Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Pembaca yang Turun ke Cerita LOKASI: DIMENSI REALITA (DUNIA PEMBACA) STATUS WAKTU: BUKAN FIKSI, BUKAN NYATA Di balik layar komputer, di dalam ruang sunyi penuh cahaya biru, seorang gadis bernama Sera menatap layar monitor yang menampilkan kata terakhir dari Bab 112. Ia menggulir ke atas. Ke bawah. Tak ada yang baru. Tak ada pembaruan. Cerita berhenti. “Tapi… kenapa?” bisiknya. “Kenapa berhenti di situ?” Ia mengetik di kolom komentar: ‘Lanjut dong…’
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
Cerai pura pura

Cerai pura pura

* *Santi: (Mengirim tangkapan layar pengumuman)* *Santi: "Tapi penempatannya di Wonosari, Mas. Kota tempat Mbak Hesti. Jauh dari sini."* Santi menunggu. Lima menit. Sepuluh menit. Soto ayam di depannya sudah benar-benar dingin dan lapisan lemaknya mulai menggumpal. Akhirnya balasan masuk. *Mas Angga: "Wuih! Alhamdulillah! Rejeki anak tuh!"*
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

Pilar-pilar tinggi menopang atapnya, dan pada puncaknya ada simbol matahari bercahaya samar. Namun, bayangan pekat berputar di sekitar bangunan itu, seolah cahaya dan kegelapan saling bertarung. “Indah sekali…” bisik Lyra dengan mata berbinar. Selene menunduk hormat, suaranya bergetar. “Itu… kuil Solis, Dewa Cahaya. Aku tidak pernah membayangkan bisa melihatnya dengan mata sendiri.” Namun Kaelen menyipitkan mata. “Kalau begitu, kenapa tempat suci ini terasa… menakutkan?”
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
Purba Mahkota

Purba Mahkota

“Uk uk, aak!” “Oh …?” Dia, si peri yang memiliki nama lengkap Sri Pohaci, peri kesuburan yang dapat menyuburkan segala jenis tanaman, juga memiliki bakat keakraban dengan hewan berupa dapat dengan mudah memahami setiap kata yang hewan keluarkan, … secara cepat langsung mengerti semua perkataan penuh umpatan, dari monyet hitam yang besar itu. “Anda memang Masternya Saya, kan? Anda hanya benar-benar sedang dalam bentuk monyet jadi-jadian karena dikutuk oleh Sir Serunting, kan?”
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
Teman Seranjang

Teman Seranjang

Seram melihat mata Norita yang benar-benar menakutkan. TING! Ponsel Alice berbunyi, tanda ada pesan masuk. Alice mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengirimkan pesan kepadanya. Norita : Tunggu saya di kantin!
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
Sisa Takdir

Sisa Takdir

Jalan-jalan lebar dipenuhi dengan toko-toko megah, bendera kerajaan berkibar di setiap sudut, dan para prajurit patroli berjaga di persimpangan jalan. Kereta mereka akhirnya melambat saat mendekati gerbang istana. Gerbang utama istana setinggi hampir lima belas meter, terbuat dari baja hitam dengan ukiran lambang Kerajaan seekor singa bersayap yang mengaum ke langit. Di kedua sisinya, prajurit dengan baju zirah emas berdiri tegak, memegang tombak panjang yang mengilap. Saat kereta Silvercrest berhenti, seorang petugas mendekat dan menunduk hormat. “Selamat datang, Tuan Ronan, Tuan Damien, Tuan Elian. Silakan masuk.”
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN TERLARANG DENGAN MUSUH KELUARGA

PERNIKAHAN TERLARANG DENGAN MUSUH KELUARGA

Dari mansion Sera kesini membutuhkan waktu 45 menit. Apa kalian tau Arsya dan Sera ngapain? Kedua manusia berbeda jenis kelamin itu berada di balik pohon besar. Jarak 15 meter didepan terdapat keluarga Sera yang tengah berjongkok diatas makam seseorang. Bodyguard berjaga disekitar sana, makam disini jumlahnya sedikit bahkan bisa dihitung dengan tangan. "Kau intip mereka," batin Sera.
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

"Kelompok ke dua.... James, Lauren, Abyaz, Velmort, Pohan." Pada kelompok ke dua, Aslan menatap seorang Ksatria yang kemarin sempat mengajaknya berlatih, kini ia berjalan ke depan dan berdiri di belakang barisan kelompok satu. Meskipun Aslan tak tahu pasti siapa namanya, namun ia cukup hebat karena terpilih oleh bola yang katanya ajaib itu. "Lanjut. Kelompok ke tiga.... Rainer, Gavin, Nail, Dafid, dan Flour."
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
Seruni Senja

Seruni Senja

Lanjut Tidan Merekapun bergegas untuk sembunyi. “Navi, kenapa kamu mengikuti k uterus, kamu jari tempat sembuyi sendiri sana.” Kata Ira “Tidak mau aku ingin ikut kamu kemana pun kamu bersembunyi.” Jawab Navi Mereka berdua pun bersembunyi bersama. “Navi kamu sedikit bergeser dong.” Ujar Ira “Kalau aku bergeser bisa ketahuan habisnya kamu milih sembunyi kok di belakang pohon yang kecil.” Jawab Navi
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
Kemilau Senja

Kemilau Senja

Lebih hemat dan pastinya sangatlah menggugah selera. Diriku sendiri, aku adalah Alumni Mahasiswi S2 Di Universitas Paramadina jurusan Magister Ilmu Agama Islam yang terletak di Jakarta selatan juga, aku memutuskan untuk kuliah di situ karena ingin memantau pergaulan Ayu, aku merasa kasihan jika Ayu tinggal di luar kota seorang diri, meski tinggal di pondok pesantren yang sudah terjamin keamanannya. Namun, aku masih saja khawatir, ya karena tempat tinggal keluarga kami di Tangerang Selatan, jadi kami dulu pun memutuskan untuk pulang ke rumah dalam sebulan sekali, itu pun sudah sangat menahan rindu.
1010.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai seraya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status