DUKUN 99
Si pasien yang semula dibopong karena tak bisa apa-apa, kini sudah mampu duduk.
Kedua kaki berselunjur, ia menyandarkan bahu pada dinding ruangan.
"Tanya-tanya tentang perdukunan?" Bapak memastikan.
"Iya, Mbah. Cuma pengin tau, kok bisa paku masuk ke tubuh saya? Sungguh di luar nalar!"
"Ahm, soal itu biar anak saya yang menjelaskan." Bapak beralih menatapku.
"Nah, Bro. Jelasin dong!" Tio yang memang suka hal perdukunan, memaksaku menjelaskan.