เข้าสู่ระบบเสี่ยวจิ่วนักฆ่าระดับเพชร เธอมักจะฝันเรื่องเดิมซ้ำๆ จนวันที่เธอทะลุมิติไปอยู่ในยุคโบราณ จึงได้รู้ว่ามันเป็นเรื่องของเธอเมื่อภพก่อน
ดูเพิ่มเติม"Mengapa pintunya dikunci, buka pintunya!"
Setelah melangkah sempoyongan melewati koridor kamar hotel akibat pengaruh alkohol, wanita itu berdecak kala menemukan pintu kamarnya terkunci.Kepalanya masih berdenyut hebat dan pandangannya kabur, sampai untuk sesaat, ia tidak bisa melihat jelas nomor kamar di hadapannya. Wanita itu pun hanya bisa menekan bel pintu kamar itu beberapa kali, berharap suaminya akan membukakan pintu.Sambil menyandarkan tubuhnya ke pintu agar tidak jatuh, wanita itu mulai merogoh tasnya untuk mencari kunci, sebelum tiba-tiba pintunya terbuka dan Belinda Zamora yang tidak siap pun terhuyung masuk ke dalam."Akhh!" pekik Belinda saat ia terjatuh di pelukan kokoh seseorang.Sungguh, Belinda tidak bisa melihat apa pun saat ini karena kamarnya begitu gelap, hanya ada sedikit cahaya dari luar kamar yang juga menghilang setelah pintu itu ditutup."Mengapa gelap sekali? Mengapa kau mematikan semua lampu, aku tidak bisa melihat apa pun!" seru Belinda sambil bergelayut di tubuh pria yang memeluknya."Apa ini? Kau mabuk?" Terdengar suara berat pria itu di telinga Belinda."Hmm, aku minum terlalu banyak." Belinda mengalungkan lengannya ke leher pria itu begitu erat. Kemudian ia berkata dengan lembut di telinga pria itu, "Apa kau tidak mendengarku? Aku tidak bisa melihat apa pun, tolong nyalakan lampunya."Belinda sempat mendengar pria itu menggeram marah, tapi detik berikutnya, Belinda merasakan bibir pria itu sudah mencumbui lehernya sampai tubuh Belinda meremang."Kau beruntung aku suka aromamu meski kau mabuk, tapi sungguh kita tidak membutuhkan lampu malam ini," bisik pria itu dengan suara paraunya.Setelahnya, tanpa menunggu lebih lama lagi, pria itu langsung membungkam bibir Belinda dengan penuh gairah dan Belinda pun membalasnya dengan intensitas yang sama. Aroma alkohol yang menguar dari napas keduanya pun membuat hasrat mereka membuncah tidak terkendali.Tanpa melepaskan tautan bibir mereka, pria itu mendorong lembut tubuh Belinda sampai wanita itu terbaring di ranjang. Bibir dengan jambang tipis pria itu pun menyapa dan menggelitik kulit Belinda sampai Belinda pun melengkungkan tubuhnya, memberikan akses lebih pada pria itu untuk menjelajah tubuhnya.Belinda tidak ingat lagi bagaimana caranya ia bisa berada di sini. Yang Belinda ingat hanyalah Belinda sedang menghadiri pesta untuk merayakan dilantiknya Daniel, suaminya, sebagai anggota dewan tadi.Namun, Belinda yang diabaikan oleh Daniel pun memilih duduk sendirian dan tenggelam dalam alkoholnya. Hanya saja, segala