Rahim untuk Anakku
Baru dua tegukan, Alaska sudah memandang Embun dengan tatapan lain dari biasanya.
“Kenapa ngelihatin aku kayak gitu?”
“Mbun, gue mo ngomong,” ujar Alaska.
“Biasa aja kali. Mo ngomong mah ngomong aja. Ada apaan sih? Tumben kamu serius banget. Ekspresimu kayak orang lagi nahan kentut di musholla. Suer,” goda Embun.