Jangan Seperti Pelangi
Ibu berteriak dari luar.
"Gak, buu. Vio baik-baik ajaa."
Dia segera mandi dan berkemas. Dia punya rencana baru dan dia harus melaksanakannya.
------------------------
Kini, Violet berdiri di depan penerbitan besar. Penerbitan yang sangat sulit di tembus, berbagai karya tulis yang masuk tidak langsung di setujui. Tapi dipilah, diberikan pendamping atau editor, lalu dibimbing sampai tulisannya benar-benar layak dijual. Violet sangat bersyukur, karena tiga novelnya sudah layak terbit disini. Dia melangkah ke Resepsionis, berbicara sebentar dan menunggu di ruang tunggu besar yang ada rak buku, sofa empuk dan mesin minuman.
Hot Chapters