pengabaian yang diterimanya tadi mendadak telah ia lupakan saat tangan dan bibir pria di hadapannya itu sudah begitu memanjakan tubuhnya.Dalam sekejap, gaun Belinda sudah menghilang entah ke mana. Desahan Belinda pun terus lolos dari bibirnya karena pria itu terlalu lihai memberikan kepuasan padanya. Tubuh pria itu terus mendesaknya sampai napas Belinda tersengal dan rasa nikmat dalam tubuh Belinda pun rasanya akan segera meledak."Oh, kau tidak pernah selembut ini. Jangan berhenti! Jangan berhenti," desah Belinda dengan suara seksinya."Tentu, aku tidak akan berhenti sebelum kau memohon padaku," bisik pria itu yang benar-benar tidak berhenti membuat Belinda menjerit nikmat sepanjang malam itu.*Dering ponsel mendadak mengagetkan dan membangunkan Belinda pagi itu. Kepalanya masih berdenyut hebat karena sisa alkohol tadi malam, tetapi dering ponsel membuatnya harus mencari sumber suara yang ternyata berasal dari tas tangannya yang tergeletak di lantai tidak jauh darinya."Siapa yang menelepon?" gumamnya sambil langsung menggapai tasnya.Buru-buru Belinda mengeluarkan ponselnya dan mengangkat teleponnya tanpa melihat nama peneleponnya."Halo!""Aku sudah meneleponmu beberapa kali, Sayang!" Terdengar suara Daniel yang sedang kesal sampai membuat matanya membuka nyalang.Belinda masih belum bisa mengingat jelas kejadian semalam, tapi dari tubuh polosnya, ia tahu percintaan kemarin bukan mimpi."D-Daniel? Kapan kau pulang?" lirih Belinda bingung.Ia berpikir, Daniel baru saja menyentuhnya semalam, tetapi mengapa pria itu sudah berada di rumah dan tanpa membangunkannya?"Apa maksudmu kapan aku pulang? Aku sudah pulang sejak kemarin dan kau tidur di hotel sendirian, Sayang! Tapi cepatlah pulang karena semua orang sudah berkumpul di rumah!"Debar jantung Belinda pun langsung memacu tidak karuan mendengarnya. Ada yang aneh dengan semua ini sampai Belinda pun buru-buru menoleh ke ranjang di sampingnya, dan rasanya seolah dunia sedang runtuh menimpanya saat melihat pria yang tidur di sampingnya adalah Luca Alfredo, kakak iparnya. ‘B-bagaimana mungkin?!’ batinnya memekik.Tubuh Belinda mendadak gemetar melihat Luca di sana sampai untuk sesaat, Belinda hanya mematung sambil memegang teleponnya."Halo, Sayang? Kau masih di sana kan? Belinda?"Belinda tersentak mendengar suara Daniel di telepon."Aku ... aku masih di sini, Daniel. Tapi aku akan segera pulang," seru Belinda yang langsung menutup teleponnya.Belinda begitu tegang sampai ia pun hanya bisa terus menggenggam erat selimut di dadanya. Baru saja Belinda hendak bergerak untuk turun dari ranjang, suara berat Luca tiba-tiba mengagetkannya."Mau ke mana kau? Aku bahkan belum membayarmu. Aku