Malam Pertama Dengan Majikan
Aku hampir saja tertawa ketika melihat Murni tengah menyeka air matanya.
"Mur, kenapa? Kamu terharu?"
Murni menggeleng.
"Lah, terus?"
"Kakiku, Mbak. Dari tadi diinjek, mana kayak nyaman gitu."
Aku langsung melihat kebawah, lalu nyengir bersalah.
"Maaf, Mur, kaki Mbak emang nggak beradab."
Lalu kami tertawa.
Pukul sembilan malam.