Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpaksa Menikahi Om-Om

Terpaksa Menikahi Om-Om

Amschel menunjukkan buku menunya pada Karin. "Aku gak bawel ya. Ya makan rawon aja. Kok baru tau ya?" "Katanya sih pemilik warungnya dari Indonesia." "Serius?" Karin tak percaya, dari namanya saja unik 'warung?'. Amachel mengangguk. "Bentar ya, aku mau kesana dulu." Terlihat pemilik warung yang memakai kebaya dan berkonde itu masih menggoreng. "Saya ingin memesan dua rawon. Dan minumannya teh hangat saja."
8.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
Tajamnya Lidah Istri

Tajamnya Lidah Istri

Sari memandangi lelaki itu, sekian tahun tak bertemu, perhatiannya tetap tidak berubah. Setelah menunggu agak lama, motor Sari pun sudah kembali nyala. “Ini apa,” tanya Wisnu sambil menunjuk kantong besar yang tak jauh dari tempat Sari duduk. “Oh itu daganganku, Mas. Dagangan yang akan kutitipkan di warung-warung,” jelas Sari sambil tersenyum. “Oo ...! Barapa warung?” “Ada 15 warung untuk saat ini, Mas.”
1013.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
Rahim untuk Anakku

Rahim untuk Anakku

Freddy San
Mereka tiba di sebuah warung tenda kaki lima di jalan Gatot Subroto yang biasa dikenal dengan nama Gatsu. “Wei, mimi lan mintuno. Dari mana?” Sapa bapak pemilik warung. Bapak ini memang selalu memanggil mereka dengan mimi lan mintuno, sebuah ungkapan jawa untuk menggambarkan dua orang yang saling lengket, kemana-mana selalu bersama. “Biasa, nge-date,” jawab Al selengekan. “Cie, udah jadian neh?” Goda bapak itu.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
Suami Preman Ternyata Sultan

Suami Preman Ternyata Sultan

Qasam mendorong motor matic tersebut mendekat ke arah warung. Dia usap keringat dengan lengan baju. “Mampir sini, Mas. Ngopi saja dulu!” pemilik warung tua ramah sekali. Inilah pertama kalinya Qasam mendorong motor di bawah terik matahari sampai berkeringat. Ia memasuki warung yang terbuat dari papan itu. Warung itu merupakan kedai kopi yang menjual berbagai macam menu sarapan, menyatu dengan warung sembako dan berbagai jenis sayur mayur mentah.
1043.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
Rintihan Menggoda di Kamar Adikku

Rintihan Menggoda di Kamar Adikku

Sebelum mendengar cerita tentang Bunda, baiknya aku tidak bercerita tentang ponsel rahasia itu dulu. Tak sampai lima menit, kami sudah tiba di sebuah warung bakso sederhana yang diberi nama Warung Bang Jenggot. Letaknya sangat dekat dengan rumah mertuaku. Masih satu RT malahan. Lokasinya berada di sebelah barat perempatan menuju pasar tradisional.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 807 kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
Dinikahi Ustadz Tampan

Dinikahi Ustadz Tampan

** "Bu, kami boleh numpang mandi?" Aku bertanya pada seorang pemilik warung yang berada di kaki gunung. Aku lihat warung itu juga habis menerima pengunjung lain yang ikut numpang mandi di situ. Hanya bayar lima ribu rupiah perorang, kita sudah boleh memakai air sepuasnya. "Iya silakan aja neng. Tapi karena ini udah jam empat sore, kenapa gak sekalian lihat matahari terbenam? Cantik banget loh kelihatan dari sini!"
10128.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Ia menatap lalu lalang orang dengan senyum tipis. “Tempat ini,” katanya sambil menunjuk ke arah jalan yang berdebu halus, “rasanya lebih ramai dari alun-alun kota pelabuhan di utara.” Di depannya, pemilik warung, seorang ibu muda bernama Sarmi, mengangguk sambil menyajikan pisang goreng hangat.
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 372 kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
DIKIRA PEDAGANG BAKSO BIASA, TERNYATA?

DIKIRA PEDAGANG BAKSO BIASA, TERNYATA?

hibur Bu Retno, membelai pucuk kepala putrinya. "Eeehh, itu Di.. Pardi, ada warung bakso, koyone (sepertinya) enak, soale rame" ujar Pak Suryo, menunjuk warung bakso, yang terlihat ramai, dengan tempat yang menarik. "Wes ayo mudun (ayo turun)" ajak Pak Suryo, kemudian masuk ke warung dengan konsep anak muda itu. "Panggone adem (tempatnya sejuk) Bune" ujar Pak Suryo, kemudian duduk di bangku yang masih kosong.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kedua Tuan Presdir

Menjadi Istri Kedua Tuan Presdir

Di situ, seorang wanita paruh baya dengan wajah ramah tengah melayani pembeli yang datang untuk membeli nasi kuning. Hasan memarkir mobilnya di pinggir jalan dan keluar dengan hati-hati. Ia berjalan mendekati warung tersebut, mencium aroma nasi kuning yang menggoda. Wanita penjual nasi kuning itu menyambutnya dengan senyum hangat. "Selamat pagi, Bu," sapa Hasan dengan sopan. "Saya Hasan, lagi cari Pak Asep lurah di sini, tapi saya lapar, sambil istirahat saya pesan nasi kuningnya ya, Bu.”
9.83.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai warung pak hasan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status