Adiknya pacarku, Abangnya suamiku
papar Janu, diiringi tetesan dari kedua pelupuknya.
“Kamu harus tunggu aku, Ta. Kamu cinta, kan, sama aku? Kamu percaya, kan, sama aku?” Aletta menggukan kepalanya tegas, menyahuti. “Aku gak akan pengcut lagi, Ta. Aku bakal lakuin apapun disana buat ngumpulin uang biar kita bisa hidup bertiga.”
Pandangan Janu perlahan turun ke perut Aletta, kemudian mengelusnya lembut. “Hey, Jagoan,” sapa Janu dengan senyuman pahit.
Hot Chapters