ISTRIKU SERING MENANGIS
Ia tampak mengeluarkan butiran air mata, kemudian aku seka air matanya yang tumpah mengenai pipinya yang kini berubah jadi sawo matang akibat terbakarnya terik matahari setiap harinya.
"Kita duduk, ya Sayang, kamu haus? Aku suruh Mbok ambil minum ya," tuturku. Ia tak bicara satu katapun, hanya tangisan yang kudengar dan lihat dari wajahnya.
Kemudian, tanpa disuruh olehku, Mbok Ani mengambil segelas air putih dingin untuk Mayang. Ia begitu haus hingga satu gelas habis diteguknya.