupmu. Aku sudah berjanji di hadapan Tuhan, aku tidak main-main dengan janji itu. Sebisaku akan kupenuhi janji pada Tuhanku, Tiara. Aku akan menjagamu, melindungimu, mencintaimu bahkan aku bersumpah akan memiliki hatimu. Bukan merebutnya, aku akan berusaha membuat kamu sendiri yang setulus hati menyerahkannya padaku. I love you, Mutiaraku."
Hot Chapters