Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bertahan Atau Dimadu?

Bertahan Atau Dimadu?

Menutup hidungnya menggunakan telapak tangan agar asap pembakaran tidak terhirup masuk ke sistem pernafasannya. Berbeda dengan sampah lain yang akan membutuhkan waktu lama saat proses pembakaran. Sampah beriis barang berupa beberapa buntalan kain itu terbakar dengan cepat. Termasuk dengan plastik yang membungkusnya. Pak Joko menatap Pak Anwar yang sejak tadi hanya diam saja menatap semua pemandangan di depannya.
12.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 377 kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Seruni Senja

Seruni Senja

jawab Tidan. “Nek, aku pinjam korek apinya,” kata Tidan. “Boleh, ambil saja di dapur,” jawab Nenek. Tidan pun mencari korek di dapur setelah ketemu dia pun bergegas untuk membakar tumpukan sampah itu. “Ira aku bakar di sebelah sini ya?” tanya Tidan. “Oke,” jawab Ira. Ira pun sudah manjat pohon, buku komik yang di bawa Ira di tinggalkan di bawah pohon.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

"Aku sedang membakar dupa untuk membantu anakku, bahkan aku melakukan ini secara rutin di setiap bulan purnama agar ia dapat bereinkarnasi dengan mudah dan segera bertemu denganku yang telah menunggunya nanti." Ntah kenapa aku langsung menangis "Ayah..." Ucapan ku langsung membuat Kakek Dewa menoleh. Aku langsung memeluk Kakek Dewa yang masih menatap aku dengan ekspresi terkejut seperti tidak percaya atas ucapan ku. Tiba-tiba mataku gelap dan tidak dapat melihat apapun, aku langsung terbangun lalu melihat kearah jendela, benar saja Kakek Dewa sedang membakar dupa. Ia menoleh ke arahku "Apakah kau terbangun karena suaraku cukup berisik Nona?" tanyanya. Aku hanya menggeleng dan melanjutkan tid
1015.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Petaka Di Lorong Kampus

Petaka Di Lorong Kampus

Dylan ikut menyibakan dedaunan disana, dan di lihatnya sebuah baskom berisi air putih yang di taburi berbagai macam bunga dan disampingnya terdapat tempat bakaran kemenyan yang sudah padam. “Kau yakin ini yang kau lihat dalam mimpimu Re?” “Sangat yakin kak, karena saat itu aku merasakan itu seakan nyata banget” “Aneh sekali, benda yang kau lihat dalam mimpi ternyata ada dalam kenyataan”
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Ia gagal membendung air matanya. Setelah kejadian itu Audry memimpikan orang tuanya berhari-hari. Bunga tidur itu sangat mengganggu Audry lantaran di sana Audry memimpikan peristiwa kebakaran. Audry melihat langsung bagaimana kobaran api dengan ganas melalap orang tua dan adik-adiknya. Mereka gosong dan menghitam. Mimpi itu membuatnya kerap terbangun saat tengah malam.
10170.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Aroma Dalam Mimpi

Aroma Dalam Mimpi

“Apa itu murni dari imajinasimu... atau ada sesuatu yang menginspirasinya? Karena... aku merasa pernah melihatnya. Sekilas, seperti kilasan dalam ingatanku. Di ladang lavender.” Ren terlihat terdiam sejenak, seperti mencoba menggali memori yang lama terkubur. Tatapannya menerawang, lalu ia menjawab perlahan, “Sejujurnya... sebelum aku mulai bermimpi tentang kita, aku sering mengalami mimpi aneh. Dalam mimpi itu, aku melihat seorang wanita berdiri di tengah ladang bunga, dikelilingi cahaya senja. Rasanya seperti di masa lalu... mungkin abad yang berbeda. Tapi saat itu aku hanya menganggapnya sebagai bunga tidur.”
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Pria Sampah Tak Terduga

Pria Sampah Tak Terduga

'Sret' tiba-tiba tangan kanannya teriris oleh suatu benda yang tak kasat mata, tangannya mengeluarkan banyak darah, meringis kesakitan seraya menekan luka dengan tangan kirinya. Tak lama kemudian Suma dan kawan-kawan nya muncul dari balik semak-semak. "Hahaha lihat apa yang dilakukan bocah sampah ini, "ejeknya. Berjalan kearah Juan dengan sombong bersama teman-temannya, "oh dan lihat, " tangan nya mengambil buku itu dari atas tanah. " Dia bahkan diam-diam mencuri buku dari perpustakaan hanya untuk membaca buku kosong, sekali sampah tetap sampah, " melempar buku itu ke wajah Juan. " hahahaha aku merasa kasihan pada ibunya karena sudah melahirkan seorang anak tak berguna sepertinya. Bahkan
9.4196.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.9K kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Ia kemudian mengambil kalung itu dan hendak membuangnya di pembakaran sampah di depan kosannya. ”Sebaiknya ini cepat disingkirkan,” ucap Angi yang bergegas keluar kamar kosan dan menuju tempat pembuangan sampah. Ia mengeluarkan korek api dan mulai membakar sampah beserta jimat yang diberikan ayahnya itu. Api berwarna merah itu terus membakar sedikit demi sedikit tali jimat itu dan berlanjut menuju kain yang membelit isi jimat. Api itu sudah membubukkan seluruh jimat itu. Angi kemudian kembali lagi ke kamarnya yang berada di lantai dua itu.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

Api terus bergerak masuk kedalam gua meninggalkan bekas terbakar di belakangnya. Tumbuhan berdaun merah yang menyerang sekarang tinggal sisa-sisa ranting terbakar yang mengeluar asap tebal membumbung di udara. Kyai Rangga mengeluarkan selembar daun merah yang disimpannya, dilihatnya lagi daun merah itu yang perlahan-lahan berubah jadi abu dan lenyap melayang ke udara.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 394 kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

“Semua udah kebakar jadi abu.” Merasa penasaran, Savita perlahan turun dari atas ranjang. Dia menjejakkan kakinya di lantai yang dingin. Berpegangan pada tiang infus, dia berjalan pelan ke kamar mandi. Kemudian, masih dengan gerakan lambat, Savita naik ke atas kloset dan mengintip dari celah jendela ventilasi nako. Di dekat area pembuangan sampah, Siti sedang memasukkan lembar demi lembar kertas dari map merah ke dalam tong sampah besi yang mengobarkan api.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status