Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Banyak kalimat – kalimat yang menghantui pikirannya. Besok pas ketemu gimana ya? Orangnya kayak gimana ya? Bakalan nyambung ga orangnya? Bakalan iflil ga ya ngeliet gue? Mesti bilang apa nih ke Setya kalo gue ternyata ga sendirian datang ke acara itu? "Aaaargghhh. Apa – apaan sih kamu Diana."
102.1K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as rumput embun
Read
+Library
Dewa Abadi Bangkit Dari Lubang Sampah

Dewa Abadi Bangkit Dari Lubang Sampah

Meskipun meridian Qin Rou belum sepenuhnya pulih, esensi Rumput Embun Sembilan Langit telah membekukan pergerakan racun di dalam darahnya untuk sementara waktu. Di hadapan Long Tian, vegetasi hutan mendadak berubah menjadi jajaran pohon tua berbatang hitam dengan ranting-ranting yang menyerupai cakar iblis. Kabut abu-abu pekat beraroma sulfur tipis bergulir di atas tanah, membatasi jarak pandang visual hingga kurang dari lima meter.
106.7K viewsOngoingAdded to Library 248 Times as rumput embun
Read
+Library
Dicampakkan Setelah Melahirkan

Dicampakkan Setelah Melahirkan

“Bu Ningrum bukan Bu Ningrat. Apalagi Bu-jur sangkar,” “Apaan sih bikin kaget? Kok bisa tau rumahku di sini? Terus mau ngapain?” cecar Embun setelah mengedarkan pandangannya ke segala arah. “Masuk, yuk!” titahnya dengan nada khawatir. “Ada apa emang?” tanya Ningrum merasa curiga melihat reaksi Embun. “Ada anak-anak mabuk! Ayo bicaranya di dalam,” ucap Embun langsung meraih lengan Ningrum. Tatapannya tertuju pada kantong putih berlogo kelelawar. “Tumben belanja banyak,”
1036.1K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as rumput embun
Read
+Library
TULANG RUSUK YANG REMUK

TULANG RUSUK YANG REMUK

Aroma ragi yang manis dan mentega yang creamy terasa lebih nyaman daripada bau amis piring kotor di rumah mertua. Aira berbaring di sofa belakang toko, ia memeluk El yang tidur pulas. Wanita itu membuka buku tabungan kecilnya. Uang yang dirampas Bu Lastri adalah pembayaran dari Bima untuk pesanan besok. "Mereka mencuri uang itu, dan aku harus tetap memproduksi 1.000 bungkus roti krispi," bisik Aira.
10512 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as rumput embun
Read
+Library
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

Di dasar jurang, di atas batu hitam yang retak dan berdenyut lemah, tumbuh satu batang ramping. Bunga Embun Abadi. Kelopaknya bening kebiruan, berkilau seperti embun pagi yang membeku dalam waktu. Cahaya lembut berdenyut dari pusatnya, membuat udara di sekitarnya bergetar pelan—seakan dunia menahan napas, takut merusak kesempurnaan itu. Setiap denyutnya membuat jantung berdebar. Namun... Udara berubah dingin.
1025.9K viewsCompletedAdded to Library 699 Times as rumput embun
Read
+Library
Bukan Cinta Duda Biasa

Bukan Cinta Duda Biasa

Ia tak bisa melihat sedikit saja kesedihan pada orang lain. “Oh, ya. Ya ampun. Maafkan saya, Riani. Saya Embun, Mamanya Samudera. Senang bertemu dengan kamu,” ucap Embun sambil menjabat hangat tangan Riani. Hati Embun makin terasa pilu saat mendapati tangan itu terasa kecil seolah hanya tulang yang dibalut dengan kulit.
1011.6K viewsCompletedAdded to Library 360 Times as rumput embun
Read
+Library
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

Zaara menyemburkan minumannya tak sengaja sebab tersedak mendengar seruan Embun yang mengagetkannya. “Ap-pa sih? Kamu benar-benar mau membunuhku Embun,” Zaara mendelik ke arahnya dengan tajam. Beberapa detik kemudian Zaara terbatuk dan sedikit meringis. Air yang ditengaknya masuk ke area hidungnya. Embun mendaratkan bokongnya di samping Zaara lalu menyentuh pelan pundaknya dengan perasaan bersalah.
109.4K viewsCompletedAdded to Library 280 Times as rumput embun
Read
+Library
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

Dengan kata lain, kehidupan Mentari tidak ada apa-apa bagi dirinya. “Kalau sampai Mentari selamat lagi kali ini,” gumam Embun dengan nada rendah dan berbahaya. Senyuman jahatnya muncul, membuat siapa pun yang melihatnya pasti akan merasa takut. “Gue sendiri yang akan mencabut nyawanya dengan cara yang paling menyakitkan, secara perlahan-lahan. Sampai Mentari sendiri yang akan memohon kepada gue untuk segera menghilangkan nyawanya detik itu juga.”
109.4K viewsOngoingAdded to Library 253 Times as rumput embun
Read
+Library
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

Ganindira bisa mengira kalau ruangan ini terdapat di paling atas gedung hotel milik keluarga Ganesha. Sesampai dikamar mandi, Ganindira melepas selimut yang melilit tubuhnya kelantai dan masuk kedalam bathup sambil menunggu air penuh. Tangannya terjulur untuk mengambil minyak aromaterapi dan menumpahkannya kedalam bathup. Dirasa sudah cukup, Ganindira menenggelamkan tubuhnya sampai sebatas leher dan sambil memejamkan matanya.
3.2K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as rumput embun
Read
+Library
Rumput Tetangga

Rumput Tetangga

jawab Rania seadanya. "Nah iya maksud Mbok. Mbok mah nggak pernah ke sana, jangankan ke sana. Tempatnya aja mbok nggak tau," jelas Mbok Iyem. "Telus mbok pelna libulan ke mana aja?" Selain cerewet, Ruby juga termasuk anak yang selalu ingin tahu akan hal-hal baru. "Hmmm, Mbok mah kalo liburan ya paling-paling waktu muda ke pantai atau nggak ya mentok-mentok di sungai hehehe."
2.3K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as rumput embun
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status