Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

ucap Elang tenang. “A-apa Mas Elang..? Mas hendak pergi meninggalkan kami..?” Reva terkejut mendengar ucapan Elang. “Reva, sejak awal aku hanyalah seorang pengembara. Dan pastilah ada perpisahan setelah pertemuan, begitu pula sebaliknya. Karena aku masih belum menemukan apa yang kucari Reva,” Elang berkata pelan, memberi pengertian bagi Reva.
9.963.9K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Menjadi Istri Dadakan Presdir Tampan

Menjadi Istri Dadakan Presdir Tampan

Rupanya salah satu pemerah sapi sedang lewat dengan mobil pick upnya, berdua bersama anak gadisnya yang menjadi murid Embun di kelas siang tadi. “Selamat sore, Kang,” sapa Embun dengan senyum pada si pemerah. “Mila.” Lalu pada muridnya. “Lagi jalan-jalan saja, sebelum pulang.” “Mau ikut, Neng?” tawar si pemerah sapi. “Meski kelihatan jelek, pick up saja bisa jalan ini.” Embun tertawa kecil. “Tidak usah, Kang, Terima kasih,” tolaknya halus. “Memang mau jalan-jalan.”
9.9445.7K viewsCompletedAdded to Library 16.9K Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
TERNYATA SUAMIKU PETANI KAYA RAYA

TERNYATA SUAMIKU PETANI KAYA RAYA

"Amit-amit punya ipar petani, kalau Bapak terima lamaran dia, fix ... Bapak mau kita semua malu." "Pekerjaan Haikal tidak hina, Nduk," ujar Emak Karti yang sudah terlalu lama diam. "Uang yang dia dapatkan juga halal," imbuhnya. "Halal juga kalau sedikit gak bisa bikin bahagia," timpal Fatimah ketus. Emak menggenggam jemari Haikal dengan sangat erat. Hatinya berdenyut nyeri, namun apa yang bisa ia lakukan, Haikal memanglah hanya seorang petani. Juga anak petani.
9.7399.2K viewsCompletedAdded to Library 14.4K Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Mati Kembar

Mati Kembar

Tiba-tiba Andita berceletuk, “Nasi goreng buatan Mama memang selalu the best, deh,” Aku tersenyum bahagia ketika melihat kekompakan mereka. Rasanya tak ingin melewatkan waktu yang indah ini. Aku menatap wajah Beni dengan saksama, terdapat gurat kebahagiaan di sana dan matanya juga meneduhkan hati ini. “Andin, Andita! Weekend ini kita ke taman wahana yang banyak permainan aja, gimana?” tanya Beni yang tiba-tiba buatku kaget mendengarnya.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 130 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Amorem Te Odium

Amorem Te Odium

jelas Bramasta, dengan terus mengendarai mobil Pajero hitam. Mobil itu melesat sangat kencang, selama perjalanan melewati tepian laut, terasa ombak itu terdengar di telinga. Mereka melewati desa yang disebut lumbung padi di Indonesia. Padi – padi itu terlihat hijau berbentuk hamparan, dan beberapa ada yang mulai menguning, seakan siap untuk di petik. “Oh iya, bagaimana gadis yang kayamu bermasalah sama Hana?” tanya Bramasta.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Si Badut Itu, Pangeranku!

Si Badut Itu, Pangeranku!

Dedek bersama Iim dan Endah yang akan mengurus anak Denny. Pukul 07.30 pihak travel pun akhirnya datang juga. Semua bersorak-sorai dengan gembira. Cindy yang matanya sembab, Gema yang sudah memarahi istrinya habis-habisan. Tania melihat Gema jadi merasa sedih, Asep mengelus punggung kekasihnya itu. Tania pun memeluk Asep yang sangat peka untuk terus menjaga perasaannya. Lalu, tujuan pertama dalam list yang telah Iis dan Tania buat adalah ke Happy Farm Ciwidey. Di sana penuh kebun bunga, teh, stroberi. Ada perternakan hewan-hewan lucu seperti kelinci, rusa, kuda poni dan lain-lainnya. Perjalanan yang cukup lama, melewati kebun teh dan melintasi gunung pun akhirnya sampai di tempat. Semua berp
102.1K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Petani Sukses

Petani Sukses

"Tentu saja itu benar. Ayo kita pulang dan aku akan menceritakan semuanya!" Ibu Amanda sangat senang. Bagaimana mungkin dia tidak menjadi seperti itu? Keuntungan yang mereka dapatkan hari itu setara dengan pendapatan bulanan seorang petani di desa. Dengan kata lain, pendapatan ini melebihi pendapatan bulanan sebagian besar petani. Abdul Latif menerima petunjuk itu dan dia tidak menanyakan detail lebih lanjut. Dia yakin ada sesuatu yang istimewa pada hasil panennya.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Kisah Cinta si Petani Tampan

Kisah Cinta si Petani Tampan

Hanya memerlukan waktu tempuh selama tiga jam, Azmya dan keluarganya sudah tiba di salah satu desa yang terdapat di Kabupaten Bogor itu. Desa ini cukup luas. Tiga puluh persen wilayahnya, terdiri atas persawahan. Karena padi adalah salah satu komoditi terbesar wilayah itu. Tidak hanya persawahan, kawasan itu juga banyak dijumpai perladangan juga peternakan. Hanya Arsyil yang memilih untuk membudidayakan buah-buahan serta sayuran organik di sana. Pemukiman penduduk tidak terlalu ramai, itulah sebabnya udara di desa itu sangat segar. Azmya menghirup napas dalam-dalam ketika menginjakan kaki di halaman luas milik Arsyil.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 174 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Happy Ending

Happy Ending

Setelah bermapitan kepada bibi Harry, Tamara langsung saja berjalan keluar dari gerbang rumahnya menghampiri mobil yang ia pesan secara daring. Mobil itu melaju membawanya melewati ladang dan juga perkebunan anggur yang luas, tempat ia tinggal bersama Damian memang berada dipinggir kota dimana lingkungan masih lebih asri dengan banyaknya pepohonan dan perkebunan. Bisa ia perhatikan dengan jelas saat Tamara menurunkan kaca mobil diluar sana beberapa petani memetik hasil tanaman mereka yang sudah siap, dengan sinar matahari sore yang sudah tidak begitu Terik disertai dengan udaranya yang sejuk. Tamara bisa merasakan perasaan para petani buah dan sayur itu saat mereka dengan wajah bahagia memet
103.1K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Bus Penyelamat

Bus Penyelamat

Dia memanggil Sindi dan menyuruhnya datang dan duduk di kursi itu. "Tidak usah takut, aku hanya bercanda tentang para penumpang itu. Kami ini adalah para petani karet. Di samping itu, kami juga senang berburu. Jika harga dan hasil karet menurun seperti saat musim hujan ini, maka kami pun akan beralih menjadi tukang buru untuk mencukupi kebutuhan harian kami. Lihatlah kepala-kepala yang cantik itu" Kata pria itu sambil tersenyum menunjuk ke arah dinding ruangan.
107.1K viewsCompletedAdded to Library 183 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status