Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
CINTA INI BUTA

CINTA INI BUTA

Degg Jantung Riana berdetak kencang, ia mulai berpikir yang aneh-aneh tentang Utari. "Hallo ... Nak Riana!" "Eh iya, Pak! Pesan Bapak akan saya sampaikan!" jawab Riana dengan tergagap. Riana menatap Marvel sesaat setelah ia mematikan gawainya. "Ayo kita jenguk Utari! Saat ini ia masuk Rumah Sakit!" ajak Riana sambil menarik tangan Marvel untuk mengikutinya. "Tidak, Na! Aku malas, aku sudah memutuskan hubunganku dengannya!"
103.5K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as mbak kunti
Read
+Library
Koma

Koma

RIMBA "Bisa nggak nulis kisah orang lain aja, jangan kisah gue, muak gue bacanya males juga nginget masa lalu. Pokoknya bab selanjutnya harus ganti, tulis kisah lain! Fix no debat!" "Ssssttttt. Iya, gue ganti. Please..... jangan berisik." "Ganti di bab ini! Sekarang juga!" "gimana sih, katanya di bab selanjutnya?"
102.8K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as mbak kunti
Read
+Library
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

Jangan lupa banyakin istighfar dan berdoa) Satu pesan masuk dari Mbk Rini. Ini mah bukan niat mau kasih support, tapi setengahnya ngledek. (Pasti Mbak. Ku setokin sabar seluas-luasnya kayak laut. Puas kan dirimu!)balasku. (Hahahahahaa...... mantaab, lanjutkan. Semoga masih betah ya di rumah sendiri) balasnya lagi. Memang ipar kurang ajar sebenernya tipe-tipe kayak Mbak Rini gini. Dia hobi banget giniin adik iparnya. Dasar kupret. Umpatku.
1011.6K viewsOngoingAdded to Library 462 Times as mbak kunti
Read
+Library
Mengandung Benih Sahabat Kakakku

Mengandung Benih Sahabat Kakakku

balas Kinanti. "Ingat kata-kata ibu. Jangan pernah mencoba bunuh diri lagi! Jangan pernah mencoba membunuh bayi kamu lagi! Itu semua perbuatan dosa." Indah memberi wejangan pada Kinanti. "Ini, Ma." Intan memberikan tas milik Kinanti yang sudah diisi pakaian gadis itu. "Ini tas kamu dan ini ada sedikit uang untuk kamu membeli makanan." Indah menyelipkan uang kertas seratus ribu rupiah ke tangan Kinanti.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as mbak kunti
Read
+Library
Batas kesabaran seorang istri!

Batas kesabaran seorang istri!

tegur Mbak Rini. Mbok hanya diam sembari menyelesaikan pekerjaannya, sesekali Mbok duduk di kursi karena kakinya yang di bantu penopang kayu itu mungkin terasa keram. Mbok tak sedikit pun merespon ucapan Mbak Sinta dengan ucapan pula, hanya raut wajahnya saja yang tak sedap di pandang mata yang berarti ia tak suka mendengar ucapan menantu tertuanya itu.
1075.8K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as mbak kunti
Read
+Library
Sepiring Tumis Pepaya Muda

Sepiring Tumis Pepaya Muda

Apa yang dikatakan Mbak Soraya waktu itu benar, wanita itu cukup sulit ditebak. "Kau akan mengerti apa yang kukatakan jika sudah bertemu dengan Kinanti, Zia." Kalimat yang diucapkan Mbak Soraya kala itu, kini bergema kembali ditelingaku. Akhirnya aku mengerti, mengapa ia berkata seperti itu. Wanita ini, Kinanti. Seperti memiliki dua sisi wajah yang berbeda. "Kau wanita yang cantik dan kaya, mbak. Kau juga terpelajar. Apa yang tidak kau bisa kau miliki, aku yakin semua yang kau inginkan bisa kau raih." Ucapku memujinya.
1011.9K viewsCompletedAdded to Library 417 Times as mbak kunti
Read
+Library
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

Aku mencari ke segala arah, tapi tetap tidak melihatnya. Sampai akhirnya, kulihat kerumunan orang mengelilingi taman kecil di pinggir taman kota. Melalui celah di antara kerumunan itu, sepertinya aku melihat sosok yang sangat familier. Sosok itu ... seperti Karen. Langkahku langsung kacau saat berjalan ke sana. Minuman hangat yang kubawa sudah tumpah lebih dari separuh dan membakar kulit tanganku hingga memerah.
10.8K viewsCompletedAdded to Library 346 Times as mbak kunti
Read
+Library
Cinta Abu-Abu

Cinta Abu-Abu

Dua cowok tadi akhirnya pergi sambil salah tingkah. Hani berbisik pelan ke Marni, “Wah… baru juga.” Marni menahan senyum. Sementara Fanya terlihat sedikit tidak nyaman. Dan dari jauh Brian tanpa sengaja melihat semuanya. Ia berdiri di depan kantin sambil membawa mie instan cup murah dan air mineral. Sendirian. Matanya sempat bertemu dengan mata Clinton. Cowok itu menyeringai tipis seolah menang telak.
232 viewsOngoingAdded to Library 6 Times as mbak kunti
Read
+Library
Mbak, I Love You

Mbak, I Love You

Tampaknya, setelah keluar dari kandang ular, Innara kini terperangkap di kandang macan. "Singa Mbak." Ralat Halil yang membuat Innara mengernyit. Apa Innara mengucapkan isi pikirannya dengan lantang? "Mbak keluar dari kandang ular untuk terperangkap di kandang singa. Arti nama keluargaku itu singa. Lagian di film juga judulnya Lion King, Raja Singa bukan Tiger King apalagi Musang King." Ucap halil dengan santainya seraya mendorong Innara untuk berjalan menuju satu-satunya sofa yang ada di ruangan itu. "Duduklah, kursi itu ada disana untuk diduduki bukan dipandangi." Ucapnya seraya memutar tubuh Innara supaya menghadap ke arah televisi layar datar berukuran cukup besar dan mendudukkan tubuhn
1019.2K viewsCompletedAdded to Library 576 Times as mbak kunti
Read
+Library
Permaisuri di Zaman Modern

Permaisuri di Zaman Modern

Bagaimana mungkin Bianca tidak mengetahui soal mbak kunti. "Kenapa Bu, ada yang aneh? " "Kamu beneran tidak tahu? " dengan polos Bianca menganggukkan kepalanya. Di tempatnya dulu memang tidak ada yang namanya mbak kunti. Mungkin saja ada tetapi dengan nama yang berbeda. Ibu-ibu itu saling pandang. Kemudian mereka memberi nasehat untuk berhati-hati. "Terimakasih Bu. Kalau begitu Saya pergi dulu."
1.9K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as mbak kunti
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status