Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan
"Kalau suka, ya suka. Nggak ada alasannya. Seumur hidupku, aku cuma pernah mencintai satu wanita, dan wanita itu adalah kau. Selama bertahun-tahun ini, aku terus menunggu, menunggu sampai kau kembali. Tuhan masih baik padaku, karena akhirnya aku berhasil menunggumu."
"Marvin ...."
"Aku tahu semuanya terjadi terlalu cepat. Aku bisa menunggu. Ayo, aku antar kau pulang."
Sepanjang perjalanan pulang, tidak satu pun dari mereka berbicara lagi.
Mobil berhenti di depan gerbang rumah Keluarga Pramana. Ayah dan ibu Adeline sudah menunggu kepulangan Adeline di sana.
"Ayah, Ibu, aku pulang."