Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Bapak Tiada

Setelah Bapak Tiada

Kereta monorel yang bentuknya seperti siput ini disebut Asukarugo, menggabungkan nama Gunung Asukayama dan kata Perancis, Escargot. Di taman Asukayama terdapat wahana dari sebuah kastil besar, yang dapat digunakan anak-anak untuk bermain, dan air mancur di tengah taman. Ada juga tiga museum, yaitu Museum Asukayama, Museum Kertas, dan Museum Peringatan Shibusawa. Sehingga kita dapat mempelajari sejarah sekalian.
1037.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai tsukishima kei
Baca
+Pustaka
Tokyo Love Letter - Hibiki

Tokyo Love Letter - Hibiki

Sesuatu yang penting. Taksi melaju, masuk ke jalan tol. Ngebut sebisa mungkin tanpa melanggar batas. Melintasi Tanimachi Junction, lalu Ichinohashi Junction, kemudian Hamazakibashi Junction. Sakura menggigit bibir, menatap jam tangan. Waktu terasa meleleh seperti es krim. Di bangku belakang, ia membuka tasnya, menarik bedak dan lip balm, menyisir rambutnya yang awut-awutan — mencoba menyelamatkan wajah yang sudah tidak sempat disiapkan sejak tadi.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai tsukishima kei
Baca
+Pustaka
Shadow of The Past

Shadow of The Past

"Kartu perdana yang kaupakai dibuat oleh Izanagi. Saluran televisi dan radio yang kaudengar, dikelola oleh Izanami. Camilan yang kaumakan tiap kali kita main game di rumahku? Itu semua produk dari Shinsei, perusahaan cabang Hasena Group." Bola basket menggelinding menjauh. Itsuki berlari untuk mengambilnya. "Kereta di beberapa stasiun yang mengantarkanmu ke sekolah? Hampir semuanya berada di bawah label Sunshin Railway." Itsuki melemparkan bola pada Nomura. "Liburan kemarin, aku ikut pamanku ke Australia. Kami menggunakan Ninshu Air, agen penerbangan yang juga berada di bawah nama Hasena Group. Lalu ...." Dia menarik Airi berdiri, memintanya ikut bermain dengan mereka. "Kau ingat dua anak ke
1030.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 601 kali sebagai tsukishima kei
Baca
+Pustaka
Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius

Selain Genkan dan Washitsu, terdapat elemen lainnya yang melengkapi rumah indah ini, yakni Tatami, Engawa, Tokonama, dan Byobu. Sementara itu, ornamen dan lukisan khas Jepang turut memperindah suasana di dalam rumah. Wajar saja kalau Musashi sangat betah tinggal di sini sendirian. Sambil menikmati minumannya, Musashi pun bercerita. “Hanz, aku tahu bahwa Orochi punya maksud dan tujuan tidak bagus. Jika kau tanyakan pada diriku, apakah aku suka dengan Sakura? Jawabannya, mungkin bisa saja aku suka, tapi selamanya aku tidak akan pernah bisa menjadi suaminya.”
9.938.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai tsukishima kei
Baca
+Pustaka
Tokyo Dai Roman

Tokyo Dai Roman

Perutnya sudah berbunyi sejak tadi. “Ini masih musim semi. Kau harus menunggu 3 musim lagi untuk makan itu.” jawab Arata. Pelayan datang menyajikan air dingin, yang langsung diteguk Hasumi sampai habis. Memang, kepiting Echizen menjadi makanan yang paling terkenal di Fukui. Tetapi hanya ada di musim dingin, dan biasanya orang-orang akan menikmati sushi makarel saat musim semi.
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai tsukishima kei
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
Sora Takahashi
Halo~ Sudah lama sekali tidak update. Maaf author sempat menghilang selama beberapa tahun lamanya karena kesibukan kuliah dan kerja. Banyak sekali hal yang dilalui sampai tidak sempat untuk update cerita. Di tahun 2022, author diberi kesempatan untuk tinggal selama 1 tahun di Jepang, negara impian..
FETER GAMING
kenapa setiap melihat kebahagian arata aku ngerasa sdkt ada rasa sakit y. smga aja ini hnya perasaanku saja rapi aku tajin hasumi sdh bnar2 rela melepaskan sensei dan bner2 menyukai senpai. ah ga sabar nunggu next thor
Baca Semua Ulasan
SUSUK TERATAI PUTIH

SUSUK TERATAI PUTIH

"Karena Sumirah bersekutu dengan penguasa Rawa Ireng, seperti yang telah kau ceritakan padaku. Kau ingin tahu apa itu susuk teratai putih Anggara?" "Iya, Kyai!" "Susuk teratai putih adalah susuk yang merasuk ke dalam jiwa si pengguna. Susuk itu bukanlah seperti susuk biasa yang hanya bersemayam di kulit orang yang menggunakannya. Susuk ini langsung menyatu dan mengikat jiwa orang yang menggunakannya. Kau tahu apa timbal balik yang harus diberikan oleh si Pengguna kepada penguasa Rawa Ireng agar bisa menggunakan susuk ini?"
9.751.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai tsukishima kei
Baca
+Pustaka
KAMASEAN

KAMASEAN

Battrice pun tersenyum, setelah bertahun-tahun mencoba merebut hati Frans dan selalu terhalang oleh perempuan bernama Kamasean itu, kini Battrice justru muncul sebagai pemenang mutlak. Battrice menghampiri Nyonya Richardson yang duduk di salah satu sofa yang memang disediakan untuk para tamu yang hendak berkunjung ke galeri itu. “Tante, sepertinya Frans masih sangat mencintai perempuan itu,” ucap Battrice dengan nada mengiba sembari duduk di sebelah Nyonya Richardson.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai tsukishima kei
Baca
+Pustaka
Futago Ga Daisuki (Cinta Si Kembar)

Futago Ga Daisuki (Cinta Si Kembar)

Daiki berusaha mengalihkan pembicaraan. “Baiklah, selepas dari sini kita ke Tsukiji Tamasushi” Daisuke mengambil ponsel dari saku saat merasakan getarannya. “Sebentar aku tinggal dulu” sambungnya sembari berjalan sedikit menjauh.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai tsukishima kei
Baca
+Pustaka
GEISHAKU KARMILA

GEISHAKU KARMILA

Sembari mengajarinya untuk memoles wajah ala riasan Geisha. "Di Usuki, aku mempunyai beberapa Geisha yang bekerja padaku. Aku selalu melatih mereka untuk menjadi seorang wanita yang hebat. Bukan sebagai pelayan laki-laki." Kazumi hanya diam. Dia terus memperhatikan cara Takashimo dari sebuah cermin yang lebar. "Bahasa Jepang kamu sudah cukup bagus. Tinggal kamu asah aksen yang aku pakai. Mengerti Kazumi?"
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 898 kali sebagai tsukishima kei
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Tiba di jembata kecil, seorang nenek duduk dibawah seng sebagai atapnya dengan beberapa lukisan yang kanvasnya berbentuk persegi empat. “ Ini namanya Damar Kurung, Nyimas ” “ wah, aku pertama kali melihatnya ! ” Nyimas menjawab dengan mata berbinar. Nenek itu tersenyum ramah menyambut Arka dan Nyimas. Dia sedikit berdiri dengan merapikan dagangannya. “ mbah, aku mau beli damar kurung yang belum dilukis. Ada tidak ? ” tanya Arka “ oh ada nak, sampeyan mau beli berapa ? ”
9.82.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai tsukishima kei
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status