Maaf, Mas, Aku Memilih Bercerai
Beberapa saat setelah hening melanda, Mama akhirnya mencairkan suasana.
"Baik Ma, kabar Mama?"
"Ya gini lah Bell, Mama masih ngerasa sedih kalau keinget sama Fahmi. Duh, rasanya Mama pengen nangis," jawab Mama, ia menyapu sudut matanya yang berembun.
Aku mendekat, menggenggam tangan Mama.
"Mama yang sabar, Mama harus kuat. Kehilangan itu ada, tapi kita bisa apa. Aku minta maaf, andai waktu itu Kak Fahmi gak—"
Capítulos Populares