Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjerat di Hati yang Salah

Terjerat di Hati yang Salah

“Mentari, kamu bisa bikin aku gila dalam sehari. Dan itu cuma karena kita mengobrol biasa …." *** Lampu-lampu jalanan mulai menyala satu persatu. Matahari yang tadi sibuk menyinari bumi, kini perlahan turun dan digantikan oleh rembulan malam. Dingin, kesan pertama Mentari ketika dia sedang menunggu Maheswara di luar kantor. Sengaja menunggu kantor sepi, agar tidak membuat geger kembali seisi kantor, cukup tadi pagi saja.
2.9K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
Cinta Maid Belok Kanan

Cinta Maid Belok Kanan

Biarlah malam memberi jawaban pada mentari pagi esok hari. Aku memajamkan mataku.
101.8K viewsCompletedAdded to Library 53 Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
Dinikahi Berondong Bucin

Dinikahi Berondong Bucin

Dia malah teringat istrinya. Setiap hari Mentari memang mengirimnya pesan saat istirahat. Namun, pesan dari Mentari selalu itu-itu saja. 'Selamat beristirahat, Ranggi. Sudah makan siang atau belum?' Terkesan hanya formalitas saja. "Tambah 'i miss you' atau apalah!" *** 08XX : [Aku butuh uang sekarang juga.] Mentari sedikit menyesal sudah membuka pesan dari Panca sepagi ini. Membuat suasana hatinya memburuk. Dia lekas mengirim balasan.
105.7K viewsCompletedAdded to Library 226 Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Arisa mulai berbicara dengan penuh semangat, "Bunga pagi dan matahari terbenam. Jika kita berbicara tentang bunga, ada bunga pagi, bunga matahari, dan bunga teratai - ini semua adalah bunga yang mekar di pagi hari dan menutup di malam hari." Ira, merapikan rambutnya, menambahkan, "Tema episode ini adalah puisi, jadi bunga ini harus mencerminkan citra yang sesuai dengan petunjuk-petunjuk tersebut." Kemudian, dia tersenyum pada Christopher. "Guru Chris, sebagai wakil presiden Asosiasi Puisi Ibu Kota, ini seharusnya menjadi keahlian Anda. Ada pendapat?"
3.1K viewsCompletedAdded to Library 71 Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
Terjebak Cinta Terlarang

Terjebak Cinta Terlarang

Aku berjalan ditepi saluran irigasi sawah di pinggir jalan. Angin bertiup semilir dan menyapu wajah serta tubuhku, begitu sejuk kurasakan ... Aku menghirup udara pagi sebanyak-banyaknya untuk memenuhi rongga dada. Lalu kuhembuskan perlahan. 'Heemm indah dan sejuk suasananya," batinku berucap. Mentari pagi baru saja menampakkan dirinya, ia mengintip malu-malu dari balik bukit, sinarnya keemasan membuatnya terlihat begitu cantik.
3.5K viewsCompletedAdded to Library 93 Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
Malam Pertama Di Hari Perpisahan

Malam Pertama Di Hari Perpisahan

Flashback Petir menggelegar merendakan sore ini. Langit yang berubah menjadi gelap pertanda akan meluapkan hujan yang lebat. Mbok Darti menutup seluruh pintu dan jendela. "Kayaknya mau hujan lebat, mbak.." serunya dari luar.
1069.8K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
Hari Pamermu, Hari Kematianku

Hari Pamermu, Hari Kematianku

Jantungku terasa seperti ditusuk oleh jarum, rasa sakit ini bahkan membuat napasku menjadi lebih cepat. Air mataku menetes tanpa terkendali. Bukankah aku sudah mati? Kenapa aku masih bisa merasa sakit hati? Suara pintu yang ditutup dengan keras mengejutkan Anne. Saat ini Anne sedang mengenakan gaun tidur berenda, dia memeluk lengan Andre dengan mesra. "Kita hari ini harus potret foto pernikahan! Ayo kita pergi sekarang!"
5.3K viewsCompletedAdded to Library 131 Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
Altair dan Sepasang Matahari

Altair dan Sepasang Matahari

Berlari mengejar setitik mimpi Baru kusadari bahwa ku masih ingin menikmati pagi Merenda hari-hari bersama mentari Menyelami jati diri Mama, Seperempat abad hampir lewat dan masa kanak- kanakku pun telah usai Belum cukupkah air matamu, air mataku, air mata kita Menjawab segala risau yang merampas hari-hari bahagia Memisahkan kita seperti tak lagi satu rupa satu jiwa Aku masih ingin menikmati pagi itu bersamamu Merasakan kehangatan yang saling beradu dengan kasihmu Tangan lembutmu yang menyentuh pipiku dan senyum yang tak henti menghiasi wajahmu Bukan dengan kesepian yang memagut keceriaan hingga ku tak tahu lagi di mana kenangan masa kecilku ataukah semua hanya sandiwara: saat bayangku
102.4K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Suaranya terdengar tenang. Entah apa, tapi yang barusan itu ia tangkap sebagai sebuah sinyal. Baskara tersenyum. Ada banyak yang perlu diterjemahkan dari senyumannya. Tiba-tiba terlihat tanda-tanda bahwa pagi yang ia nantikan selama ini sebentar lagi akan kembali. Ia berdebar menanti malam-malamnya yang penjang segera berakhir. Siap atau tidak siap, tapi kebahagiaan itu harus disongsong dengan suka cita. Ria meminta maaf padanya. Sungguh sebuah angin sejuk.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
Dijatah Seember Air Seusai Melahirkan

Dijatah Seember Air Seusai Melahirkan

"Amin, semoga itu terlaksana, Kak." "Insya Allah." *** Mentari menyembul dari ufuk timur dengan cahaya yang menyapa ramah. Udara pagi berembus mempermainkan tali jemuran dan daun kelapa. Seperti biasa anginnya membawa aroma akar umbi dan lumpur di sawah yang sedang ditumbuhi padi. Ada ketenangan tersendiri dan sesuatu yang kadang kurindukan ketika berjauhan dari tempat ini. Andai mertua dan iparku baik ... Tentu akan sempurna sekali kehidupan ini.
1025.6K viewsCompletedAdded to Library 563 Times as puisi mentari pagi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status