Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia
Fiksi sejarah, katanya, tapi berdasarkan arsip asli yang Pandu temukan di Perpustakaan Nasional.
Ia membaca perlahan. Di halaman ketiga, ada catatan kecil: “Bingung arah narasinya. Mungkin kamu bisa bantu susun ulang. Aku selalu mengakui, kau memang ahlinya.”
Bumi menyesap kopi dingin sisa sore tadi, lalu menarik kursinya lebih dekat ke meja. Jemarinya mulai bergerak, bukan sebagai penyunting kali ini, tapi sebagai penulis. Ia menyalin ulang satu paragraf, lalu menambahkan kalimat baru, mengganti sudut pandang, merapikan urutan kejadian. Tak terasa, satu halaman baru terbentuk.
Hot Chapters