Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Diminta Menjadi Madu

Diminta Menjadi Madu

sahut Ningroem mengusap-usap bahunya. "Mbak nasibku sungguh malang sudah tujuh tahun ini aku menantikan seorang bayi, tapi tak kunjung datang dan Allah malah memberikanku penyakit seperti ini. rasanya aku sudah tak ada artinya untuk Mas Dani," ucapnya menangis sesenggukan tak kuasa lagi menahannya. "Jangan bicara seperti itu Mbak, Mbak lebih beruntung dari nasib saya janda anak dua pontang-panting sendirian untuk mencari rezeki demi diri, anak dan tempat tinggal."
3.8K viewsCompletedAdded to Library 150 Times as pantun nasib
Read
+Library
Asmara di Kehidupan 303

Asmara di Kehidupan 303

Selain suram, jerit dan tangis memilukan selalu terdengar setiap saat. “Silakan, tehnya ….” tawar Raja akhirat. “Tak perlu repot,” jawab Dewa Pengatur Nasib. “Bila berkenan, sudikah Dewa menjawab pertanyaan hamba tadi, apakah nasib bisa diubah?” Raja Akhirat kembali bertanya. “Hmmm,” Dewa Pengatur Nasib meniup napas panjang, berdiam beberapa saat baru kemudian menjawab pertanyaan dari penguasa akhirat itu. “Ada takdir yang yang memang tak bisa berubah dan ada yang bisa ….”
2.3K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as pantun nasib
Read
+Library
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

“Hai sahabatku yang gagah. Rupanya kesedihanku adalah kesedihanmu juga.” “Maafkan saya orang buruk yang berlaku bodoh ini. Hai sahabatku Ruhcinta, riwayatmu mengingatkanku pada diriku sendiri. Walau kini hatiku bahagia bahwa di dunia ini tidak aku sendiri yang bernasib malang, namun menghadapi kehidupan selanjutnya aku seperti berada di lautan kebingungan.” “Apa yang membuatmu berperasaan seperti itu Jin Patilandak? Ingin aku mendengar untung perasaanmu, apakah juga sehebat derita nasib diriku.?”
1031.6K viewsCompletedAdded to Library 884 Times as pantun nasib
Read
+Library
Pesugihan Tumbal Nyai

Pesugihan Tumbal Nyai

ucap Nyai dengan seringaian yang membuat angin berembus kencang. Dengan keadaan lemah, Marni meneteskan air mata. Terbayang orang yang ia cintai hilang meninggalkannya seorang diri. Penyesalan kini tinggal sia-sia, raganya sudah tidak kuat hidup terlalu lama. Sakit tusukkan itu membuat napasnya semakin pendek dan sesak. Pada akhirnya nyawa itu terlepas dari badan dan yang tersisa hanya penyesalan di akhir hayat. ***
48.5K viewsCompletedAdded to Library 195 Times as pantun nasib
Read
+Library
Suamiku Jadul

Suamiku Jadul

kata Butet. Kami baru makan siang setelah selesai debat yang panjang. Selesai makan, Bang Parlin lalu memberikan tausiah para Ucok. "Jika ayah bilang begini, buah tak jatuh jauh dari pohonnya, atau rambutan batangnya rambutan juga tunasnya, bukan berarti nasib ayah akan menurun padamu, Cok, bukan, jangan pernah lagi berpikiran seperti itu ya, Cok, kau itu jauh lebih baik dari ayah," kata Bang Parlin.
9.8582.4K viewsCompletedAdded to Library 12.8K Times as pantun nasib
Show Reviews (66)
Read
+Library
Kiki Sulandari
Bang Parlin & Nia,,,.becandanya bikin ngakak......... Jadi disangka ada affair antara istri majikan & supirnya......... 2 orang saudara laki laki Nia aji mumpung,...bukannya kerja,malah mau porotin uang Parlin... Nia mau melahirkan ,Parlin panik...ada mobil pribadi,malah naik becak ke rumah sakit.........
Larose
suka sama ceritanya,ttg kehidupan sehari² yg bisa diambil pelajarannya dgn segala kelebihan dan kekurangan mereka,walaupun g yakin jg didunia nyata akan ada orang sepositif keluarga ParliNia,komennya jg bikin ngakak krn terbagi menjadi 2 kubu hahaha,good job Thor buat ceritanya ......🫰🏻
Read All Reviews
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit. “Ayo, baca puisi mbelingmu lagi!” teriak seseorang tidak sabar. Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi
1.5K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as pantun nasib
Read
+Library
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

