Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tergoda! Mantanku Om-Om

Tergoda! Mantanku Om-Om

Ghana mengutuk lidahnya, dia mendadak sebodoh itu dan tak berwibawa. Kia tertawa di seberang sana yang tanpa sadar Ghana pun terpancing menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman. Sia-sia sekali dia hanya diam saja ketika bertemu Kia di kesempatan yang ada, nyatanya sepantas itu Kia untuk dilihat, sejuk di mata dan hatinya, seperti obat yang menyembuhkan dan air yang melegakan dahaga. Seketika, ketakutannya untuk kembali melangkah pun sirna, Ghana hanya melihat harapan di wajah Kia. “Ares hanya bercanda tadi,” katanya.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai terry lidah tak bertulang lirik
Baca
+Pustaka
Bertemu Lagi Tanpa Tangis

Bertemu Lagi Tanpa Tangis

Para tamu meskipun penasaran, tetap tidak berani berkata banyak. Bagaimanapun, ini adalah pernikahan orang lain. Wendrino kembali ke belakang panggung, sang asisten segera menyerahkan kotak itu. Dia membuka pengait kotak dengan lembut, dan yang terlihat adalah kaset kecil dan surat pemutusan hubungan keluarga. Dia menatap empat huruf tebal di atasnya, Tanpa sadar, dia terhenti sejenak.
32.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai terry lidah tak bertulang lirik
Baca
+Pustaka
Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

Yang terdengar hanya tetesan air dari bongkahan es yang mencair, dan suara gigi-gigiku yang gemetar tak kuat menahan dingin. Aku meringkuk seerat mungkin, mendekap perutku erat-erat, mencoba menghangatkan si kecil di perutku dengan sisa panas tubuhku. "Nak, maafkan Ibu. Ini salah Ibu, kamu jadi ikut menderita." Aku menangis, air mataku jatuh ke lantai beku dan langsung mengeras menjadi butiran-butiran kecil es. "Kamu harus kuat. Ibu akan melindungimu. Kita pasti bisa keluar dari sini."
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai terry lidah tak bertulang lirik
Baca
+Pustaka
Dibalik Panggung, Aku kehilanganmu

Dibalik Panggung, Aku kehilanganmu

Yuha perlahan terduduk di lantai. Punggungnya bersandar pada sisi tempat tidur. Ia menarik lututnya ke dada. Menangis tanpa suara. “Harusnya tadi aku melawan…” “Harusnya aku kasar saja…” “Kenapa aku takut…” Tangannya meraih headset di meja. Ia memegangnya. Membaca tulisan kecil di dalamnya. Fly Higher. Ia tertawa kecil.
472 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai terry lidah tak bertulang lirik
Baca
+Pustaka
Hati yang Terikat Takdir

Hati yang Terikat Takdir

Udara sore terasa hangat, dan aroma bunga melati yang lembut memenuhi suasana. “Aku ingin kita mulai dari awal,” ucap Rendra dengan nada mantap. “Tanpa janji-janji besar. Cukup kita saling percaya dan berjalan bersama.” Arum merasakan haru mengalir di hatinya. Semua luka yang pernah ada, semua pertengkaran dan air mata, perlahan-lahan terasa memudar. Mungkin mereka tak akan sempurna, tapi mereka telah belajar banyak.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai terry lidah tak bertulang lirik
Baca
+Pustaka
Hasrat Terlarang Sang Idol

Hasrat Terlarang Sang Idol

Really? Luna tak bisa berkata-kata. Ini pertama kalinya dia merasa tertolak padahal lelaki itu tidak mengatakan apa-apa. Mulut Luna terbuka, hendak mengatakan sesuatu. Namun, sebelum Luna bisa bicara lagi, salah satu kru berteriak dari belakang kamera. “Posisi! Siap untuk take satu!”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai terry lidah tak bertulang lirik
Baca
+Pustaka
Hati Yang Tak Pasti

Hati Yang Tak Pasti

“Alexandra. By Reality Club.” Jesatya menipiskan senyumnya, sedikit terkejut ketika Daisi menyebutkan satu judul lagu yang amat sangat berkesan untuknya dan Gia. “Lagu yang akhir-akhir ini lagi lo dengerin ya, Si?” Daisi mengangguk mengiyakan pertanyaan Rena. “Iya, Ren. Lagi seneng sama lagu itu.” Jesatya kemudian duduk di atas kursi dan Samuel memberikan satu gitar kepadanya. Jesatya tertawa canggung setelah mencoba mikrofon di hadapannya.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai terry lidah tak bertulang lirik
Baca
+Pustaka
Neraka untuk Adik Madu

Neraka untuk Adik Madu

gerutuku sembari mengelus dada yang terasa berdebar. "Ya maaf, Mas. Sengaja," ucapnya sembari nyengir kuda, memperlihatkan sederet gigi yang terlihat rapi dan putih. "Mas, kok aku dari semalam ngeflek ya?" "Ngeflek gimana maksud kamu?" tanyaku pada Lidya. "Ya ngeflek. Kayak mengeluarkan bercak darah." "Banyak?" "Enggak," sahutku.
1030.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 888 kali sebagai terry lidah tak bertulang lirik
Baca
+Pustaka
GAIRAH YANG TERTAHAN

GAIRAH YANG TERTAHAN

Apa Pak Anggara baru sadar dengan apa yang selalu aku bilang? Dia sudah menyadari jika dia lebih pantas dengan seseorang yang masih lajang, sama dengan Yoga. Sehingga sekarang ketika aku sudah mulai berharap, dia lah yang pergi mengingkari semua janji. Instan karma untukku, kah? "Tiana?" Yoga melambaikan tangan di depan wajahku karena mungkin dia menganggap jika aku sedang melamun. "Maaf, Yoga. Aku memang sedang tidak enak badan. Jadi aku tidak terlalu fokus."
9.7384.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.1K kali sebagai terry lidah tak bertulang lirik
Baca
+Pustaka
FORBIDDEN LOVE (Cinta Terlarang)

FORBIDDEN LOVE (Cinta Terlarang)

Dan lidahnya menjadi kelu sekarang. To be continue ...
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 389 kali sebagai terry lidah tak bertulang lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status