KAIN PENGLARIS
Rara berteriak, suaranya pecah oleh ketakutan.
Warno menarik tangan Rara sekuat tenaga, tapi kain itu justru bergerak lebih cepat, merambat naik dari pergelangan kaki ke betis, lalu ke paha. Seolah ingin menyelimuti tubuh Rara sepenuhnya.
“Ini bukan kain biasa! Ini tubuhnya!” Warno menjerit, panik. “Kain itu… bagian dari dirinya!”
Rara merasakan sensasi dingin menjalar di seluruh kakinya, seperti darahnya membeku. Ia berusaha menatap kain itu, namun begitu ia melihatnya, jantungnya serasa berhenti.
Bab Populer