Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

suara Arvan kembali mengudara. "Terkadang, kita terlalu sibuk mencari tempat berteduh yang baru. Sampai kita lupa pada seseorang yang sudah berdiri lama memegang payung untuk kita... bahkan sebelum hujan itu turun." Ia menatap layar monitor, memasukkan daftar lagu yang diminta Erina. "Sesuai permintaan Erina... ini dia, Idgitaf dengan 'Sedia Aku Sebelum Hujan'."
908 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai payung teduh untuk perempuan lirik
Baca
+Pustaka
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Jauh-jauh meninggalkan Yogyakarta tercinta dengan segala cerita yang tertulis di dalamnya, ehhh, masa seperti itu jadinya? So screamy! *** De swiiing! Kudengar Kenzy berderap menuruni tangga sambil menyanyikan lagu Akad yang Payung Teduh, "Bila nanti saatnya tlah tiba, kuingin kau menjadi isteriku, berjalan berdampingan dalam terik dan hujan, berlarian ke sana ke mari dan tertawa …!"
1020.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 476 kali sebagai payung teduh untuk perempuan lirik
Baca
+Pustaka
Lavender di Penghujung September

Lavender di Penghujung September

Dia melempar keteduhan Bersama payung yang ia singgahkan Diajaknya berlari sendiri-sendiri Dibawah rintik hujan yang turun Payungnya membawaku pulang Tanpa tergores rintiknya sedikitpun Hujan yang membeku jadi panas karena dia ******************* Terimakasih yang sudah mau membaca cerita ini, Maaf untuk segala kekurangan penulisan, maklum penulis pemula yang akan terus belajar dan memperbaiki agar menuju kata sempurna.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai payung teduh untuk perempuan lirik
Baca
+Pustaka
Panglima Kalamantra

Panglima Kalamantra

sambil berusaha membersihkan wajahnya dari lelehan darah hitam pekat beraroma busuk. Perempuan berpakaian qipao merah itu berdecak, “Sayang sekali, kau harus melihat semua ini. Kami harus membunuhmu!” Perempuan itu membuka payungnya yang ternyata memiliki sisi-sisi tajam seperti pedang. Dia ayunkan payung itu ke arah Rion dengan perputaran seperti baling-baling tajam. Rion hanya bisa berguling dan terus berguling di permukaan rumput untuk menghindari payung pemotong itu.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai payung teduh untuk perempuan lirik
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

“Distribusi tidak selalu berarti kehilangan.” Perempuan itu terdiam lebih lama. Nyanyian itu perlahan muncul kembali. Namun kali ini… lebih lembut dari sebelumnya. Seperti sesuatu yang mulai luluh. Pelangi tersenyum kecil. “Aku ngerasa… kamu mulai percaya…” Perempuan itu membuka matanya. Tatapannya kini tidak lagi berat. “Aku… ingin percaya…” Sunyi.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai payung teduh untuk perempuan lirik
Baca
+Pustaka
Diary Rain

Diary Rain

Harapan untuk sebuah kebahagiaan selalu ada. Tapi selalu ada harga yang harus dibayar. Apakah aku sanggup? Padahal luka ini belum kering. Luka ini selalu basah kembali, bersama hujan yang tiap kali turun.... ~(Rainisa Soedibjo Tunggal)~ Rain POV 2015 "Tidak!!!!"
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai payung teduh untuk perempuan lirik
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Tepuk tangan seolah menerbangkan rasa lelah mereka tadi sore. “ Aku memilih lagu ini karena suatu saat aku ingin jadi milyader, meski aku seorang perempuan. Kubuktikan ke dunia, perempuan tidak hanya bekerja di dapur bertemu asap setiap hari. Kita juga bisa menguasai dunia ini. ” Gadis itu mengakhiri nyanyiannya dengan kata – kata yang kuat. Diangkat keduan tangan seolah menggengem udara. Para penonton semakin bersuara keras menyorakinya. Kegirangan dengan perasaan sedih bersamaan.
9.82.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai payung teduh untuk perempuan lirik
Baca
+Pustaka
Rain

Rain

ucap perempuan itu dengan senyum “Makasih Mba” jawab Rain dengan senyum malu “Mas, bisa kali kapan-kapan ke sini lagi kita nyanyi bareng” ucap perempuan cantik itu membujuk Rain agar mau ke sini lagi untuk bernyanyi bareng lagi
9.130.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai payung teduh untuk perempuan lirik
Baca
+Pustaka
WANITA BAYARAN

WANITA BAYARAN

Kami hanya dua orang yang kebetulan bertemu, sejenak bercerita, kemudian sama-sama kembali melangkah, berpisah untuk melanjutkan perjalanan masing-masing. Jingga senja mulai berubah mendung kelabu, langit yang semula cerah berangsur ditutupi awan mendung, kilatan halilintar sesekali membelah langit. Perlahan gerimis turun, Bara yang sedari tadi masih berdiri di tepi pantai setengah berlari mendekat padaku dan ikut berlindung di bawah payung besar itu.
9.87.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai payung teduh untuk perempuan lirik
Baca
+Pustaka
HARMONY

HARMONY

There ain't no gold in this river That I've been washin' my hands in forever I know there is hope in these waters But I can't bring myself to swim When I am drowning in this silence Baby, let me in Go easy on me, baby I was still a child Didn't get the chance to Feel the world around me I had no time to choose What I chose to do So go easy on me There ain't no room for things to change When we are both so deeply stuck in our ways You can't deny how hard I have tried I changed who I was to put you both first But now I give up Go easy on me, baby I was still a child Didn't get the chance to Feel the world around me Had no time to choose What I chose to do So go easy on me .... Tepuk tangan mer
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai payung teduh untuk perempuan lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status