Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jodoh Pilihan Ibu Tiri

Jodoh Pilihan Ibu Tiri

Ia menyerah dan memilih diam. "KUA sebelah mana? Kamu teriak sedikit, biar aku dengar suara kamu." Maya menatap Raka dari kaca spion motor. Rambut laki-laki itu berantakan karena angin sepoi. Entah mengapa, Raka terlihat seperti badboy tampan. "Ok, teriak," Maya menarik napas dalam-dalam. "KUA sebelah warung pecel lele!" Teriak Maya keras. Raka sampai terlonjak kaget.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai radio mayangkara
Baca
+Pustaka
Mantanku, Iparku

Mantanku, Iparku

Dan Naura juga pasti sudah bangun. "Mama...mama dali mana?" tanya Naura sambil berlari menghampiri Sahara yang baru keluar dari mobil. "Mama baru ketemu sama seseorang yang nanti urus pernikahan Mama sama Papa Miko," jawab Sahara. "Pelnikahan itu apa?" tanya Naura. "Naura masih kecil, kalaupun Mama jelasin gak akan faham," jawab Sahara. Miko mendekati Naura, mereka lalu masuk bertiga ke dalam rumah. Naura sudah mandi dan cantik, Miko memujinya berkali-kali.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai radio mayangkara
Baca
+Pustaka
Renggali

Renggali

Mata yang saling memandang, dengan senyum dia berbisik di telinga Riska. Memang cinta itu bagaikan pedang bermata dua. Bisa membuat bahagia, dan juga sebaliknya. Seperti roda yang berputar! terkadang melayang tinggi, dan juga bisa terjun jatuh dengan berbagai ranjau di bawahnya. Saking miripnya dengan pohon sakura yang hanya ada di jepang? Orang-orang setempat juga menyebut pohon ini adalah pohon sakura Gayo. Namun? Itu hanya sebuah julukan saja.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai radio mayangkara
Baca
+Pustaka
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

kataku sambil bersandar di sofa, mengangkat kaki yang sakit ke atas bantal. Sambil menunggu, kami menyalakan televisi dan menonton acara komedi. Tawa dan canda dari layar membuatku merasa lebih ringan, meskipun rasa sakit di lututku masih terasa menyengat. Aku berusaha untuk tidak memikirkan ketidaknyamanan itu dan lebih fokus pada momen yang menyenangkan bersama Maya. Namun, saat kami sedang asyik menonton, ponselku berbunyi. Melihat layar, aku melihat pesan dari Adrian. Hatiku berdebar, harap-harap cemas saat membaca isi pesannya.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai radio mayangkara
Baca
+Pustaka
Suamiku Suku Anak Dalam

Suamiku Suku Anak Dalam

Wajah natural Mayang tanpa make up terpancar, hidungnya mancung, alis tebal, bibirnya sensual. "Hey kok malah melamun sih!" Rajo mulai melancarkan jurus rayuan mautnya. "Letnan sangat cantik kalau rambutnya basah!" "Kapten juga sangat sexy dan macho!" Mayang menutup wajahnya dengan telapak tanganya. "Kapten itu burung kenapa mau terbang hahha!" "Dasar burung gak sopan hahaha!" Mereka mandi di laut menyelam, dan berenang kejar-kejaran seolah-olah tidak ada masalah."Letnan, ada hikmahnya di balik musibah!"
9.59.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai radio mayangkara
Baca
+Pustaka
Vonis Cinta Sang Hakim

Vonis Cinta Sang Hakim

celetuknya setengah bercanda. Varen tertawa. “Kalian juga bisa kok senang-senang di rumah. Di bawah rak TV ada mic wireless, kalau mau karaokean tinggal nyalakan saja,” kata Varen sambil memakai sepatu Mayang menjadi antusias, matanya berbinar. “Serius? Wah, ya sudah kalau begitu, pergi sana!” katanya sambil tertawa lepas. Viona hanya menggeleng pelan melihat interaksi keduanya yang seperti kakak-adik.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai radio mayangkara
Baca
+Pustaka
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

“Aku takut kalau aku merasa kita dekat… aku bakal berharap lebih.” Radio kembali menyelip di antara percakapan mereka. “…nggak semua perasaan harus langsung dijawab. Kadang cukup dipahami dulu…” Maorielle tertawa kecil. Lelah. “Ini radio kenapa kayak ngerti banget sih,” gumamnya. Erina ikut tersenyum tipis. “Karena kamu lagi dengerin.”
689 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai radio mayangkara
Baca
+Pustaka
Kesayangan Sang Dosen

Kesayangan Sang Dosen

cetus mama Tyas “Dahhh mama sayangggg!’ Ryan sambil kirim ikon cium ke mamanya Tak lama kemudian Maya selesai mandi dan kembali duduk di pinggir ranjang. “Barusan mama WA saya May!’ kata Ryan “Waduh..... tau gak kita lagi disini?” tanya Maya cemas “Ya enggaklah...emang saya dah gila apah memberitahukan kita sedang disini!” cetus Ryan “Makanya tadi saya buru-buru menutup pembicaraan agar mama tidak terus japri dan bertanya ini itu ke saya, “ kata Ryan lagi
1045.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai radio mayangkara
Baca
+Pustaka
May I Go ? (Indonesia)

May I Go ? (Indonesia)

Ucapku manja "Dasar manja!! Ayo aaa" Dan kami saling menyuapi sampai apa yang ada di atas piring ludes tidak tersisa. Aku merebahkan kepalaku di atas pangkuannya. "Jadi kenapa?" "Kenapa apanya?" Dan sepertinya aku mulai tertular cerewetnya "Kenapa kok makanan aku dibatasin? Aku gendutan ya? Perasaan enggak deh, perut aku aja udah sixpack gini masak masih gendut? Atau kamu mau aku punya ei-"
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai radio mayangkara
Baca
+Pustaka
Mutiara Sang Rahwana

Mutiara Sang Rahwana

Terbiasa tersisihkan dan diabaikan, membuatnya pantang membuang-buang air mata dan memilih tegar. “Kalau mau nangis, boleh kok, enggak usah malu.” Suara bariton Bima membuat Tiara tersadar dari lamunan yang menyeretnya dalam kenangan menyesakkan. Tiara sedang malas berdebat. Dia memilih membuang pandangan dan menatap bintang-bintang dari kaca mobil yang sengaja dibiarkan terbuka. “Halo, hai … kembali bersama saya, Magdalena di radio kesayangan Anda, 102,5 FM. The credible station in town.”
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai radio mayangkara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status