Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gadis Dua Belas Digit

Gadis Dua Belas Digit

Ada rasa takut dan juga kesal. "Apa kau tidak sekolah? Mengapa menjadi gundik di tempat ini?” Mark beranjak, merapikan kemeja hitamnya. “Anak seusiamu seharusnya masih menempuh pendidikan. Kau malah menjual tubuh!"
3.2K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as non-marking artinya
Read
+Library
Kesempatan Kedua (part 2 dari novel Percayalah Cinta)

Kesempatan Kedua (part 2 dari novel Percayalah Cinta)

“Baik juga usulmu.“ “Tapi kalau kau keberatan …,“ kata Chelsy menimbang keberatan Mark. “Untuk apa aku keberatan? Yang ada malah aku yang takut, kau keberatan!“ sahut Mark sambil terkekeh. “Kenapa kau berpikir begitu?“ tanya Chelsy merasa geli. “Siapa tahu kau …?!“ goda Mark tidak melanjutkan kata-katanya tapi menggoda Chelsy dengan isyarat mata dan senyumannya. Mark menunggu reaksi Chelsy. Chelsy mengerutkan kening, tanda tidak mengerti. “Barang kali…?“ kata Mark lagi memperjelas maksudnya sambil mengerlingkan matanya dengan jahil. Chelsy tersenyum akhirnya mengerti apa maksud Mark. “Rasanya hal itu tidak akan terjadi! Ayo kita segera pulang. Aku merasa sangat lelah,“ kata Chelsy sambil men
109.2K viewsCompletedAdded to Library 285 Times as non-marking artinya
Read
+Library
My Sugar Daddy is a Monster

My Sugar Daddy is a Monster

Aku mulai meronta sekuat tenagaku untuk memperlambat gerakannya. "Ayolah.. memohon! Atau sebut namaku... Dengan senang hati aku akan melepasmu setelah melakukannya.. Bagaimana? Hm?" Ucap Mark tersenyum licik penuh kemenangan saat ia telah selesai mendandaniku dengan pakaian yang menjadi fantasinya. Mataku membengkak karena air mataku. Make up yang dipakaikan Markpun ikut luntur dibuatnya. Dadaku sesak dan hatikupun muak!
10139.4K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as non-marking artinya
Read
+Library
His Obsession

His Obsession

Dia tidak pernah mengajari Mark tidak sopan, meninggalkan acara sebelum selesai itu tidak sopan. Namun Mark tak acuh, seakan tidak mengerti maksud tatapan Thalia padanya. Mark membungkukan badan sebelum mengucapkan selamat malam dan meninggalkan restoran itu. Mark memacu mobilnya di kecepatan standar dan membiarkan kaca jendelanya terbuka. Satu lengannya bersandar pada jendela mobil sedangkan satunya lagi masih sibuk memegang setir.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as non-marking artinya
Read
+Library
Terjebak Cinta Bos Sadis

Terjebak Cinta Bos Sadis

Tentang bagaimana batas tidak selalu memisahkan; kadang ia melindungi. Menamai masa depan berarti berani mengatakan apa yang tidak kita inginkan. Akhir pekan itu, kami mengunjungi pameran kecil di galeri. Lukisan-lukisan sederhana, tidak semua indah, tapi jujur. Di depan satu lukisan abstrak, kami berhenti lama. “Apa yang kamu lihat?” tanyanya. “Aku melihat proses,” jawabku. “Bukan hasil.”
101.1K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as non-marking artinya
Read
+Library
Mari Bercerai, Tuan CEO Arogan!

Mari Bercerai, Tuan CEO Arogan!

“Itulah kebaikanku padamu. Tak ada artinya. Tak pernah ada arti di matamu.” Dengan anggun yang hampir seperti luka yang terlihat indah, Viona memasukkan beberapa buah dan sayuran ke dalam troli, sebelum akhirnya mendorongnya menjauh, meninggalkan Mark yang terpatung—beku dalam kebisuan, seolah ia tak lebih dari bayang-bayang yang kehilangan sinarnya.
1059.7K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as non-marking artinya
Read
+Library
Cinta dan Impian

Cinta dan Impian

"Itu anak muda yang gak paham agama. Sementara aku beda. Aku paham agama, dan diajarkan di dalam agamaku jika laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya tidak boleh berpegangan." Marko sebenarnya paham akan ajaran agama, tapi dia sengaja bicara seperti untuk mengelabui Maya agar dia tidak lagi menyentuhnya. "Alah, itu pasti cuma alasan kamu saja." "Terserah, kamu mau percaya atau tidak." "Sebenarnya kamu ini menganggap aku pacar kamu atau tidak sih?" "Kalau aku tidak menganggap kamu, mana mungkin aku mau menjemput kamu tadi."
104.3K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as non-marking artinya
Read
+Library
One Night Stand With A Billionaire

One Night Stand With A Billionaire

serunya meminta penjelasan lebih detail. “Sebaiknya Anda tidak ke kantor Nona Mouren, Tuan.” Mark mengulangi peringatannya. “Kenapa memangnya?” Kening Julian mengerut, mendengar ucapan Mark. “Ada sedikit masalah,” jawab Mark sopan. Julian tidak sabaran mendengar penjelasan Mark yang bertele-tele. “Jelaskan dengan benar atau kau akan melihat cangkir ini melayang, Mark!”
1037.9K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as non-marking artinya
Read
+Library
The Time Replayers

The Time Replayers

Mark mengangkat bahunya. Tanpa terasa, kami sudah mencapai sekolah. “Oke, sampai jumpa, jangan lupa nanti siang,” kata Mark saat kami mencapai kelas. “Oke, sampai jumpa,” balasku. Sejarah Seni cukup mudah. Tidak banyak hambatan bagiku untuk mengerjakan tesnya. Biarpun ini hal yang baru, tapi aku sedikit-banyak telah membacanya. Aku tidak terlalu peduli akan hasil akhirnya.
106.4K viewsCompletedAdded to Library 153 Times as non-marking artinya
Read
+Library
STUCK in MARRIED

STUCK in MARRIED

Mark menerima lingkaran jari kelingking yang di suguhkan oleh Rara untuk menempati janji Kini keduanya telah berada di dalam kamar dengan keadaan pintu yang terbuka lebar, meski Rara sudah mempercai sahabatnya namun ia tidak akan bodoh, maka itu ia meminta Mark untuk membuka pintunya selebar mungkin, agar tidak ada yanng mengira macam-macam " Mike bentar lagi pulang, ntar kalau udah pulang gue suruh dia kesini juga" ujar Mark " hm iya Mark" keduanya pun saling sibuk berkutat di depan laptop mengerjakan tugas seni budaya, meski Rara kurang memahami pelajaran eksak namun dia begitu mahir dalam bermain kata, seni adalah suatu karya yang begitu luar biasa, kecintaanya terhadap karya tulis begitu
1014.4K viewsCompletedAdded to Library 473 Times as non-marking artinya
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status