Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Boss Behavior

My Boss Behavior

Mau tidak mau Zara menyusul walau terus menyumpahi Reon dari belakang. "Ada yang harus kau bereskan di sini. Tempat pembakaran sampah ada di halaman belakang. Bakar semuanya," ujar Reon tanpa berhenti berjalan. "Hah?! Sampah lagi?!" Memekik pun tidak ada artinya. "Huft! Apa boleh buat? Makhluk rendahan sepertiku hanya bisa menurut, 'kan? Seolah kau yang paling suci." Zara mengendikkan bahu.
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Main Belakang

Main Belakang

Api berkobar di manik mata Aira, menari-nari liar di atas kertas foto yang perlahan menghitam dan melengkung dimakan bara. Bau gosong menyengat memenuhi halaman belakang, dari sebuah tong besar tempat pembakaran sampah. Tatapan Aira tak beralih sedikit pun dari lidah api yang melahap wajah Devan hingga menjadi serpihan abu. ​Flashdisk perak kecil di genggamannya terasa dingin dan beku. Dengan kepalan yang mengerat, Aira melemparkan benda itu tepat ke tengah bara yang sedang membakar lembaran terakhir.
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Patah Hati Membuat Tuan Presdir Jadi Hampa

Patah Hati Membuat Tuan Presdir Jadi Hampa

“Sakit? Apa maksudnya, Sayang?” Dewa mengerutkan alis menatap gulungan tisu dengan noda darah. Dalam hati, pria itu memaki diri sebab sembarangan membuang sampah. Ia benar-benar lupa melenyapkan barang bukti itu. “Iya kamu sakit apa, Dewa? Kamu mimisan lagi?” desak ibu hamil.
1059.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Seruni Senja

Seruni Senja

jawab Tidan. “Nek, aku pinjam korek apinya,” kata Tidan. “Boleh, ambil saja di dapur,” jawab Nenek. Tidan pun mencari korek di dapur setelah ketemu dia pun bergegas untuk membakar tumpukan sampah itu. “Ira aku bakar di sebelah sini ya?” tanya Tidan. “Oke,” jawab Ira. Ira pun sudah manjat pohon, buku komik yang di bawa Ira di tinggalkan di bawah pohon.
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

"Aku sedang membakar dupa untuk membantu anakku, bahkan aku melakukan ini secara rutin di setiap bulan purnama agar ia dapat bereinkarnasi dengan mudah dan segera bertemu denganku yang telah menunggunya nanti." Ntah kenapa aku langsung menangis "Ayah..." Ucapan ku langsung membuat Kakek Dewa menoleh. Aku langsung memeluk Kakek Dewa yang masih menatap aku dengan ekspresi terkejut seperti tidak percaya atas ucapan ku. Tiba-tiba mataku gelap dan tidak dapat melihat apapun, aku langsung terbangun lalu melihat kearah jendela, benar saja Kakek Dewa sedang membakar dupa. Ia menoleh ke arahku "Apakah kau terbangun karena suaraku cukup berisik Nona?" tanyanya. Aku hanya menggeleng dan melanjutkan tid
1015.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 430 kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Petaka Di Lorong Kampus

Petaka Di Lorong Kampus

Dylan ikut menyibakan dedaunan disana, dan di lihatnya sebuah baskom berisi air putih yang di taburi berbagai macam bunga dan disampingnya terdapat tempat bakaran kemenyan yang sudah padam. “Kau yakin ini yang kau lihat dalam mimpimu Re?” “Sangat yakin kak, karena saat itu aku merasakan itu seakan nyata banget” “Aneh sekali, benda yang kau lihat dalam mimpi ternyata ada dalam kenyataan”
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Ia gagal membendung air matanya. Setelah kejadian itu Audry memimpikan orang tuanya berhari-hari. Bunga tidur itu sangat mengganggu Audry lantaran di sana Audry memimpikan peristiwa kebakaran. Audry melihat langsung bagaimana kobaran api dengan ganas melalap orang tua dan adik-adiknya. Mereka gosong dan menghitam. Mimpi itu membuatnya kerap terbangun saat tengah malam.
10171.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Aroma Dalam Mimpi

Aroma Dalam Mimpi

“Apa itu murni dari imajinasimu... atau ada sesuatu yang menginspirasinya? Karena... aku merasa pernah melihatnya. Sekilas, seperti kilasan dalam ingatanku. Di ladang lavender.” Ren terlihat terdiam sejenak, seperti mencoba menggali memori yang lama terkubur. Tatapannya menerawang, lalu ia menjawab perlahan, “Sejujurnya... sebelum aku mulai bermimpi tentang kita, aku sering mengalami mimpi aneh. Dalam mimpi itu, aku melihat seorang wanita berdiri di tengah ladang bunga, dikelilingi cahaya senja. Rasanya seperti di masa lalu... mungkin abad yang berbeda. Tapi saat itu aku hanya menganggapnya sebagai bunga tidur.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Pria Sampah Tak Terduga

Pria Sampah Tak Terduga

'Sret' tiba-tiba tangan kanannya teriris oleh suatu benda yang tak kasat mata, tangannya mengeluarkan banyak darah, meringis kesakitan seraya menekan luka dengan tangan kirinya. Tak lama kemudian Suma dan kawan-kawan nya muncul dari balik semak-semak. "Hahaha lihat apa yang dilakukan bocah sampah ini, "ejeknya. Berjalan kearah Juan dengan sombong bersama teman-temannya, "oh dan lihat, " tangan nya mengambil buku itu dari atas tanah. " Dia bahkan diam-diam mencuri buku dari perpustakaan hanya untuk membaca buku kosong, sekali sampah tetap sampah, " melempar buku itu ke wajah Juan. " hahahaha aku merasa kasihan pada ibunya karena sudah melahirkan seorang anak tak berguna sepertinya. Bahkan
9.4196.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.9K kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Ia kemudian mengambil kalung itu dan hendak membuangnya di pembakaran sampah di depan kosannya. ”Sebaiknya ini cepat disingkirkan,” ucap Angi yang bergegas keluar kamar kosan dan menuju tempat pembuangan sampah. Ia mengeluarkan korek api dan mulai membakar sampah beserta jimat yang diberikan ayahnya itu. Api berwarna merah itu terus membakar sedikit demi sedikit tali jimat itu dan berlanjut menuju kain yang membelit isi jimat. Api itu sudah membubukkan seluruh jimat itu. Angi kemudian kembali lagi ke kamarnya yang berada di lantai dua itu.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai mimpi membakar sampah daun kering
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status