Ayah Anakku Ternyata Musuhku
"Kamu berjuang sendirian untuk membesarkannya. Kalau kamu tidak bekerja, bagaimana hidup Wilson? Aku yakin kamu hanya perlu berbicara dengannya dari hati ke hati. Dia anak yang cerdas. Dia pasti akan mengerti, Grace."
Air mata hampir menggenang di pelupuk mata Grace saat dia menatap putranya yang lelap. Bibirnya bergetar, dan dengan suara hati yang pilu, ia berkata dalam batinnya, "Sayang, apa yang harus mama lakukan? Bukan karena mama tak menginginkanmu. Tapi mama harus berjuang keras untuk kehidupan kita. Mama ingin kamu tumbuh menjadi penegak hukum yang hebat di masa depan, agar tak ada yang berani merendahkanmu atau menyakitimu."