Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Prajurit Tangguh

Prajurit Tangguh

ucap Adrian sambil berdoa dengan khusyu. Setelah selesai berdoa, Adrian berbicara dengan pastur dan biarawati. Walaupun Adrian beragama Kristen. Tetapi dia sangat akrab dengan pemeluk agama lainnya. Adrian melihat seorang gadis yang sangat cantik sekali, Adrian dengan gadis cantik itu saling berkenalan. Ada radar dan sinyal suka di antara Adrian dengan gadis cantik bernama Naila. Tetapi sayangnya, perbedaan agama dan Negara yang menjadi penghalang.
1014.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai novel adrian dan lisa bab 14
Baca
+Pustaka
Terperangkap Pernikahan Kontrak

Terperangkap Pernikahan Kontrak

Dan bagaimana jika, pada akhirnya, Sherly-lah yang mengisi ruang kosong itu? Malam harinya sembari menunggu Adrian pulang, ia mencoba mengalihkan pikirannya dengan membaca majalah mode dan lifestyle di kamarnya. Ketika pintu kamarnya terbuka dan Adrian masuk, ia langsung bangkit. Ia tersenyum tipis, mencoba menyambut suaminya seperti biasa. Namun, senyum itu segera pudar ketika matanya tertuju pada sesuatu di kemeja Adrian. Ada bekas lipstik samar di kerahnya. “Adrian,” panggil Clarisa pelan, tetapi suaranya terdengar tajam. “Apa itu?”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai novel adrian dan lisa bab 14
Baca
+Pustaka
Gadis Kesayangan Tuan Adrian

Gadis Kesayangan Tuan Adrian

Di sana, aku bertemu Bibi Asri. “Bbi,” panggilku. “Bibi tahu Tuan Adrian ada di mana?” Bibi Asri menghampiriku, terlihat ragu sebelum akhirnya menjawab, “Tuan Adrian tadi malam pergi ke Rumah Jelita, Nona. Dan ... sampai sekarang masih belum kembali.” Ada jeda sunyi yang panjang. Aku hanya berdiri diam di tempatku. Tidak tahu harus berbuat apa dan bersikap bagaimana.
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai novel adrian dan lisa bab 14
Baca
+Pustaka
Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Adrian menatap tulisan itu sekali lagi dan berbisik “Baiklah, Mei Lin. Aku akan cari dia.” Bayangan putih di jendela berkedip pelan, lalu menghilang bersama cahaya pagi yang menembus tirai. Hari itu, Adrian tahu satu hal pasti, perjalanannya baru saja memasuki babak yang lebih berbahaya. ***
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai novel adrian dan lisa bab 14
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Pelangi Jelita
Reader Q tersayang, jumpa lagi dalam karyaku kali ini ya, alih genre dulu ya, semoga kalian berkenan.. Komen.positifmya dan tanggapannya boleh banget di setiap babnya. monggo aja. siapa tau pernah juga mgalamin kejadian honor.. salam manis dari Author kalian.. ...️...️...️...️
Strawberry
Di kakak wangi pandan di rumahku tiap jam 11 keatas, saat aku masih sibuk ama laptopku pasti bau melati lewat....akhirnya setelah tahu ada apa aku pindah ke lantai dua skrang nulisnya eh...awal pindah ke lantai dua masih ikutin wanginya...
Baca Semua Ulasan
Hasrat Terpendam Papa Tiriku

Hasrat Terpendam Papa Tiriku

Olivia berkedip pelan, menatapnya dengan mata yang masih setengah terpejam. “Kamu udah bangun, Sayang?” sapa Adrian dengan suara biasa, seperti pagi-pagi yang lain. Olivia menatapnya beberapa saat sebelum menjawab, “Dari mana?” “Lari pagi. Muterin taman komplek,” jawab Adrian sambil meraih handuk di kursi. “Lumayan, biar nggak tegang sama masalah Solaire. Aku stress.” Olivia mengangguk pelan, menunggu pertanyaan lanjutan: Kondisimu gimana? Mualnya masih?
10100.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai novel adrian dan lisa bab 14
Baca
+Pustaka
Suami yang Kukira Miskin Ternyata Pewaris Rahasia

Suami yang Kukira Miskin Ternyata Pewaris Rahasia

jelas Adrian Wajah Dion memucat. Rahangnya mengeras. “Rania mau bikin Clara keliatan kayak perempuan nggak bener. Kurang ajar!” “Gak cuma itu.” Adrian mengetik cepat, lalu membuka file teks berjudul 'Clara Campaign Plan.' “Aku berhasil ambil ini dari cloud-nya si Lisa. Nih, cek aja,” lanjut Adrian.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai novel adrian dan lisa bab 14
Baca
+Pustaka
Simpananku itu Ternyata Tuan Terhormat

Simpananku itu Ternyata Tuan Terhormat

Matanya setengah terbuka, berusaha memahami apa yang sedang terjadi. Adrian mengepalkan tangannya. Dia benar-benar tinggal satu langkah lagi mendapatkan Alea tadi. Nyaris saja, dan semua itu harus gagal sekarang. Napasnya masih memburu, bukan karena kelelahan, tapi karena emosi yang terpendam. Dia hampir memiliki Alea, hampir menguasainya sepenuhnya. Tapi suara pintu itu... suara bodoh itu membangunkan Larissa. "Sayang, peluk!" kata Larissa yang merentangkan tangannya minta dipeluk oleh Adrian, seperti biasanya ketika dia ingin membuat Adrian berada disisinya.
921 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai novel adrian dan lisa bab 14
Baca
+Pustaka
Gairah Membara sang CEO Muda

Gairah Membara sang CEO Muda

bisiknya marah. Sarah, yang masih terbakar emosi, berbisik di telinganya, "Kita harus hancurkan itu cewek, Lun. Kalau perlu, malam gala itu jadi malam malunya." Luna menatap ke depan dengan mata membara. "Dia sudah merebut Adrian dari aku..." bisiknya dengan penuh dendam. "Aku gak akan diam aja." ** Sementara itu, di dalam ruang kerjanya, Adrian menatap ke luar jendela tinggi gedung itu.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai novel adrian dan lisa bab 14
Baca
+Pustaka
Tersandung Cinta Tuan Muda

Tersandung Cinta Tuan Muda

Malam itu, ia kembali menulis: > Hari ke-17: Kadang aku merasa seperti hantu yang berjalan di antara orang-orang. Mereka tertawa, berbicara, tapi aku hanya bisa melihat tanpa benar-benar berada di sana. Aku kehilangan rumahku. Dan rumah itu adalah kamu. ** Adrian tiba di kota Rivana menjelang dini hari. Udara dingin menusuk, kabut tipis melayang di atas jalanan kecil berbatu.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai novel adrian dan lisa bab 14
Baca
+Pustaka
Perjanjian Cinta Sang Pewaris

Perjanjian Cinta Sang Pewaris

“Dia terlihat panik hanya karena aku berdansa dengan istrinya. Begitu protektif, begitu cemburu… tapi dia lupa satu hal. Dulu, dia sendiri yang merebut Clarisse dariku.” Adrian menghela napas panjang, lalu terkekeh pelan. Amarah yang ia pendam selama sepuluh tahun itu seakan menemukan jalannya malam ini. “Jika aku tak bisa menghancurkan Lucian lewat caraku sendiri, maka aku akan menggunakan kelemahan terbesarnya.”
10666 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai novel adrian dan lisa bab 14
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status