Dosa Termanisku
Anna menyengir kuda, meremas lagi pantat saya dengan gemas, "Ayo mandi dulu. Kamu asin pasti, mirip ikan teri."
Ikan teri? Ikan apa? Saya mengikutinya ke dalam kamar mandi yang benar-benar anti mainstream. Lantai kamar mandi ini hanya semen yang di cor kasar, satu toilet duduk dan shower. Anna mendudukkan saya di toilet duduk, meraih gagang shower yang bisa di lepas dari dinding bambu.
"Pejamkan matamu mas."
Saya tidak mau. Saya pengendali dan mengendalikan, rusak sudah citra saya jika saya benar-benar tunduk padanya, meski sekarang ini saya benar-benar berada di bawah atensinya.
Hot Chapters