Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jadi Budak Kakak Ipar

Jadi Budak Kakak Ipar

"Ih, ini anak bener-bener, yah! Enggak normal atau gimana sih!" "Enak aja enggak normal!" Felisha melempar tisu ke arah Gina yang berhasil menghindar. "Ya, habisnya. Kok bisa biasa aja punya kakak ipar ganteng gitu." "Ya, terus aku harus gimana? Teriak-teriak gitu di jalan?" "Bukan gitu juga konsepnya. Emang kamu enggak tertarik atau terpesona sama wajahnya yang, ehm ... aku yakin semua mahasiswi di kampus kita enggak akan ada yang bisa nolak sama sosoknya."
1040.1K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as puisi untuk kakak osis
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Cinta Tak pernah meminta berlabuh di mana Sekotor apa pun wadahnya, tetap kan menyapa Derap langkah akan selalu mencari cara Untuk akhir yang tersembunyi bersama rahasia Cinta Kuatkan hati agar selalu setia Luaskan sabar menahan lara Hingga doa mampu berikan asa Aku dan kamu bisa bersama Gerimis di bumiku, 4 Oktober' Puisi terunggah tanpa menunggu lama. Ada kepuasan tersendiri bisa menyampaikan rasa lewat aksara. Bahkan ada keinginan untuk mencoba hoki dalam dunia literasi dan mengejar mimpi lewat satu cerita. Namun, nyalinya belum sekuat itu. Ia takut malah tidak bisa lagi berenang ke tepian lalu tenggelam karena melakukan tindakan berbahaya. Sementara raga belum mempersiapkan diri sama sek
108.8K viewsCompletedAdded to Library 237 Times as puisi untuk kakak osis
Read
+Library
Kakak Beradik 

Kakak Beradik 

Mendengar kata-kata itu, Witson langsung mencium keningnya. "Sofia, aku akan memberimu kebahagiaan." Tiba-tiba, aku merasa sangat sakit hati. Witson pernah mengucapkan perkataan seperti itu padaku dengan nada yang sama seriusnya. Di saat masih kuliah, aku pernah terjatuh setelah ditabrak. Witson yang memapahku untuk berdiri.
9.3K viewsCompletedAdded to Library 306 Times as puisi untuk kakak osis
Read
+Library
Kak, Kalian Sungguh Kejam

Kak, Kalian Sungguh Kejam

Aku meninggal di ruang bawah tanah karena kekurangan oksigen. Saat aku kembali sadar, aku mendapati arwahku berada di dekat ketiga kakak laki-laki aku. Mereka baru pulang ke vila. Kakak sulungku, Joseph Handoko, dan kakak keduaku, William Handoko, sedang berbicara dengan nada penuh kasih sayang kepada adik angkatku, Linda Sunardi.
8.8K viewsCompletedAdded to Library 247 Times as puisi untuk kakak osis
Read
+Library
Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Tempat di mana ia bisa duduk di atas rumput tanpa peduli make-up luntur atau sepatu kotor. Beberapa anak kecil masih bermain di sana. Beberapa ibu duduk di bangku taman, mengobrol sambil mengawasi anak-anak mereka. Ia duduk tak jauh dari situ, membuka buku catatannya, dan mulai menulis puisi. “Bukan jalan baru yang kucari, tapi kakiku sendiri. Bukan cahaya yang menyorotku, tapi sinar yang lahir dari dada yang berani.”
3.6K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as puisi untuk kakak osis
Read
+Library
Dendam Sang Bintang

Dendam Sang Bintang

Ponsel Mentari berbunyi, ada pesan aplikasi hijau masuk. [Sukses selalu, adikku sayang.] Mentari tersenyum membaca pesan singkat dari sang kakak dan berguman di dalam hati, ‘Kak, aku berjanji tidak akan pernah mengecewakan kamu. Aku akan menjadi sosok adik yang dapat dibanggakan. Aku juga tidak akan terlibat secara langsung ke dalam masalah balas dendam. Aku tahu, bagi kakak kehilangan aku itu artinya hidup kakak juga berakhir.’
7.56.3K viewsCompletedAdded to Library 246 Times as puisi untuk kakak osis
Read
+Library
Black Mirror (Indonesia)

