Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ai (Untuk Leo)

Ai (Untuk Leo)

Kau Maha Adil Sang Pencipta Raga dan jiwaku kau wakilkan Hingga kubisa tenang pada waktunya Tunggulah aku semuanya Susulanku segera kalian terima Hingga waktu itu tiba Leo terkesan dengan dengan sajak puisi yang telah ia baca tersebut. Ia yakin, puisi ini memiliki makna tersendiri dan bukan hanya sekedar karangan. Terpikir dalam pikirannya untuk mencari tahu siapa penulisnya. Maka dibukalah lagi lembaran berikutnya. "Berlarilah karena mimpimu, jangan dengarkan perkataan mereka tentang mimpimu, Biarkan mereka tidak tahu, siapa sebenarnya dirimu."
103.9K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as puisi kritik
Read
+Library
In Relationship

In Relationship

Meski begitu, tetap saja guru kesenian memaksanya untuk membuat puisi. Dalam pelajaran lain, otak Dinah bisa saja lambat menerima materi, tapi tak ada yang bisa menyangkal di kelasnya. Dinah sangat bagus dalam hal sastra. Antara Dinah dan puisi, sulit sekali dipisahkan. Sering kali puisi yang Dinah tulis dimuat di mading sekolah. Membiarkan orang-orang membaca karyanya, juga sesekali menerima saran serta kritikan yang diberikan pembaca karyanya.
87.1K viewsCompletedAdded to Library 261 Times as puisi kritik
Read
+Library
Neng Zulfa

Neng Zulfa

"Jadi gimana? Kamu mau kan? Lakukan ini buat orang-orang yang selama ini dukung kamu. Kalau bukan untuk diri kamu sendiri, lakukan untuk mereka. Bungkam kritikus-kritikus yang hina karya kamu selama ini. Bungkam orang-orang yang ngatain kamu nggak punya moral dan agama! Tunjukkin ke mereka kalau kamu penulis yang serba bisa." Pelita menatap Cecil yang tampak berapi-api di depannya. Untuk pertama kalinya, perempuan yang lebih tua dua tahun dari dirinya itu berkata panjang lebar di depannya yang isinya bukan omelan. Bertahun-tahun terjun di dunia tulis-menulis dan dua tahun produktif menerbitkan novel, Pelita paham benar pahit manisnya literasi. Selain pujian, banyak hinaan yang diterimanya da
106.6K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as puisi kritik
Read
+Library
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

HUJAN DAN DIA Melalui rintik hujan Ada sesuatu dalam pikiran Mengenang kisah tak terlupakan Telah terukir dalam ingatan Kita yang dahulu selalu ada Kini sirna bahkan tiada Terlalu mengikuti rasa Jenuh pun melanda Duhai ... Kekasih hati Mampukah diri ini pergi? Meninggalkan segala situasi Mungkinkah kisah kan kembali? Hujan mengungkit semuanya Kasih dan benci menjadi satu Ciptakan perih dan nelangsa Terlahirlah ragu Empat bait puisi itu mampu melunakkan hati. Kadang meratap tiada guna. Ahh, padahal hubungan dengan Arul baik-baik saja. Kenapa puisi itu seolah karena terluka?
109.0K viewsOngoingAdded to Library 358 Times as puisi kritik
Read
+Library
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.3K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as puisi kritik
Read
+Library
PENGKHIANATAN

PENGKHIANATAN

Masih penulis pemula yang berusaha belajar dari kritik dan saran yang membangun. Free obrak-abrik jika ada salah penulisan🤩🙏
106.1K viewsOngoingAdded to Library 194 Times as puisi kritik
Read
+Library
Pemuas Hasrat Sang Presdir

Pemuas Hasrat Sang Presdir

lanjutnya, nada suaranya semakin yakin dan analitis, "adalah bagaimana elemen-elemen yang tampak abstrak ini sebenarnya adalah kritik sosial yang sangat pedas terhadap budaya konsumerisme dan kesepian di era modern. Sebuah paradoks antara keramaian kota dan isolasi individu. Sayangnya, lapisan makna ini sering terlewatkan oleh kebanyakan kritikus seni yang hanya terpukau pada tekniknya saja." Austin mendekat. Langkahnya perlahan, penuh rasa ingin tahu yang dalam dan tak terbantahkan. Wajahnya yang keriput dan biasanya menyeringai sinis kini mencerminkan sebuah kejutan yang tak tersembunyi. Dia berhenti hanya beberapa langkah dari Rani.
1037.5K viewsOngoingAdded to Library 1.0K Times as puisi kritik
Read
+Library
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

"Benar-benar mengecewakan. Ini terlalu hambar untuk disebut mahakarya." "Hei, Tuan!" Nauli tidak tahan lagi. Ia berdiri membela kakaknya dengan wajah memerah. "Apa kau bahkan mengerti seni? Puisi abangku itu sangat terkenal di seluruh wilayah Bakkara! Para sarjana memujanya!" Aku hanya tertawa kecil. "Terkenal bukan berarti bagus, Nona Kecil. Itu hanya berarti sainganmu sedang tidur."
101.2K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as puisi kritik
Read
+Library
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Menetap di ruang sadarku, menempati ruang kosong di kepalaku, lalu mengurainya secara objektif. Kritik itu menembus sasaran dengan sangat akurat. Penulis opini itu benar. Aku memang berkompromi. Itu adalah pilihan sadar yang kuambil dan kukalkulasi dengan presisi saat merancang draf final. Pengamat itu menganalisis teksku dari kacamata teori hitam-putih di atas kertas. Di dunia akademik dan kritik sastra, menghancurkan sistem penindas hingga menjadi abu adalah satu-satunya bentuk kemenangan yang valid.
9.471.8K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as puisi kritik
Read
+Library
Love between Cubicles!

Love between Cubicles!

“Entah ya, kalau aku sih udah merasa tulisan ini bagus. Tapi rupanya Bob berpendapat lain.” Kulirik Bob yang tengah memijit-mijit pelipisnya dengan jemari tangan. “Bahasanya kurang kritis, nih. Terlalu banyak puji-pujian di awal yang mubazir. Coba bikin yang lebih lugas dan tegas,” katanya tanpa ampun sambil menyerahkan kertas berisi tulisanku yang sudah dia coret sana-sini.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as puisi kritik
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status