berpikir untuk menikmatimu satu malam lagi karena aku sangat puas semalam," seru Luca dengan suara paraunya sambil membelai punggung indah wanita bayarannya. Tentu saja Luca belum menyadari siapa wanita itu karena Luca hanya melihat rambut dan punggung mulusnya saat ini.Belinda yang kembali tersentak merasakan sentuhan itu pun refleks mengempaskan tangan Luca dengan kasar dan berbalik menatap tajam pada pria itu."Berani sekali kau menyentuhku, Luca!"Luca yang mendapatkan penolakan pun terperanjat. Terlebih, ketika ia melihat sosok wanita di hadapannya merupakan adik iparnya. "Sial! Kau Belinda? Apa yang kau lakukan di ranjangku?""Seharusnya aku yang bertanya, bagaimana kau bisa ada di kamarku dan Daniel?""Kamarmu dan Daniel? Ini kamarku, Belinda!"Belinda membelalak mendengarnya dan langsung mengedarkan pandangan ke sekeliling. Dan benar saja, ini bukan kamarnya."Ya ampun, bagaimana bisa aku ada di kamar ini?"Luca memicingkan mata mendengarnya. "Jangan bilang kau salah masuk kamar, Belinda?!""Aku tidak ingat, Luca. Tapi sekalipun aku salah masuk kamar, tidak seharusnya kau melakukan itu padaku.""Jangan salahkan aku. Kau yang datang ke kamarku, kupikir kau adalah wanita pesananku.""Apa? Bagaimana bisa kau memesan wanita seperti itu?""Jangan sok polos, Belinda!"Belinda yang mendengarnya pun tidak ingin menanggapinya lagi. Otaknya seketika berpikir keras tentang semua ini, sebelum ia mengambil satu keputusan penting.Luca adalah kakak dari suaminya. Terlebih, sang suami baru saja dilantik sebagai anggota dewan. Jika skandal malam ini terendus atau bahkan diketahui orang lain, efek yang ditimbulkan jelaslah besar."Luca, jujur aku masih tidak percaya akan ada hal seperti ini di antara kita. Tapi keputusan paling bijak yang bisa kita lakukan saat ini adalah melupakan segalanya dan berpura-pura tidak pernah terjadi apa pun di antara kita!”Di hadapannya, Luca masih terdiam. Untuk itu, Belinda kembali melanjutkan berbicara, "Kau juga tidak mau ada skandal di dalam keluarga Alfredo yang terhormat kan? Karena itu, kuharap ke depannya kita bisa menjalani kehidupan kita seperti biasa sebagai saudara ipar, Luca. Dan sekarang, aku harus pulang karena Daniel menungguku, jadi aku permisi!" Dengan cepat, Belinda pun menarik selimut besar itu bersamanya. Belinda bergegas memungut bajunya yang berserakkan dan secepat kilat menghilang dari sana tanpa menunggu komentar Luca.Pria itu sendiri hanya bisa duduk mematung di tempatnya. Ekspresi wajah Belinda yang nampak begitu yakin dan begitu angkuh saat meminta pria itu melupakan segalanya tadi membuat egonya tersentil."Sial! Anggap ini tidak pernah terjadi?" Luca mengulang kalimat yang tadi diucap Belinda. "Mudah sekali dia berkata seperti itu! Apa Belinda sudah biasa melakukannya di belakang Daniel? Wanita macam apa sebenarnya Belinda itu?"