Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Istri Mati Rasa

Ketika Istri Mati Rasa

Telunjuk ini mengarah pada kursi panjang. Di pinggir kolam ikan ada kursi panjang yang terbuat dari bambu atau biasa aku sebut lincak. Mungkin Bang Randu akan menghabiskan waktu dengan duduk di sini setelah memberi makan ikan-ikan di kolam. "Lin, apa benar ucapanmu tadi?" tanya Mbak Nanik setelah kami bertiga menjatuhkan bobot tubuh di lincak tersebut. "Ucapanku yang mana, Mbak?" Aku benar-benar tidak tahu pertanyaan Mbak Nanik.
9.9396.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.7K kali sebagai tempat duduk/ kayu panjang
Baca
+Pustaka
Salah Melamar

Salah Melamar

Kulepas sandal yang kupakai dan mulai duduk di lantai kayu yangdiplamir ini, disambut oleh hamburan padi yang menghijau di sekeliling tempat ini dan di sapa oleh anginyang menenangkan. Tak lama kemudian Mas Adam datang, lalu disusul beberapa pelayanyang datang dengan nampan di tangannya. Beberapa macam makanan pesanan Mas Adamdisuguhkan. Diletakkan di meja panjang yang berada di tengah-tengah tempat ini. “Mas, banyak sekali?” tanyaku.
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai tempat duduk/ kayu panjang
Baca
+Pustaka
Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

siap menyala setiap kali siaran dimulai. Di tengah ruangan, berdiri sebuah meja dari kayu jati yang tebal dan kokoh, Sebuah tempat duduk dari kayu tua dengan ukiran klasik berdiri di depannya, siap memangku siapa pun yang siap berbicara dari balik mikrofon. Loteng itu memang tua dan penuh debu, tetapi bagi siapa pun yang memasukinya, aura misterius dan semangat tak pernah padam terasa dari setiap sudut.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai tempat duduk/ kayu panjang
Baca
+Pustaka
5 games on

5 games on

Duke Elrica beserta yang lain sudah duduk di atas bangku penonton, bangku tersebut terbuat dari bongkahan batu keras besar yang di pahat menyerupai tempat duduk. Jika terlihat dari jauh terasa enggan untuk duduk diatas bongkahan putih bersih karena bisa saja akan membekukan pantat sendiri. Adir baru saja berpikir demikian, namun setelah dia menatap tempat duduk yang sangat banyak dan mengelilingi tempat besar tersebut akhirnya memberanikan diri untuk duduk, ternyata apa yang dipikirkan tidak terlihat demikian.
9.912.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai tempat duduk/ kayu panjang
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
Lyxn
Selamat membaca kembali. Terimakasih sudah support untuk membaca novel ini. Bagi tahukan ke teman-teman kalian. Agar saya lebih semangat update setiap hari. Jika ada kritik dan saran mohon di ajukan saja. Mungkin saja bisa menjadi bahan ide cerita selanjutnya (〜^∇^)〜
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

seorang wanita yang diperkirakan lebih tua dari wanita lainnya menjawab dan mempersilahkan pria itu duduk bersama mereka di atas dangau. “Aku duduk di sini saja Mbak,” pria itu duduk di potongan kayu-kayu yang memang kerap di pakai untuk tempat duduk disusun rapi di sekeliling dangau. “Maaf, Mas ini siapa dan hendak ke mana?” tanya salah seorang wanita di atas dangau.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai tempat duduk/ kayu panjang
Baca
+Pustaka
Kinan

Kinan

Mati saja ia. "Ayo duduk!" kata Yuda mengajaknya untuk menghampiri sebuah kursi kayu panjang dan duduk di sana. "Maaf jika aku membuatmu menunggu terlalu lama." Kinan tidak nyaman berada di sini, terlalu banyak orang dan berisik. Di hadapannya terbentang 5 kolam berukuran besar yang dipenuhi pemuda-pemuda imut yang sedang berlatih.
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai tempat duduk/ kayu panjang
Baca
+Pustaka
KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

“Mari silakan duduk, Pak Rayyan! Ini silakan daftar menunya!” Pak Rayyan tersenyum lalu berjalan mencari tempat duduk yang kosong. Tak terlalu luas teras yang dijadikan tempat duduk untuk yang makan di tempat. Hanya ada dua bangku panjang yang mengapit satu meja. Selebihnya hanya ada kursi-kursi plastik yang ditumpuk di pojok warung. Biasanya para karyawan yang membeli nasi untuk dibungkus, akan memilih duduk di kursi plastik tanpa sandaran itu.
1094.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai tempat duduk/ kayu panjang
Baca
+Pustaka
Dibuang Mantan, Dikejar CEO Sultan

Dibuang Mantan, Dikejar CEO Sultan

Semua furnitur di dalamnya terbuat dari kayu, memberi kesan hangat begitu Brahmana dan Fathan menapaki kaki mereka ke dalam pondok. “Bitte nehmen Sie Platz und warten Sie (Silakan duduk dan mohon tunggu),” ucap wanita tua itu dalam bahasa Jerman, sambil menunjukkan sofa panjang di tengah ruangan. “Vielen Dank, Maam (Terima kasih, Bu),” jawaban nyaris bersamaan diucapkan oleh Brahmana dan Fathan. Wanita tua itu lalu keluar dan menutup pintu ruangan.
1092.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai tempat duduk/ kayu panjang
Baca
+Pustaka
Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Tidak baik membiarkan tuan rumah menunggu dan kelaparan. Ruang makan masih di dalam satu lantai, tetapi dipisahkan dengan taman di belakang. Meja panjang dari potongan kayu alami membetang di tengan ruangan. Di ujung Wira duduk dengan tampilan klimis menggunakan baju santai berbahan katun. Dahiku mengernyit, tatkala tatapan matanya terpaku ke arahku. Jalanku pun menjadi kikuk dibuatnya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai tempat duduk/ kayu panjang
Baca
+Pustaka
The Horizon of Jiu

The Horizon of Jiu

Gadis itu mengikuti orang-orang berbelok ke kiri, tempat calon peserta berkumpul. Mereka memasuki sebuah ruangan cukup besar dengan bangku-bangku panjang terbuat dari kayu. Para peserta duduk menunggu di sana. Shi Jiu mengedarkan atensi, mencari tempat kosong. Sampai seseorang memanggilnya sambil melambaikan tangan. Shi Jiu melipat dahi, sial, bocah aneh itu lagi. “Kak Jiu, duduk di sini saja, Kak!” Pan memanggil penuh semangat. Tidak mempedulikan tatapan risih dari orang-orang sekitar.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai tempat duduk/ kayu panjang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status