MAAF! AKU CACAT
Mega Kembarkata-kata cinta tulus tidak dihargaidia tak layak mendapatkan cintakuaku masih sayangcerita sedih tentang cinta yang tak dianggap
Sekali lagi, aku menghela nafas.
“A … Aa … Aa Rey!” Aku tersentak dengan
tepukan berulang di bahuku. Gegas, aku menoleh ke samping, tepatnya menatap gadis cilik berponi yang memajukan bibirnya, terlihat kesal.
Dialah Senata Akila, adik perempuanku satu-satunya.
“Apa, sih, Dek? Dateng-dateng main tepak aja. Sakit, tau?!” keluhku mengusap bahu yang barusan menjadi media samsak tinju Sena.
Beliebte Kapitel