Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RATU YANG DINGIN

RATU YANG DINGIN

Tanya Ajeng setelah selesai bersolek didepan cermin buram. "Anda kelihatan lebih cantik Nona, tapi..." Ucapan Dayang itu pun tergantung. "Tapi kenapa?" Tanya Ajeng penasaran akan jawaban selanjutnya. "Dimasa pemerintahan Prabu Lakeswara Lingga seorang wanita dilarang menggerai rambutnya, baik dia keturan bangsawan pribumi." Sambung Dayang menunduk kebawah tidak berani menatap wajah Ajeng.
3.5K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as wanita jawa tempo dulu
Read
+Library
Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan

Dita terkesiap ketika melihat wajah wanita itu. “Ini Liza. Dia adalah leader yang bertugas memastikan semua stok dan rak tersusun dengan rapih.” Liza tersenyum simpul menyalami Dita. Dita sebenarnya enggan menyalami wanita di depannya ini. Dita tidak ingin banyak basa basi dengan wanita yang merusak rumah tangganya. Wanita di depannya ini yang membuatnya sekarang berada di Jakarta.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as wanita jawa tempo dulu
Read
+Library
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

"Jangan robek bajuku, dasar kampungan! Ini jas desainer mahal harganya puluhan juta, gaji kamu setahun juga nggak bakal cukup buat ganti rugi! Sumpah ya, kelakuanmu ini bener-bener kayak hewan liar yang nggak pernah diajarin aturan hidup!" "Di padang rumputku, betina nggak butuh kain tipis buat nutupin tubuh mereka pas lagi kawin. Kulit mulus tanpa cacat ini enaknya digigit sampe merah, bukan ditutupin kain aneh yang bikin ribet!"
9.8K viewsOngoingAdded to Library 284 Times as wanita jawa tempo dulu
Read
+Library
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

Bisik-bisik para penduduk terdengar samar karena ada larangan untuk membahas tentang laki-laki di kerajaan. Wirya sempat memandangi beberapa penduduk, namun ada hal aneh yang mengganjal di hatinya. Sejauh matanya menyapu, memang tak ada satu pun penduduk laki-laki yang dia temukan saat itu. Semuanya wanita, memakai kemben yang dililitkan di dada. Beberapa dari mereka ada yang memakai kebaya yang sederhana. Dalam kebingungan yang luar biasa, ada satu hal yang kini bisa Wirya pastikan. Dia merasa seperti di zaman kerajaan.
1015.6K viewsCompletedAdded to Library 375 Times as wanita jawa tempo dulu
Read
+Library
Lingsir Wengi -Tembang jawa

Lingsir Wengi -Tembang jawa

Pintu kayu itu masih rapat tertutup. Tapi suara tembang Jawa itu makin jelas, makin menusuk ke telinga Ratna, seolah-olah penyanyinya berdiri persis di ambang rumah. “Lingsir wengi… sliramu tumeking sirno…” (Tengah malam… bayanganmu lenyap…) Ratna memejamkan mata, tangannya menutup telinga, tapi tetap saja suaranya masuk, meresap, menggema di dalam kepalanya. Air matanya jatuh tanpa sadar.
721 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as wanita jawa tempo dulu
Read
+Library
Panglima Kuno Terjebak di Tubuh CEO

Panglima Kuno Terjebak di Tubuh CEO

Sungguh sebuah kemajuan era yang tak pernah terpikirkan di benak Juna. Di eranya, peran wanita hanya ada di dapur dan ranjang semata. Bahkan sudah terpatri kuat dalam falsafah jawa kuno mengenai wanita yang Juna ketahui, yaitu tugas wanita yang hanya sebagai konco wingking atau teman belakang, sosok yang berada di belakang saja, tak perlu tampil. Meski terkesan menindas wanita, tapi istilah konco wingking tadi bisa dipandang lain. Sama seperti seorang sutradara yang hanya di belakang layar untuk mengatur jalannya film.
9.4192.8K viewsCompletedAdded to Library 4.8K Times as wanita jawa tempo dulu
Read
+Library
PENDEKAR LEMBAH HANTU

PENDEKAR LEMBAH HANTU

Obat itu ternyata bekerja dengan baik. "Cepat ambilkan tempolong, dia mau muntah!"perintah Rangga. Seorang tamu penginapan yang berada di luar, masuk ke kamar memberikan sebuah tempoong tempat meludah saat menyirih. Mengunyah daun sirih yang diberi gambir dan kapur sirih adalah kebiasaan orang Jawa di masa itu. Hal itu membuat gigi mereka kuat secara alami terhindar dari masalah gigi dan gusi.
105.3K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as wanita jawa tempo dulu
Read
+Library
Take a Chance with Me!

Take a Chance with Me!

Dia tersenyum ringan melihat wanita paruh abad itu masih sibuk menggoreng timus—makanan khas jawa yang terbuat dari ketela yang digoreng. “Ibu…” “Oh, Mbak Aya ya? Mau ambil uang jualan ya, Mbak?” Aya mengangguk cepat. Kucir kudanya bergoyang mengikuti gerak kepalanya. Diambilnya wadah pukis yang diletakkan di bawah meja. “Besok bawa lebih banyak aja, Mbak. Siang kemaren aja sudah langsung ludes.” “Siap, Bu.” Aya tertawa. Disentuhkan ujung telunjukknya ke alis, hormat. Dia melambaikan tangan setelah memasukkan uang pemberian Bu Marni ke sakunya.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as wanita jawa tempo dulu
Read
+Library
Terbongkarnya perselingkuhan suamiku

Terbongkarnya perselingkuhan suamiku

ucap Wanita itu melempar senyum teduh. Flora hanya melempar senyum dan membungkukkan badannya sedikit. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Yang dapat Flora tangkap adalah, wanita ini sedang menyambutnya. "Wah, Mas Revan sudah pinter bahasa Jawa. Sering-sering main kesini ya," ucap Wanita berkebaya hijau. Seketika Flora tersenyum kaku. Kenapa wanita ini mempersulit keadaan. Harusnya dari tadi dia mengobrol dengan bahasa Indonesianya.
1049.8K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as wanita jawa tempo dulu
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status