kata Bang Parllin. "Hahaha..." aku tak bisa menahan tawa. Aku yakin ibu itu hanya kesal, tidak mungkin dia potong itu suaminya. "Abang pun awas saja, kalau mau dibagi dua, aku ada pantun untuk Abang," "Bah, pantun, sejak kapan Nia bisa berpantun?" "Mau dengar gak?" "Ok," "Kalau hendak beli terasi, beli saja di mangga dua,"
1080.0K viewsOngoingAdded to Library 3.1K Times as pantun nasib
Read
+Library
Dihina Pengangguran Tak Berdaya, Ternyata Suamiku Kaya Raya

Dihina Pengangguran Tak Berdaya, Ternyata Suamiku Kaya Raya

"Pacaran sama siapa, tunangan sama siapa, nikahnya sama siapa. Well, life's so surprising. Jadi nikmati saja kejutannya. Toh kejutannya gak buruk-buruk amat. Melebihi ekspektasi malahan." Aya terkikik untuk kemudian mulai memejamkan mata. Betul sekali, nikmati saja hidup ini. Senang belum tentu akan selamanya. Pahit lambat laun bisa jadi manis. Hidup berputar, tidak akan pernah sama tiap harinya. Bahkan besok tetap akan jadi misteri. Begitulah Dia mengaturnya. Semua orang pasti merasakannya.
1056.7K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as pantun nasib
Read
+Library
SAUDARA MISKIN

SAUDARA MISKIN

Aku bangkit berdiri di hadapanya. " Asalku memang bukan dari sini bang. Sebenarnya aku adalah orang miskin. Jadi mungkin aku tidak pantas berada di tengah kalian. Benar apa kata pepatah bahwa seorang wanita diuji saat lelaki tidak punya apa apa dan seorang laki laki diuji saat dia punya segalanya. Cukup ku temani saat kamu sulit. Dan setelah kamu berada, inilah pembalasanmu," " Heh Narti bahkan Fandi itu tidak menceraikanmu. Kamu nggak usah lebay berkata seperti itu," kata Tante Mira.
1029.3K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as pantun nasib
Read
+Library
Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran

Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran

Ranting-ranting bergoyang, seakan-akan hendak patah. "Semua orang merundungku. Apa sekarang Tuhan juga akan menindasku? Awan keberuntungan yang jatuh dari langit saat aku lahir jelas adalah pertanda kemujuran. Aku adalah pembawa keberuntungan, tapi kenapa? Kenapa semua jadi seperti ini? Nggak, aku nggak akan kalah! Aku nggak boleh kalah!" seru Wulan. Sambaran petir membelah langit berawan hitam, diikuti gemuruh guntur menderu-deru.
9.7963.2K viewsCompletedAdded to Library 27.9K Times as pantun nasib
Show Reviews (93)
Read
+Library
Rifda Nafisha
plisss lah thor up tiap hari banyakin yahhhh... bagus bgt critanya..seru banyak²in part luis & anggi biar yg baca giginya sampe garing cz nyengir² mulu. hehehe 2 hari ini maraton dari bab awal sampe 178 baru kelar smalem smpe koin jebol wkwkwkwk hari ini dtunggu ya upnya,, semangat thorrr & thankyou
irmayyunita20
Kalau aku di posisi Luis bakal cemburu banget sih. Bayangin aja ketika suami pergi kerja, istri malah berduaan menghabiskan waktu sama pria lain. padahal aku cewek lo, entah dianggap kakak/adik namanya beda darah ya tetep orang lain. Meskipun kasian banget sama Aska, kenapa Anggi ga mikirin Luis sih
Read All Reviews
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status