AKU TANPAMU
Perusahaan mereka bahkan dilebur menjadi satu yang sekarang akhirnya menjadi harta yang diperebutkan oleh Nasya dan Hasan.
“Aku lapar.” Nasya kembali mengulang kalimatnya yang sengaja tak kugubris tadi.
“Ck!” Aku berdecak kesal.
“Kenapa enggak makan sama tim aja tadi, Sya.”
“Mampir makan sebentar, Mas. Please, aku benar-benar kelaparan.”
Mungkin ia memang sedang kelaparan, karena kulihat selain lebam-lebam tadi, wajahnya juga terlihat sangat pucat.