**อันอ๋อง ยอมเข้าไปอยู่เป็นผู้ใต้บังคับบัญชาของจ้าวลู่ฉือตั้งแต่วัยสิบสองหนาว แม้เขาจะมิได้แสดงออกว่าพึงใจในตัวของซูซินมากนัก แต่ก็ลอบหาทางพบนางอยู่เสมอ“หึ อันอ๋องร้ายนัก ข้ารึก็มัวแต่ระวังเจ้าลูกเต่าจวนอื่น” จ้าวลู่ฉือสบถออกอย่างหัวเสียเมื่อเขารู้เรื่องจากหรูอวี้ว่า ทั้งสองเหมือนจะมีใจให้กัน“ท่านพี่ ซินซินนางถึงวัยออกเรือนแล้ว อันอ๋องเองก็อยู่ในสายตาของท่านมาตลอด ท่านยังมิวางใจอีกรึ”“พี่ยังอยากให้ซินซินอยู่กับพี่และเจ้าไปอีกหลายปี”“เหอะ ท่านจะให้นางแก่ตายคาจวนหรืออย่างไร ข้าตัดสินใจแล้ว หากซินซินนางเลือกอันอ๋องข้าก็ไม่ขัดขวาง ท่านก็ปล่อยวางได้แล้ว” หรูอวี้มองสามีที่ผมเริ่มจะขาว ของนางอย่างมีโทสะนางอยากจะถามเขาเสียเหลือเกินว่าจะต้องรอให้เขาลงหลุมก่อนรึ ถึงจะยอมให้บุตรสาวออกเรือนได้เมื่อคำเด็ดขาดหลุดออกมาจากปากของหรูอวี้ จ้าวลู่ฉือก็ไม่อาจเอ่ยแย้งได้ พออันอ๋องมาเอ่ยเรื่องทาบทามที่จวน จ้าวลู่ฉือจึงบังคับให้เขาสาบานต่อฟ้าดินว่าจะมีเพียงบุตรสาวของตนเพียงหนึ่งเดียวในตำหนัก“เปิ่นหวางสาบานต่อหน้าฟ้าดิน ชั่วชีวิตนี้จะมีเพียงซินซินหนึ่งเดียว และจะไม่ทำให้นางต้องช้ำใจเป็นอันขาด”สามเดือนต
หรูอวี้นางคิดว่า มีเพียงฝาแฝดทั้งสองเป็นบุตรก็เพียงพอแล้ว เพียงเลี้ยงเขาน้องก็ไม่มีเวลาปลีกตัวไปทำอันใดได้ จึงมิได้คิดเรื่องที่จะมีบุตรอีกเลย“ท่านแม่จะมีน้องสาวให้ข้ารึขอรับ” จ้าวหลิงฮุ่ยเอ่ยถามออกมาด้วยใบหน้าที่ใสซื่อจ้าวหลิงเทียนก็มองมาทางหรูอวี้ด้วยดวงตาที่เปล่งประกาย แม้ไม่ได้พูดออกมา ก็รู้ว่าเขาอยากจะมีน้องสาวตัวน้อยเช่นเดียวกัน“ใช่แล้ว แต่ไม่รู้ว่าจะเป็นหญิงหรือชาย” นางลูบหัวบุตรทั้งสองอย่างรักใคร่“มีน้องชายก็ได้ขอรับ ข้าชอบทั้งหมดที่เป็นน้องของข้า” จ้าวหลิงฮุ่ยฉีกยิ้มกว้างอย่างน่าเอ็นดู“ยินดีด้วยขอรับท่านแม่ทัพ” ตลอดทางนับตั้งแต่เดินเข้าจวนมา เขาอดจะสงสัยไม่น้อยที่บ่าวไพร่ ต่างเข้ามาแสดงความยินดี ราวกับว่าเขาได้เลื่อนตำแหน่งเสียอย่างงั้นแต่จะเป็นไปได้อย่างไร ในเมื่อยามนี้เขาเป็นถึงแม่ทัพใหญ่ ที่ไม่อาจจะมีตำแหน่งใดสูงได้มากกว่านี้อีกแล้ว“เกิดเรื่องใดขึ้น” เขาเอ่ยถามบ่าวแล้ว แต่ก็ไม่ได้คำตอบ ได้แต่บอกให้เขากลับไปฟังเรื่องราวที่เรือนของฮูหยินเองเสียงพูดคุยหัวเราะของคนในเรือนของหรูอวี้ ทำให้จ้าวลู่ฉือที่เดินทางกลับมาจากค่ายทหารนอกเมืองยืนยิ้มตามไปด้วยรอยยิ้มเช่นนี้ของเขา ม
เรื่องนี้ทำให้ตู้เหลี่ยงพอใจอยู่ไม่น้อย ด้วยตัวเขาเองก็เตรียมชื่อไว้ให้เหลนชายทั้งสองเรียบร้อยแล้ว เพียงแต่ไม่รู้ว่าจ้าวลู่ฉืออยากจะตั้งเองหรือไม่“จ้าวหลิงเทียน จ้าวหลิงฮุ่ย ชอบหรือไม่เล่า” เขาเอ่ยเรียกเหลนชายทั้งสอง พร้อมทั้งมองอย่างรักใคร่จ้าวหลิงเทียนผู้พี่ จ้าวหลิงฮุ่ยผู้น้อง หัวเราะจนเห็นเหงือกของตน สร้างความอิ่มเอมใจให้กับทุกคนในห้องโถงจนมีรอยยิ้มไปตามๆ กันแต่แล้วความครื้นเครงก็หยุดลง เมื่อพ่อบ้านจ้าว เข้ามาแจ้งเรื่องที่เซี่ยถงวู่มาขอพบตู้เหลี่ยงและตู้เหลียนที่หน้าจวนตู้เหลี่ยงส่งฝาแฝดให้แม่นมพาออกไปด้านนอกทันที