Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelabuhan terakhirku

Pelabuhan terakhirku

Itu adalah Irishena. "Mah, gimana Papa?" tanya Binar tidak sabar. "Papa sudah pergi melaut kemarin, begitu kata Bibi," jawabnya kecewa. "Serius? Mama sekarang di rumah kita?" Binar sangat terkejut. Itu benar-benar diluar dugaannya. "Iya sayang. Mama baru tiba tadi pagi, dan ya begitulah..." keluh Irishena murung.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
The Mafia: Last Mission

The Mafia: Last Mission

Lalu kapan dia datang? "Mom." Markus menghampiri ibunya. "Nama siapa yang kau sebut tadi, Nak?" "Mom. Ini yang terakhir kau mendengar namanya." Wanita yang masih terlihat cantik di usia 50an itu menggenggam tangan puteranya. "Aku ingin bertemu dengannya." "Untuk apa, Mom? Serahkan semua padaku. Akan kupastikan dia tidak muncul lagi di hadapanmu." Markus pergi setelah mengatakan itu.
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Duda Pilihan Mama

Duda Pilihan Mama

Papa menimpali ucapan Mama sembari menaik-turunkan alisnya. Andara mencebikkan bibirnya setelah mendengar ucapan sang papa. Kemudian tanpa menjawab lagi, dia segera menarik kursi dan menempatkan bobot tubuhnya di sana. “Em … Ma, Galang mau minta izin. Nanti sore kita berdua mau pulang ke rumah,” ucap Galang. Senyum Mama mendadak hilang ketika mendengar ucapan Galang. Dahi wanita berparas lembut itu berkerut.
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
A Mother's Justice

A Mother's Justice

Tiba-tiba tangan Nathan menyenyuh pipi Mamanya dan mengusap air mata Mamanuya yang akhirnya tak bisa lagi terbendung. "Ma ... Jangan menangis," kata Nathan. "Maafkan Mama," ucap Angelica dengan air mata berlinang. "Mama nggak perlu minta maaf. Mama nggak bersalah kok. Aku justru berterima kasih. Mama mau menerima keberadaanku. Melahirkanku, dan merawatku dengan penuh kasih. Mama adalah Mama terbaik di dunia. Tak pernah sekalipun Mama membiarkanku kekurangan. Terima kasih, Ma. Aku nggak akan pernah bisa membenci Mama," kata Nathan.
10913 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Pelan-Pelan, Pak Dosen!

Pelan-Pelan, Pak Dosen!

Anaknya ternyata lebih bijak daripada suaminya–pria yang selama ini ditemaninya dalam suka maupun duka. “Terima kasih dan maaf untuk semua yang telah terjadi.” Xavier mengangguk. Ia mengulum senyum samar. “Jadi kemana kita menghabiskan waktu untuk terakhir kalinya? Mari kita membuat kenangan indah sebelum Mama benar-benar meninggalkan kota ini.”
1045.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas

Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas

] “Bye, Ma.” Panggilan terputus. Nadine menurunkan ponselnya perlahan. Senyum lega akhirnya terbit di wajahnya, meski matanya masih berkaca-kaca. Ia menatap Dirga, perasaan hangat menyelimuti dadanya. “Meskipun harus babak belur,” ucapnya lirih, “akhirnya Mama percaya sama aku.” Dirga tersenyum tipis, lalu mengangguk.
10311.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.0K kali sebagai the last goodbye to mama
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
CH. Blue Lilac
Halo kakak-kakak readers semua, makasih banyak ya sudah mampir ke buku ini, makasih juga yang udah kasih ulasan, dan gift. Moga kalian selalu sehat, dan makin lancar rejekinya. Love bgt buat kaliaaan... ......
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Misteri di Rumah Mertua

Misteri di Rumah Mertua

Ini pernikahan, masa iya aku merasa bisa saja? Jelas sangat sakit dan berat hati. "Tadi ... aku dan Mas Rendra hanya bertemu biasa saja, Mah. Untuk yang terakhir kali," ujarku pelan mengucapkan kalimat terakhir. Embusan napas Mama terdengar berat. Aku tidak berani melihat wajahnya, lebih memilih menunduk agar Mama tidak tahu mataku sudah mengembun.
1032.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Sepuluh Ribu dari Suami Pelitku

Sepuluh Ribu dari Suami Pelitku

"Mama tau, mungkin kamu bakalan bilang kalau Mama berpihak sama mereka atau apa lah itu Nak, tapi temui mereka sekali aja. Kamu bisa kan? Mungkin Reyza ingin bertemu dengan kamu untuk yang terakhir kali nya." Untuk yang terakhir kali nya? Kenapa nada Mama terdengar pesimis sekali? Seburuk itu kah kondisi Mas Reyza sekarang? "Tolong ya, Nak. Sebentar saja. Mama mohon sama kamu." Baik lah. Aku mengembuskan napas pelan, kemudian melangkah ke ruang tamu.
1012.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 482 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Dosa Termanisku

Dosa Termanisku

Ibunya yang sudah sepuh terlihat ingin merengek-rengek tapi akhirnya mengangguk. "Tapi mama tidak akan respect lagi sama kamu kalau ujung-ujungnya kamu cuma bosan terus cari perempuan lagi! Mama malu ya, Ar. Mama mohon ini yang terakhir." ucap Mama Rita penuh harap dan sendu. Pak Ardi melepas pelukannya. Aku tersenyum saat mata suamiku menatap mataku. "Ini yang terakhir, ma." janji Pak Ardi sambil menegakkan tubuh.
1096.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai the last goodbye to mama
Tampilkan Ulasan (43)
Baca
+Pustaka
ꪑ ꪊ ᡶ ỉ
Kok aku jadi curiga sama Dito yaa. Dia malah suruh Anna nemuin mamahnya yg lagi sakit jantung, pemicu kemarahan mamahnya Dito kan Anna, ya pasti kumat lagi kah jantungnya. Jadi kaya sengaja gitu Dito supaya mamahnya kolaps terus meninggal terus udah deh ga ada yg jadi penghalang restu hubungan.
Sukmawati Dewi
Pak Ardi dan Anna adalah dua manusia yang terjebak dalam waktu yang salah dengan perasaan yang jujur. Perjuangan mereka tidak mudah bahkan harus berdarah-darah demi menjaga perasaan. Tidak ada seorang pun yang berhak menilai keputusan dan kehidupan yang dijalani karena itu sepenuhnya hak mereka.
Baca Semua Ulasan
Maaf, Mas, Aku Memilih Bercerai

Maaf, Mas, Aku Memilih Bercerai

Beberapa saat setelah hening melanda, Mama akhirnya mencairkan suasana. "Baik Ma, kabar Mama?" "Ya gini lah Bell, Mama masih ngerasa sedih kalau keinget sama Fahmi. Duh, rasanya Mama pengen nangis," jawab Mama, ia menyapu sudut matanya yang berembun. Aku mendekat, menggenggam tangan Mama. "Mama yang sabar, Mama harus kuat. Kehilangan itu ada, tapi kita bisa apa. Aku minta maaf, andai waktu itu Kak Fahmi gak—"
9.5133.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status