Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JANIN SIAPA DI RAHIMMU, DEK?

JANIN SIAPA DI RAHIMMU, DEK?

Ketika aku memasak, Mas Ibas menjaga Tegar yang sudah mulai memiringkan badan untuk tengkurap. Keluarga kami bahagia tanpa ada masalah. Rasanya beban pikiran yang kualami lenyap di dalam rumah itu. Hanya saja, kami harus bersabar ketika hujan lebat. Karena rumah banyak yang bocor. Jika diikuti angin kencang, dada gemetar membayangkan rumah yang kutinggali roboh. Karena, jika dilihat dari kejauhan, saat ini atapnya terlihat sedikit miring. Meski si tuan rumah sering bilang kalau rumah itu masih kuat. Kayu atapnya semua dari kayu jati tua yang kokoh. ***
28.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai rumah tanpa atap
Baca
+Pustaka
Selling My Husband

Selling My Husband

Lily sampai bosan. Selain itu lantai rumah kontrakan terbuat dari semen serta atap rumah menggunakan seng, yang terlibat memiliki lubang. Manakala hujan tiba sudah ketebak rumah akan digenangi air. Untungnya tempat tidur mereka bukan dengan kasur lantai, tetapi pada ranjang besi kuno yang Adam bawa dari rumah masa kecil. Melihat betapa buruknya rumah hunian Lily dan Adam. Elena turut prihatin.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai rumah tanpa atap
Baca
+Pustaka
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Naik ke atas wuwungan atau atap yang terbuat dari jerami. “Kau siap?” tanya Ruhsantini. Tangan kanannya diangkat ke samping kepala. Begitu Ruhcinta mengangguk Ruhsantini hantamkan tangan kanannya ke bawah. Serangkum angin dahsyat menderu membobolkan atap rumah. Sebuah lobang besar terkuak. Tanpa menunggu lebih lama dua orang ini terjun ke bawah. Di lain saat mereka telah berada di dalam rumah kayu. Sesaat mereka sengaja tegak tak bergerak untuk membiasakan mata dengan kegelapan. “Rumah ini kosong...” bisik Ruhcinta.
1031.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai rumah tanpa atap
Baca
+Pustaka
Teror Ghaib

Teror Ghaib

Tingginya sekitar lima meter. “Apa atapnya cuma terbuat dari jerami?” tanya Ema. “Nggak dong, Emma,” kata Tony, “jerami itu cuma penutup. Atapnya sebenarnya terbuat dari genteng.” Emma kemudian mengikuti langkah Tony yang berjalan mendekati pintu rumah. Rupanya ketika orang keluar dari pagar, mereka akan langsung menghadap ke samping rumah. Jika ingin menuju pintu rumah harus berjalan ke arah kanan.
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai rumah tanpa atap
Baca
+Pustaka
Hati Suamiku, Milik Pujaan Hatinya

Hati Suamiku, Milik Pujaan Hatinya

"Gedung ini adalah salah satu proyek perumahan murah. Orang kaya sepertimu mungkin bahkan nggak pernah melihat gedung seperti ini, di mana lebih dari selusin keluarga harus berbagi satu lantai, masing-masing hanya mendapatkan satu sudut, dengan pusat gedung yang kosong, lubang tanpa sinar matahari!" Kata-katanya membuat wajahku, Jimmy, dan Justin memucat. Kami semua melihat ke atas, ke monster beton setengah jadi yang berwarna abu-abu itu. Atapnya yang tanpa dinding tampak seperti mulut hitam yang terbuka dan berteriak ke langit gelap. Di tenggorokan salah satu dari mulut itu, dua orang yang paling berarti bagiku berdiri di tepi kematian mereka, dan aku tidak bisa berbuat apa-apa.
8.1126.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai rumah tanpa atap
Baca
+Pustaka
MENANTU TANPA RESTU

MENANTU TANPA RESTU

Rumahnya sederhana dinding bata belum diplester, lantai semen, dan atap seng yang bocor di beberapa bagian. Pemilik rumah, seorang bapak tua bernama Pak Warto, menyambut mereka dengan ramah. "Kalau mau, langsung tempati saja. Nggak usah DP. Bayar bulan depan juga boleh. Saya tahu keadaan orang baru pindah itu pasti susah."
594 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai rumah tanpa atap
Baca
+Pustaka
Satu Atap dengan Maduku

Satu Atap dengan Maduku

Pengen lihat-lihat dulu gitu perlengkapan bayi, kayaknya seru,’’ pinta Adelia. ‘’Ya udah ayo, kita juga bete di rumah mulu, iya kan, Bu?’’ Megan ikut angkat bicara. ‘’Ya sudah kalau begitu.’’ Mereka bertiga pun menuju pusat perbelanjaan. Di rumah hanya ada Mbok Painem, sementara Shela dan Riko sedang pergi keluar ke rumah orang tua Riko yang kebetulan sedang sakit. Nando, suami Megan pun sedang bekerja ke luar kota sampai seminggu ke depan, sehingga Megan merasa jenuh berada di rumah.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai rumah tanpa atap
Baca
+Pustaka
Olm, Osa Si Salamander

Olm, Osa Si Salamander

Rumah ini sangat tidak nyaman untuk standar manusia di dunia. Lapuknya kayu yang menjadi material utama bahan pembangun, membuatnya berisiko ambruk kapan saja. Atap berbahan seng yang terdengar nyaring ketika hujan, juga sudah tampak berlubang, meloloskan cahaya matahari siang ke permukaan semen tak berkeramik rumah itu. 'Rumah reot', 'Rumah Gubuk', 'Rumah Bobrok', mungkin sebutan itu lebih tepat daripada menyebutnya sebagai 'Rumah Manusia'.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai rumah tanpa atap
Baca
+Pustaka
Lima Tahun Tanpa Nafkah

Lima Tahun Tanpa Nafkah

Dia tak tahu bagaimana kondisi rumahnya sekarang. Tepat ketika mereka sampai di gerbang dan sedang membuka gembok, hujan turun deras. "Ayo cepat!" seru Kala menarik tangan Garwita agar cepat berlari menuju teras. Rumah nenek Kala terlihat gelap gulita di dalam, hanya lampu teras yang dinyalakan. Tapi jauh dari bayangan Garwita, rumah itu tak seperti rumah kosong yang tak terurus, rumah nenek Kala bersih juga terawat di bagian pelataran.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai rumah tanpa atap
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status