Ranjang Panas Tuan Saga
Saga membelai wajahnya dengan lembut.
“Sudah jam sepuluh malam. Kamu tidur nyenyak, aku tidak membangunkanmu.”
Air mata masih membasahi wajahnya. Saga mencium sisa air mata itu dengan perlahan.
“Ayo… kita pulang.”
Yeni diam saja.
Saga memakaikannya kembali pakaian, membungkusnya dengan selimut, lalu menggendongnya keluar.
Bahkan di musim panas, angin malam tetap terasa dingin. Begitu keluar dari lift, hembusan angin menusuk tubuhnya, membuat Yeni meringkuk refleks di dalam pelukan Saga.
인기 회차