Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aira's

Aira's

Menggoreskan setiap keluh kesah, mengisi kekosongan itu dengan piluh api kerinduan. Tentang rindu yang menggebu Tentang aku dan kamu yang tak bertemu Tentang waktu yang menggores kalbu Lantas ego yang mengunci bibirku Aku merindu Menunggu waktu akan bertemu Nihil, justru bulir akan jatuh Menyentuh pijakan seakan melarang Melangkah menggapai Yang nyaris terhempaskan oleh larangan. Saat ini kekosongan itu telah terisi oleh keluhan. Bait singkat telah menggambarkan hati yang nyaris tak kondusif.
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 519 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari (Puisi karya Swonos) Seusai menuliskannya Zahira pun tergugu, ia tidak tahan ingin bertemu dan memeluk Hasan, ia sangat merindukannya. Tapi ia juga tak ingin merengek pada suaminya untuk segera pulang, ia tidak mau menghalangi Hasan mengejar cita-citanya. Ia tidak mau tangisannya kelak akan memberatkan langkah suaminya di medan perang. Bagaimana pun ia ingin menjadi istri yang baik
106.1K viewsCompletedAdded to Library 218 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Serenade Cinta Dibawah Bintang

Serenade Cinta Dibawah Bintang

Di tangan kirinya, sebuah pulpen yang sempat mati suri selama beberapa minggu terakhir. Perlahan, ia mulai menulis bait baru. Kali ini, bukan tentang harapan, bukan tentang cinta, tapi tentang kehilangan. Tentang rindu yang tidak tahu lagi harus menuju ke mana. Tentang dua orang yang pernah saling menemukan, lalu perlahan saling kehilangan arah. "Kita pernah jadi dua nada yang utuh, Lalu berubah jadi bisu di antara jeda."
101.7K viewsCompletedAdded to Library 33 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Ruang Rindu

Ruang Rindu

Nggak semudah itu, satu tahun bukan waktu yang sebentar untuk saling mengisi kekosongan. "Aku nggak pengen bahas ini, aku memang semurah itu ya di matamu? Se nggak berharga itu ya? Udah lah..." ungkap ku kehabisan kata untuk keluar begitu saja, hilang sudah semua ucapan yang tadi sempat tertata di otakku.
107.8K viewsCompletedAdded to Library 188 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Waktu mulai hening, namun tak sesungguhnya hening, hujan membuat asbes pertokoan bergemeletak. Lima menit menjejak aspal. Memasuki gang-gang kampung. Rumah penduduk laksana kuburan. Tidak ada tawa bocah mungil yang berlarian di halaman. Tidak ada dengung ayat suci Al-Quran seperti senja biasanya. Waktu benar menenggelamkan kehampaan. Ruh meringkuk hangat di dalam rumah masing-masing, meneduh teh manis, bercengkrama dengan kekasih kehidupan.
105.1K viewsOn holdAdded to Library 121 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.4K viewsCompletedAdded to Library 517 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Di palung gelap sudut hati yang paling dalam Ada seberkas kerisauan menjalar di dinding-dinding Ada sulur-sulur bahasa tidak terekam Di dalam kesendirian semua menjadi jelas Remah-remah jatuh remah-remah menutupi Tidak ada kunci tapi tidak yakin apakah terbuka Disingkap oleh apapun tetap tidak nyata Perlahan-lahan pusaran tanya membentuk jurang
109.8K viewsCompletedAdded to Library 333 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.2K viewsOngoingAdded to Library 167 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Korban Perceraian

Korban Perceraian

Bab112 Masa-masa indah itu telah sirna bagi Gaby. Bayangan kebahagian di masa tua, juga tidak ada sama sekali. Kedatangan Rumi di hidupnya, tidak juga mampu membangkitkan semangat. Gaby tetap merasa hampa, dan semakin tidak tenang. *********** "Mah, Rumi mau keluar ya hari ini, ada urusan," kata Rumi dengan santai. "Jangan lama-lama, ya."
1015.9K viewsCompletedAdded to Library 365 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Senandung Masa SMA

Senandung Masa SMA

Menjelang Ashar biasanya emang udah pada bubar, tapi ada juga yang betah nongkrong sampai Magrib. Matari sendiri benar-benar tak percaya salah satu anggota mereka bisa menembus ke seleksi lomba puisi. Jangan-jangan dia cuma plagiat atau mencontek karya orang lain dan mengubah sedikit-sedikit. Bisa aja kan? “Trus dia lenggang kangkung pulang gitu aja tanpa ngasih kerangka puisinya?” tanya Sandra. “Iya, sempet ditanya sama Bu Cita juga. Alasannya dia sih karena belum dapet ide. Buntu katanya. Aneh banget. Nggak jelas!”
12.6K viewsCompletedAdded to Library 428 Times as puisi rumpang
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status