Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bayangan Dalam Pandang

Bayangan Dalam Pandang

“Itu… Hm… Saya baru tahu ada fakta seperti itu. Namun saya tetap sulit berada dalam kesimpulan bahwa mereka adalah buaya dari alam manusia. Ukuran tubuh mereka-” “Kalau mereka binatang purba bagaimana?” celetukku, tidak sengaja memotong ucapan Satoru. Pria itu menatapku dengan ekspresi yang rumit, kemudian berkata, “Aku tidak menyangka kamu memikirkan ide yang cukup liar.”. “H-habisnya, aku pernah membaca artikel yang menyebutkan bahwa buaya purba dapat tumbuh hingga sepuluh meter lebih dan mampu memanjat dengan mudah!” balasku.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Omega keeper Of Crystalon

Omega keeper Of Crystalon

“Aku sudah muak dengan ikan dan buah! Aku mau daging! Aku mencium bau Babi Hutan Bercula ke arah utara! Makhluk besar, berbahaya, dan pasti sangat lezat!” Lian mendengus dengan jijik. “Itu adalah ide terbodoh yang pernah kudengar,” katanya dengan dingin. “Babi Hutan Bercula adalah makhluk teritorial kelas B. Menyerangnya tanpa persiapan adalah bunuh diri. Menangkap ikan kristal di sungai timur jauh lebih efisien dan tidak berisiko.” “Efisien itu membosankan!” balas Zane. “Aku mau tantangan!”
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota

Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota

Dari dalam tubuh buaya yang terbelah, sebuah butiran putih sebesar telur burung dara terbang keluar sendiri ke arah telapak tangannya, mendarat dengan ringan di sana. Ryan mengerutkan dahinya, memandangi benda itu dari dekat. 'Inti kultivasi binatang.' Pikirannya bergerak sendiri. 'Tapi ada yang tidak beres. Aura di dalamnya bukan aura buaya biasa.' 'Ada aura ular iblis yang terkonsentrasi di sini. Makhluk ini punya sejarah yang jauh lebih kompleks dari yang terlihat dari luar.'
1068.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai mulut buaya
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Nickie
izin promosi bisa dibaca novel baru judulnya kesempatan kedua pangeran oleh penulis nickie...yang suka membalikkan keadaan, balas dendam, penyelamatan keluarga dan cinta, pewaris kaya, dan misteri ada romance bisa dicoba baca buku ini.... bisa kasih saran untuk perbaikan ke depannya..terima kasih
Baca Semua Ulasan
Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik

Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik

“Benarkah?” “Jika begitu ada kemungkinan berarti hasil saat memeriksa nadi nona Yue ini mengerucut ke tiga jenis beast semut.” “Yang pertama kemungkinan Semut Muka anjing. Semut ini sebesar ibu jari orang dewasa dan semut ini paling mematikan yang junior ini ketahui karena setiap sengatannya mengandung racun. Sebagian besar spesies semut wajah anjing ini memiliki warna oranye terang atau merah di perut atau kepalanya, serta memiliki rahang panjang yang ramping dan mata yang besar.”
1016.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 566 kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Suamiku Mati Kutu

Suamiku Mati Kutu

kata Mas Ervan. Aku menutup mukaku dengan kedua tanganku saat Mas Ervan bersiap menusukkan pisau itu ke perutnya, sekilas terbayang betapa ngerinya nanti jika pisau itu benar menancap di perut Mas Ervan, lalu darah akan menyembur keluar atau bahkan ususnya akan terurai keluar, sungguh aku ngeri. Bug, Sebuah suara seperti sebuah pukulan yang keras di ikuti suara pisau yang terjatuh dan beradu dengan lantai.
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 688 kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Ogan Prajurit Sriwijaya

Ogan Prajurit Sriwijaya

Akibatnya buaya tersebut mental dan jatuh terkapar. Setelah itu dua buaya yang lain justru menghampiri buaya terkapal tadi, penampakan mengejutkan akhirnya terjadi. Dua buaya itu dengan lahap lalu memakan temanya. Satu ekor menggigit bagian kaki depan sebelah kanan lalu memutusnya dengan memutarkan tubuhnya. “Ya ampun, dasar buaya tak hanya rakus dia juga sosok kanibal juga,” Ogan merasa jijik.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Janu: Tahap Awal

Janu: Tahap Awal

Sementara itu Malya dan Wulung dengan sigap menerima tombak bambu lagi, dan melompat lagi ke arah Janu. Berusaha agar tombak bambu yang menancap di perut sang buaya tidak patah, keduanya pun ikut menghujamkan tombak ke perut si buaya. Lalu dengan sekali hentakan, mereka merobek robek semakin lebar perut si buaya.
9.135.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 825 kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Beneath the Mafia’s Veil

Beneath the Mafia’s Veil

Sebuah buah jingga berduri halus menarik perhatiannya. “Apa ini?” tanya Evelyn pada penjualnya. “Itu buah muluha khas dari pulau ini” jawab penjual sambil mengiris satu dan memberikan potongan kecil kepada Evelyn. “Rasanya manis dengan sedikit asam.” Evelyn mencicipi potongan itu dan matanya langsung melebar. “Ini enak sekali!” katanya dengan antusias. Leon, yang berdiri di sebelahnya, mengambil satu potongan untuk mencoba. Ia mengunyahnya perlahan, lalu mengerutkan dahi. “Manis, tapi rasanya seperti... permen campur cuka.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
ELLIA

ELLIA

Anonim.inaalaiaelianael
Terompet yang melengking dari gajah-gajah. Celotehan berang-berang yang tak ingin lekas naik dari aliran air. Buaya-buaya yang tenang mengintip di dalam ketenangan air. Auman berbagai jenis beruang mulai dari beruang hitam amerika, beruang cokelat, panda mata hitam dan panda merah, beruang madu, beruang sloth, beruang andes, beruang hitam asia. Pekikan berbagai jenis monyet dan orangutan bahkan simpanse hingga gorila. Suara kunyahan unta-unta makan seraya terkantuk-kantuk. Desisan jenis-jenis ular, baik ular berbisa maupun tidak berbisa.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Aku dan Sembilan Raja Beast yang Mengiginkanku

Aku dan Sembilan Raja Beast yang Mengiginkanku

Sistem berkedip pelan di sudut penglihatannya. [Misi Tambahan Terbuka] [Dapatkan: Air Mata Buaya dari Alpha Rawa] [Tujuan Tersembunyi: Tingkatkan Ikatan dengan Thorn] [Hadiah: +15 poin kompatibilitas strategis] Elara mendesah pelan. Air mata buaya. Sebagai ilmuwan, ia tahu buaya tidak menangis karena emosi kelenjar lakrimal mereka mengeluarkan cairan untuk membersihkan mata saat lama di darat.
592 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status