Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sentuhan Panas Senior Galak

Sentuhan Panas Senior Galak

"Iya, terima kasih Nak Saga, mama bisa tenang kalau kamu stay di sini. Mama sudah kadung di sini, untuk malam ini menginap di sini." "Ini Ma, buat mama, aku sudah sekalian makan tadi di luar. Sengaja nyari kopi buat teman jaga." "Mama sudah beberapa hari ini absen kopi, Ga, buat kamu saja," tolak Bu Hira bukannya tidak mau. Dia memang sedang mengurangi kafein untuk kesehatan. "Walah ... jadi nggak mau nih Ma, atau bituh sesuatu, biar Saga beliin di luar."
9.8101.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.4K Beses bilang saga coffee
Read
+Library
Membalas Suami Pengkhianat dan Selingkuhannya

Membalas Suami Pengkhianat dan Selingkuhannya

Sukses Saga tidak selera makan selama dua hari. Setelah lelah berputar-putar keluar masuk gang, perumahan, dan perkampungan, tetapi Saga tidak juga bisa mendapatkan jambu klutuk permintaan Salsa. Laki-laki itu heran, hampir dua jam dia berkeliling, tetapi tidak satu pun pohon jambu klutuk yang terlihat. Apa tiba-tiba jambu kutuk itu sepakat menghilang karena tahu sedang dicari olehnya? Merasa tidak mungkin mendapatkan apa yang dicari, ditambah waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua dini hari, plus gerimis yang mulai menderas, Saga melihat sebuah mini market untuk berteduh, yang di neon boxnya bertuliskan 'buka dua puluh lima jam' membuatnya iseng menghitung satu jam lagi diambil dari man
1032.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang saga coffee
Read
+Library
HARMONY

HARMONY

“Lah kan tadi naik keatas, lo sibuk sendiri sih jadi engga sadar kan” Sagara terus meng-scroll konten toktok yang ada di rekomendasi berandanya. “Eh ada coffee shop baru nih, kapan-kapan nongski disana sabi lah ya” kata Sagara. “Sekarang dimana-mana udah ada coffee shop ye, jadi bingung mau ngopi dimana” celetuk Abian.
105.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 126 Beses bilang saga coffee
Read
+Library
Pesona Upik Abu

Pesona Upik Abu

Di dalam ruang kerja pribadinya yang didominasi warna hitam dan monokrom, Sagara berdiri di dekat jendela besar, menyesap kopi hitamnya yang masih mengepul. ​Di atas meja kerjanya, sebuah kotak beludru kecil berwarna biru tua tergeletak anggun. Di dalamnya terdapat sebuah jam tangan mewah dari merek ternama Swiss—sebuah hadiah kecil yang sudah disiapkan Sagara khusus untuk Sri.
613 viewsOngoingIdinagdag sa Library 20 Beses bilang saga coffee
Read
+Library
Senja Yang Di Hadirkan

Senja Yang Di Hadirkan

Bukan cemburu, hanya saja gadis kampung seperti senja masih awam melihat kemesraan-kemesraan yang selalu di tunjukkan di tempat umum. "Senja, kau mau pesan apa?" tanya Ariana. "Saya pesan kopi saja, Nyonya." Ariana memesan tiga cangkir kopi dan tiga buah jagung bakar untuk menghangatkan tubuhnya sekaligus untuk mengusir kantuk yang mulai menderanya. "Sayang, kenapa kamu memesan kopi?" tanya Saga setengah berbisik. "Sesekali, kan nggak pa-pa, Mas."
106.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 149 Beses bilang saga coffee
Read
+Library
Baby Sitter Sang CEO

Baby Sitter Sang CEO

suara Haris terdengar. "Masuk Ris." Haris berjalan masuk lalu menyajikan kopi yang diminta oleh atasannya itu. "Ini Pak, yang buat anak pantry yang biasa lihat Reres buat." Saga mengangguk,kemudian segera mengambil cangkir kopi untuk segera menikmati kopi miliknya. Pria itu menyeruput kopi, terlihat kecewa. "Minta ulang, rasanya beda banget, terlalu encer, masih kemanisan."
1016.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 521 Beses bilang saga coffee
Read
+Library
The Sage

The Sage

Mereka, terutama Jimin mulai sekarang akan lebih berhati-hati pada Taehyung. "Yang terakhir adalah Sage, penyihir akan yang terlahir setiap 800 purnama bulan biru sekali. Jenis penyihir yang sangat langka sama seperti Shapesifter, penyihir terkuat yang bahkan tanpa mengucapkan mantra atau kutukan dia dapat membunuh musuhnya. Salah satunya adalah ibunda Taehyung, Ratu Jisoo adalah seorang Sage. Dia tiada demi menciptakan sebuah barrier tanpa batas untuk melindungi Ederland dari kehancuran kala invasi manusia fana terjadi bertahun-tahun lalu ketika bulan merah terjadi." "..."
576 viewsOngoingIdinagdag sa Library 16 Beses bilang saga coffee
Read
+Library
When I Meet You Again

When I Meet You Again

“Kau bisa ke sini? Di café bawah. Aku jelaskan nanti saat kau datang. Sori, mengganggu waktumu. Thank’s.” Di café apartemen yang buka 24 jam, hanya ada beberapa orang dengan kesibukannya masing-masing. Saga duduk termenung di meja bar sambil menekuri secangkir kopi yang masih mengepulkan asap. Ia sengaja memilih minuman non-alkohol karena akan lebih berbahaya jika dirinya ikut mabuk. Tepukan ringan di punggungnya, membuat Saga menoleh.
1016.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 470 Beses bilang saga coffee
Read
+Library
Hate to Love

Hate to Love

“Baik Nyonya. Apa anda dan tuan ingin dibuatkan kopi, teh, atau minuman hangat lainnya?” “Em.. tidak perlu aku akan membuatnya sendiri. Kalian bisa melanjutkan pekerjaan masing-masing.” Dua asisten rumah tangga itu mengangguk kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Aliika mengambil dua buah cangkir berukuran sedang. Lalu ia menuangkan susu kedalam gelas yang sudah diisi dengan kopi. Sagara menyukai kopi, namun tak bisa minum kopi hitam murni karena seingat Aliika suaminya itu punya sakit maag.
108.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 277 Beses bilang saga coffee
Read
+Library
Bara Dendam Sagara

Bara Dendam Sagara

Dia melangkah keluar, fokus pada apa yang harus dilakukan hari ini. Udara pagi terasa dingin, menusuk hingga ke tulang, namun aktivitas di dalam markas justru memanas. Belum lama Sagara menyelesaikan sarapan sederhananya, suara langkah tergesa-gesa terdengar dari lorong utama. Seorang kurir muda dari Naga Merah menerobos masuk, napasnya terengah-engah, wajahnya memerah karena lari.
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 43 Beses bilang saga coffee
Read
+Library
PREV
12345
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status