Pesona Sang Peri
“Yah, sebaiknya begitu. Kita harus mencapai puncak sebelum matahari tenggelam.”
“Benar. Sebalum matahari tenggelam.” Fjola membeo. Ia tak mampu menatap peri itu. Ia masih berusaha menata jantungnya yang berderap seperti genderang. Dengan langkah kikuk, ia berjalan mendaki. Sepatu botnya menginjak tanah yang salah kemudian terpeleset. Namun, tak sampai jatuh. Seketika, rasa malunya berlipat ganda. Ia lantas mencerocos untuk menutupi perasaannya yang kacau, “Aku tidak apa-apa. Sungguh. Aku akan jalan duluan. Oke? Dan, wow, udaranya segar, bukan? Astaga, bukan main indahnya.”
Hot Chapters