ก่อนจะตบโต๊ะเสียงดังอย่างมีโทสะ“เดรัจฉาน!!! ยังมีหน้ามาขอพบข้าอีกรึ”“ท่านตา อย่าได้มีโทสะเจ้าค่ะ หากท่านไม่ต้องการพบหน้าก็เพียงแค่ให้บ่าวหน้าจวนไล่ไปก็เท่านั้น ไยจะต้องทำให้ตนเองขุ่นใจด้วย” หรูอวี้เอ่ยออกมาด้วยสีหน้าเรียบเฉย นางเหลือบมองมารดาก่อนจะพูด ก็เห็นว่านางไม่ได้แสดงอาการตื่นเต้นดีใจที่เซี่ยถงวู่มาขอพบ จึงได้เบาใจลง“เป็นเช่นที่อวี้เออร์นางว่า หากท่านอาจารย์ไม่ต้องการจะพบ ข้าจะออกไปจัดการให้ท่านเองขอรับ”“อืม...ลำบากเจ้าแล้ว” เพียงเท่านี้ก็รู้แล้วว่าตู้เหลี่
“สวรรค์” บ่าวไพร่และเสี่ยวฟ่านที่ได้พบเห็นคุณชายน้อยของตนก็ได้แต่อุทานออกมาอย่างแปลกใจนี่มันเด็กเพียงคลอดเสียที่ไหน ทั้งสองราวกับเด็กครบเดือนแล้ว ดวงตาที่กวาดมองไปทั่ว ราวกับรู้เรื่องราวและรับรู้สิ่งที่พวกเขาเอ่ยพูดกัน“พาไปให้อวี้เออร์นางดูก่อนเถิด” จ้าวลู่ฉือเขี่ยแก้มบุตรชายทั้งสอง ก่อนจะเดินนำเข้าไปด้านในห้อง ที่สาวใช้ทำความสะอาดร่างกายของหรูอวี้เรียบร้อยแล้ว“ฮูหยินช่างมีบุญนัก แม้แต่กลิ่นน้ำคลอดของนางก็ไม่เหม็นเช่นที่ข้าเคยพบเจอ ดูเหมือนว่าจะคลายกลิ่นดอกบัวเสียด้วยซ้ำ” หมอตำแยเอ่ยพูดคุยถึงเรื่องความน่าอัศจรรย์นี้กันจ้าวลู่ฉือ เห็นหรูอวี้นั่งพิงหัวเตียงชะเง้อคอมองมาทางประตูก็อมยิ้มมองนาง“เจ้าอยากเห็นลูกใช่หรือไม่” เขารับเด็กทั้งสองคนมาจากป้าจิ้นและเสี่ยวซี ก่อนจะเดินเข้าไปหาหรูอวี้ที่เตียงหรูอวี้เม้มปากแน่น มองเด็กน้อยที่อยู่ในห่อผ้าที่แขนของจ้าวลู่ฉือ“ลูกข้า...ช่างตัวเล็กนัก” นางไม่รู้ว่าจะเอ่ยเช่นไรไม่คิดด้วยว่าในชีวิตนางจะให้กำเนิดเด็กน้อยออกมาได้ หรูอวี้มองเด็กทั้งสองด้วยดวงตาที่เอ่อคลอไปด้วยน้ำ ความรู้สึกแปลกใหม่เกิดขึ้นกับนาง จนนางไม่อาจจะอธิบายได้ความรัก ความหวงแหน ห
หรูอวี้ตบไปที่ใบหน้าของคุณหนูหั่วเต็มแรง มีดสั้นถูกวางจ่ออยู่ที่คอของคุณหนูหั่ว หากนางขยับตัวเล็กน้อยคงได้เห็นเลือดอย่างแน่นอน“ข้าไม่ถือ หากเจ้าจะใช้มารยาเพื่อได้เข้าตระกูลจ้าว แต่ในเมื่อเจ้าปากกล้ากับข้าเช่นนี้ ข้าคงต้องทำให้เจ้ารู้เสียแล้วว่าข้าเป็นเช่นไร” หรูอวี้ขยับข้อมือเพียงเล็กน้อย คมมีดก็บ
เซี่ยหรันเซียนเหมือนจะรู้ว่ามีคนจ้องมองมาทางนาง นางจึงหันไปมอองทางรถม้าที่จอดอยู่ไม่ไกลมากนัก เมื่อเห็นว่าด้านในมีหรูอวี้ที่ยกยิ้มมุมปาก มองมาที่นางราวกับว่ากำลังเยาะเย้ยอยู่ ก็เผลอกรีดร้องออกมา“กรี๊ดดดด จะ เจ้า” นางชี้มือที่ทางหรูอวี้ ใบหน้าของนางบิดเบี้ยวอย่างน่าหวาดกลัว“พาข้าลงไป” หรูอวี้บอกเส
จวนตระกูลเซี่ยหลังจากที่จ้าวลู่ฉือกลับไปก็เกิดเรื่องราวใหญ่โต เมื่อเซี่ยถงวู่ฟื้นขึ้นมาหลังจากที่เขาสลบไป ก็ไปที่จวนของสวีเหมยลี่ทันที“เจ้าไปที่จวนตระกูลจ้าวเพื่ออันใด!!!” เขาบีบต้นแขนของนางไว้แน่น“เหตุใดข้าจะไปไม่ได้ นังหรูอวี้ได้ดีเป็นถึงฮูหยินท่านแม่ทัพ นางต้องช่วยเซียนเซียนของข้าได้” นางกรีดร
ตอนนี้ทั้งจ้าวลู่ฉือและหรูอวี้กำลังเป็นที่พอพระทัยของฮ่องเต้ หากรู้ว่าฮูหยินของตนทำให้จ้าวลู่ฉือเกือบจะเสียบุตรไป เขาคงได้ถูกริบตำแหน่งคืนอย่างแน่นอน“ข้าให้เวลาเจ้าสองวัน หากยังมิจัดการสวีเหมยลี่ให้ข้า ข้าจะมาจัดการทั้งตัวเจ้าและนางด้วยตนเอง” จ้าวลู่ฉือเหยียบไปที่อกของเซี่ยถงวู่อีกครั้ง ก่อนจะปราย


















ความคิดเห็น