Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dicampakkan Setelah Melahirkan

Dicampakkan Setelah Melahirkan

“Bu Ningrum bukan Bu Ningrat. Apalagi Bu-jur sangkar,” “Apaan sih bikin kaget? Kok bisa tau rumahku di sini? Terus mau ngapain?” cecar Embun setelah mengedarkan pandangannya ke segala arah. “Masuk, yuk!” titahnya dengan nada khawatir. “Ada apa emang?” tanya Ningrum merasa curiga melihat reaksi Embun. “Ada anak-anak mabuk! Ayo bicaranya di dalam,” ucap Embun langsung meraih lengan Ningrum. Tatapannya tertuju pada kantong putih berlogo kelelawar. “Tumben belanja banyak,”
1036.6K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as rumput embun
Read
+Library
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

“Aku tahu, ini tidak mudah, Bun. Tapi aku salut kau bisa sekuat ini.” Embun menunduk, jarinya meremas ujung bajunya. “Setiap hariku memang menyakitkan,” ucap Embun lalu tergelak kecil. Namun, dari sudut matanya muncul cairan bening. Embun masih menahan cairan itu agar tidak mengalir, belum apa-apa air matanya ingin menerobos. Betapa rapuhnya hatinya saat ini.
105.6K viewsCompletedAdded to Library 133 Times as rumput embun
Read
+Library
Bukan Cinta Duda Biasa

Bukan Cinta Duda Biasa

Ia tak bisa melihat sedikit saja kesedihan pada orang lain. “Oh, ya. Ya ampun. Maafkan saya, Riani. Saya Embun, Mamanya Samudera. Senang bertemu dengan kamu,” ucap Embun sambil menjabat hangat tangan Riani. Hati Embun makin terasa pilu saat mendapati tangan itu terasa kecil seolah hanya tulang yang dibalut dengan kulit.
1011.8K viewsCompletedAdded to Library 366 Times as rumput embun
Read
+Library
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

Zaara menyemburkan minumannya tak sengaja sebab tersedak mendengar seruan Embun yang mengagetkannya. “Ap-pa sih? Kamu benar-benar mau membunuhku Embun,” Zaara mendelik ke arahnya dengan tajam. Beberapa detik kemudian Zaara terbatuk dan sedikit meringis. Air yang ditengaknya masuk ke area hidungnya. Embun mendaratkan bokongnya di samping Zaara lalu menyentuh pelan pundaknya dengan perasaan bersalah.
109.6K viewsCompletedAdded to Library 288 Times as rumput embun
Read
+Library
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

Dengan kata lain, kehidupan Mentari tidak ada apa-apa bagi dirinya. “Kalau sampai Mentari selamat lagi kali ini,” gumam Embun dengan nada rendah dan berbahaya. Senyuman jahatnya muncul, membuat siapa pun yang melihatnya pasti akan merasa takut. “Gue sendiri yang akan mencabut nyawanya dengan cara yang paling menyakitkan, secara perlahan-lahan. Sampai Mentari sendiri yang akan memohon kepada gue untuk segera menghilangkan nyawanya detik itu juga.”
109.6K viewsOngoingAdded to Library 258 Times as rumput embun
Read
+Library
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

Ganindira bisa mengira kalau ruangan ini terdapat di paling atas gedung hotel milik keluarga Ganesha. Sesampai dikamar mandi, Ganindira melepas selimut yang melilit tubuhnya kelantai dan masuk kedalam bathup sambil menunggu air penuh. Tangannya terjulur untuk mengambil minyak aromaterapi dan menumpahkannya kedalam bathup. Dirasa sudah cukup, Ganindira menenggelamkan tubuhnya sampai sebatas leher dan sambil memejamkan matanya.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as rumput embun
Read
+Library
Rumput Tetangga

Rumput Tetangga

jawab Rania seadanya. "Nah iya maksud Mbok. Mbok mah nggak pernah ke sana, jangankan ke sana. Tempatnya aja mbok nggak tau," jelas Mbok Iyem. "Telus mbok pelna libulan ke mana aja?" Selain cerewet, Ruby juga termasuk anak yang selalu ingin tahu akan hal-hal baru. "Hmmm, Mbok mah kalo liburan ya paling-paling waktu muda ke pantai atau nggak ya mentok-mentok di sungai hehehe."
2.4K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as rumput embun
Read
+Library
Rembulan yang Terluka

Rembulan yang Terluka

Pelan-pelan makannya, hati-hati jadi tersedak kan? Harum parfum ini begitu familiar.batin Angga. To be Continued
105.7K viewsOngoingAdded to Library 154 Times as rumput embun
Read
+Library
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Debu abu itu terhisap masuk ke dalam hidungnya. Gracya terdiam, matanya melebar. Dia terbatuk pelan, merasa sedikit sesak, tetapi yang lebih membuatnya tidak nyaman adalah perasaan aneh yang tiba-tiba datang. Sebuah rasa dingin merayap di kulitnya, seperti ada sesuatu yang mulai berubah di dalam dirinya. "Hadeh… cu-cuma debu. Tidak perlu panik," katanya pelan, mencoba menenangkan diri. "Ini semua cuma kebetulan."
1.2K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as rumput embun
Read
+Library
Runtuh di Tangan Karma

Runtuh di Tangan Karma

Dokter menjelaskan dengan lembut bahwa benturan keras dan gejolak emosi yang ekstrem membuat kondisi rahimku yang sudah rapuh akibat berkali-kali menjalani bayi tabung, menjadi makin parah. Aku berbaring di ranjang, menatap langit-langit yang pucat. Kukira setelah Ayah membongkar semuanya secara langsung, Yansen dan Mona setidaknya akan menahan diri. Tapi aku sama sekali tak menyangka rasa malu sudah lama sirna dari urat nadi mereka. Ponselku bergetar terus-menerus. Pesan dari sahabatku masuk bertubi-tubi, disertai banyak tautan berita.
2.4K viewsCompletedAdded to Library 81 Times as rumput embun
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status