Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tante Sebelah Rumah

Tante Sebelah Rumah

Namun tak lama, Tante Mila beranjak dari belakangku dan langsung mencabut kabel listrik ranjang erotis itu. Begitu aliran listrik mati, ranjang itu kembali normal dan aku pun refleks langsung berdiri. Begitu menunduk, aku baru sadar kalau milikku yang besar ini berada tepat di depan wajah merona Tante Mila. Kalau saja gerakanku saat berdiri tadi lebih kencang sedikit, benda ini pasti sudah masuk ke mulutnya! Aroma hormon pria yang kuat membuat tatapan Tante Mila mulai sayu.
6.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai cat rumah depan
Baca
+Pustaka
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Kami turun dan bersalaman, diajak Pak Danang berkeliling di dalam rumah satu lantai ini. Maria tidak ada habis-habisnya tersenyum padaku ketika kami sedang membuka pintu kamar utama, kamar mandi, dan dua kamar tambahan untuk anak di dekat pekarangan. Ia juga mengangguk-angguk ceria ketika kami masuk ke area dapur yang semi-outdoor karena bersebelahan langsung dengan taman luas di belakang. Kami berdua bertatapan saling memberikan pesan setuju dengan rumah ini. Terakhir, kami ke area taman belakang yang ditata apik, sudah banyak tumbuhan indah dan beberapa pohon besar di sisi-sisinya. Dan yang membuat Maria tambah yakin untuk membeli rumah ini adalah beberapa tanaman anggrek ditaruh di batang
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai cat rumah depan
Baca
+Pustaka
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Kompleks perumahan yang setahu Diana cukup elit di Semarang. Diana berhenti di depan rumah dengan pagar hitam yang menjulang tinggi. “Mba Novia, aku udah di depan rumah Bukitsari Raya IV Nomor 56 ya” Diana menelepon dari dalam mobil. “Masuk dulu ya Di, Mama belum selesai. Bentar aku bukain pintu” jawab Mba Novia dari ujung telephone. Ketika Diana melewati pagar, tak henti Diana kagum dengan rumah dua lantai bercat putih dengan pilar – pilar di depannya. ‘Ini mah istana, bukan rumah’ gumamnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai cat rumah depan
Baca
+Pustaka
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

"Rumah kamu yang mana?" ["Rumah saya yang berpagar putih banyak tanaman merambat. Cari saja rumah yang paling banyak tanaman di depan rumahnya. Nomor dua ratus empat. Itu rumah saya, pintu rumah saya terbuka lebar, ada jemuran selimut bermotif bunga warna-warni dan saya sedang duduk di kursi teras depan rumah. Rumah saya yang paling kecil di antara rumah yang lainnya."]
11.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai cat rumah depan
Baca
+Pustaka
JADI ISTRI DUDA? BOLEH JUGA

JADI ISTRI DUDA? BOLEH JUGA

"Rumahnya ini." Juwita melihat rumah yang berdiri kokoh di depannya. Ada bangunan di depan rumah itu, seperti rumah kecil. Kalau dilihat dari luas depan dan juga motif gerbang, pemilik rumah ini pasti tergolong orang berada. Dia juga bisa melihat cat yang dipakai untuk mewarnai tembok bagian luar rumah ini. Catnya rapi, berwarna elegan dan sangat menarik. Melihatnya saja sudah nyaman. "Kelihatan adem banget, Mas," komentarnya.
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai cat rumah depan
Baca
+Pustaka
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Harusnya mereka gak pindah begitu saja tanpa tanya lebih dulu kenapa rumah ini bisa semurah itu. Tapi sekarang terlambat. Rumah itu sudah hidup. Dan ia tahu… mereka sudah diperhatikan. --- Di pagi keempat, Galang menggambar sesuatu di kertas putih. Gambar rumah mereka. Tapi yang bikin Ranti gemetar adalah detailnya: Di setiap jendela rumah, ada bayangan. Di atas atap, ada siluet seseorang berdiri.
10810 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai cat rumah depan
Baca
+Pustaka
MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA

MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA

Komandan Rakabumi: Kiara benar, rumah ini dijaga dengan keamanan ketat. Rakabumi melampirkan foto tampak depan rumah itu. Rumah minimalis dengan cat putih dan list hijau tua, ada dua anjing penjaga di depan gerbang dan di bagian dalam. Rapi, bersih, terawat, seolah-olah rumah itu memang ditempati setiap hari. “Apa memang ada orang di dalamnya? Tapi siapa?” Komandan Rakabumi: Kami belum masuk, tapi kami sudah menyisir tiap-tiap bagian gedung rumah ini.
6.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai cat rumah depan
Baca
+Pustaka
Gairah Panas Suami (Pura-pura) Buta

Gairah Panas Suami (Pura-pura) Buta

“Tuan William yang mengurus semuanya. Anda pantas mendapatkannya.” Jun melangkah masuk, matanya membulat melihat interior rumah yang luas dan nyaman. Di halaman belakang, terdapat kandang-kandang yang teratur, berisi kambing, kelinci, ayam, dan berbagai tanaman sayur serta buah yang tumbuh rapi. Pot-pot nya masih terlihat baru, seolah belum lama dibeli, dan kenyataannya pastilah begitu.
10214.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.1K kali sebagai cat rumah depan
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
TnaBook's
hello kak, numpang nih hehe, jangan lupa ya mampir juga ke "Godaan sang tante" , seorang pemuda yg cari pekerjaan, tapi malah dapat simpanan, bos nya sendiri, bahkan sampai memiliki anak, dan lagi, bos itu sudah memiliki pasangan hidup, gimana? penasaran kan, yuk mampir. ...
Baca Semua Ulasan
Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

“Haus banget.” Mereka hanya perlu jalan sedikit dan berbelok ke kanan di pertigaan depan untuk menuju ke rumah Ben. Sebelum memasuki rumah yang letaknya tidak jauh dari mulut gang, Cantika harus disambut dulu oleh dua ekor anjing yang pernah ia jumpai. Kenzo dan Lulu. “Mau minum apa?” tanya Ben setelah mereka masuk ke lantai dua. “Air biasa. Jangan dingin, ya. Nggak bagus habis olah raga minum dingin.”
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai cat rumah depan
Baca
+Pustaka
Sang Pengubah Takdir

Sang Pengubah Takdir

Rumah itu perlu sedikit di rombak bagian depannya agar memiliki tampilan lebih luas, lalu meja, kursi, dan peralatan memasak juga dibeli pada hari itu juga. Karena mereka harus bangun pagi-pagi setiap hari nantinya, maka Citra dan Rani akan bertempat tinggal di rumah itu. Lagipula mereka merasa lebih nyaman karena tak harus terus-terusan merasa sungkan karena keberadaan Eyang Kartareja.
1080.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai cat rumah depan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status