Black Mirror (Indonesia)

Dia adalah Ketua Osis yang seharusnya sibuk di lapangan dan halaman depan untuk mengontrol semua acara yang sedang berlangsung, lalu mengapa orang ini malah berakhir menjadi sandaran sukarela dari remah-remah kue sepertiku. “Aku hanya sedang berkeliling memeriksa sekitar sekolah, lalu aku melihatmu sendirian di tengah kegelapan ini. Jadi, kuputuskan untuk menemanimu sebentar. Tenang saja, aku tidak memiliki niat untuk melakukan hal-hal aneh, loh. Bagaimanapun juga aku adalah Ketua Osis,” jelas Kak Jo dengan sedikit penekanan di akhir kalimatnya. Aku hanya tersenyum canggung sembari mengangguk. Tentu saja aku tau itu, lagipula aku tidak cukup menarik untuk bisa mengundang niat aneh dari orang
105.0K viewsOngoingAdded to Library 154 Times as puisi untuk kakak osis
Read
+Library
Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Amuk iblis di tempat tak dikenali, kan ku tahan sepenuh hati, Semua demi bertemu kamu lagi, Wahai istriku, Janganlah berhenti berdoa dan berharap, jadikan malam sebagai waktu meminta-minta, Kepada yang maha kuasa, pencipta semesta alam, Jadikan aku kuat dengan doa-doamu, dan keberanianku, Semoga kita bertemu lagi, istriku yang cantik, Maafkan segala kesalahan kakanda, Semoga kita ditakdirkan bertemu lagi di seberang lautan sana. Erik tidak tahu definisi kata-kata manis, puisi buatannya tidak mengandung kata-kata manis yang membuat Linda senang, tetapi berisi makna pahit tentang perang dan perpisahan. Puisi yang cukup untuk merobek hati seorang istri yang ditinggal suaminya ke medan perang da
102.7K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as puisi untuk kakak osis
Read
+Library
MISTERI KEMATIAN ISTRIKU

MISTERI KEMATIAN ISTRIKU

Bahkan air matanya yang tadi sudah menggenang tak mampu lagi dia tahan hingga lolos begitu saja di pipi. "Kamu bukan adik ipar Kakakku, karena aku yang memang tak pernah memiliki Kakak. Sama halnya diriku yang bukan adik ipar kakakmu, karena dirimu pun tak memiliki seorang Kakak. Mereka semua tak ada. Karena yang ada hanyalah, kamu, Samudra dan Angkasa," beritahu Gara lebih jelas. Foto-foto di tangan Aisha terjatuh seiring dengan sebelah tangannya yang mengepal keras, sementara tangan lainnya, Aisha gunakan untuk menekan dadanya, seolah menahan sesuatu yang begitu membuatnya sesak.
1012.0K viewsCompletedAdded to Library 275 Times as puisi untuk kakak osis
Read
+Library
Hasrat Tak Terbendung Kakak Iparku

Hasrat Tak Terbendung Kakak Iparku

"Kita berdua sama-sama sudah dewasa, nggak perlu malu. Lagian kamu adik iparku, kita satu keluarga. Menyentuh sedikit bukan masalah." Usai mendengar ucapan Kakak Ipar, jantungku mulai berdetak tidak karuan. Aku selalu merasa ucapannya seakan punya maksud lain. Setelah berkata begitu, Kakak Ipar melangkah mendekat. Dari posisiku yang lebih tinggi, aku bisa melihat dengan jelas bagian depan tubuhnya yang menonjol dan seolah hampir melompat keluar.
4.1K viewsCompletedAdded to Library 122 Times as puisi untuk kakak osis
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status