Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

bisiknya dengan suara parau. Ranjang bayi itu kosong. Selimut yang biasanya membungkus tubuh kecil anaknya terjatuh ke lantai, basah oleh cairan berwarna gelap yang menetes perlahan. Aroma anyir kembali menusuk hidungnya, membuat perutnya mual.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as rumput embun
Read
+Library
Alvaro, Sang Penguasa Dunia

Alvaro, Sang Penguasa Dunia

Dengan dramatis, Alvaro perlahan menuangkan soda ke bubuk Saripati Embun. Suasana seketika menegang. Tiba-tiba, campuran itu meletus hebat, mendidih dengan suara mendesis, dan mengeluarkan asap beracun. Kerumunan terperanjat, suara helaan napas kaget memenuhi ruangan.
9.6151.9K viewsCompletedAdded to Library 5.8K Times as rumput embun
Read
+Library
SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA

SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA

sahut seorang lelaki tua bermata satu di sebelahnya, lalu meludah ke tanah. "Apakah kau lupa bahwa Fang Zhe itu telah terkena Racun Embun Hitam!" Mendengar nama racun itu, beberapa narapidana di sekitar mereka seketika bergidik ngeri. "Racun Embun Hitam?! Zat mematikan yang bisa melelehkan meridian dan membusukkan Dantian dalam waktu tiga jam itu?!"
1012.8K viewsOngoingAdded to Library 447 Times as rumput embun
Read
+Library
GARA-GARA AEROBIK, ISTRIKU BERBADAN DUA

GARA-GARA AEROBIK, ISTRIKU BERBADAN DUA

Embun menjawabnya lesu, meminta ijin pada Dita. "Pakai saja. Gak usah pinjam segala," balas Dita dengan ramah. "Aku gak pernah bawa minyak angin, gak suka baunya. Tapi punyamu wanginya enak, Dit," kata Embun lagi, menghirup minyak angin roll on milik Dita. "Suka wanginya?" tanya Raffa dan Embun mengangguk sebagai jawaban. "Nanti kita mampir beli snack dan minyak angin itu. Pasti ada di minimartket, bukan?"
1052.1K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as rumput embun
Read
+Library
Setoran Bulanan Untuk Mertua

Setoran Bulanan Untuk Mertua

Karena tak mau memikirkan banyak hal lagi, akhirnya Embun melupakan semua itu dan pamit pada Nenek Asti. Semakin dekat dengan rumah mertuanya, Embun semakin terkejut. Pasalnya, kini ada lautan manusia yang mulai memadati depan rumah hingga masuk ke pekarangan. Bahkan terlihat ada kegaduhan di dalam rumah Bu Retno. Ada apa ini? “Permisi … permisi.”
1018.9K viewsCompletedAdded to Library 509 Times as rumput embun
Read
+Library
Buruk Rupa

Buruk Rupa

ucap Pak Samson menunjuk Argan dengan jari telunjuknya dengan air liur yang berhamburan entah kemana. "Pak! Kalau ngomong itu direm napa Pak?! Ini air ludah Bapak bau! Mencrot-mencrot kemuka saya! Nanti saya suruh istri Bapak nggak ngasih Bapak jatah ntar malam! Mau?" ancam Argan.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as rumput embun
Read
+Library
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Terima kasih ayah. "Lah, lo kok jadi mewek sih? Apa gue salah ngomong ya?" Marini kebingungan saat melihatnya menangis. "Nggak, Rin. Lo nggak salah ngomong. Bumil kayak gue emang sensitif. Bawaan hormon kayaknya. Hehehe. Ya udah, gue cabut dulu ya, Rin? Sekali lagi, tolong lihat-lihat ibu gue ya?" Saat melihat anggukan tegas Marini, barulah ia sedikit lega saat menelepon Robin agar segera di antar pulang. ========================
1091.8K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as rumput embun
Read
+Library
Rahim untuk Anakku

Rahim untuk Anakku

Baru dua tegukan, Alaska sudah memandang Embun dengan tatapan lain dari biasanya. “Kenapa ngelihatin aku kayak gitu?” “Mbun, gue mo ngomong,” ujar Alaska. “Biasa aja kali. Mo ngomong mah ngomong aja. Ada apaan sih? Tumben kamu serius banget. Ekspresimu kayak orang lagi nahan kentut di musholla. Suer,” goda Embun.
106.3K viewsOngoingAdded to Library 190 Times as rumput embun
Read
+Library
Nasib calon menantu salah alamat

Nasib calon menantu salah alamat

Tiba-tiba Embun dan Zia menghela napas panjang. “Kenapa kalian yang kelihatan lebih merana dari aku sih?” tanya Nara heran. “Aku tuh sempat takut kalau tiba-tiba tante Ratih muncul dan bikin heboh di pameran.” ujar Embun dengan wajah khawatir. Nara langsung memasang tawa canggung begitu mendengar kecemasan rekannya itu, ”Jangan sampai ya.” harapnya.
9.928.1K viewsCompletedAdded to Library 927 Times as rumput embun
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

Embun mual mencium aroma yang dulu pernah amat sangat di gilanya. "Lho adek kenapa? Muka adek kok pucat sekali? Lho adek mau kemana?" Anak Dewa menyusul langkah Embun yang akhirnya muntah-muntah hebat di toilet. Perutnya bahkan sampai kram karena masih saja ingin terus mengeluarkan isinya, padahal isi perutnya sudah kosong. Nasi goreng nya telah dia keluarkan semuanya. Hoekkk... hoekkk... hoekkk...
1030.1K viewsCompletedAdded to Library 812 Times as rumput embun
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status